It'S Perfect

It'S Perfect
Menikahi Siswa SMA


__ADS_3

ting tung


mendengar bel pintu, Saga segera membukanya tanpa meminta asisten rumah tangganya untuk membuka pintu rumahnya.


"mami, ini siapa?" tanya Saga heran melihat seseorang yang datang bersama dengan orangtuanya.


"nanti ya mami jelasin, ceritanya panjang sayang! oh ya nak Yoo joon ayo ikut tante, biar tante tunjukin kamar buat kamu istirahat.


"baik terimakasih tante."


"oh ya Yoo joon, nanti kalo kamu udah selesai bersih-bersih kamu langsung ke ruang makan ya, ruangannya ada disitu ya nak Yoo joon." ucap nyonya Darmawan sembari menunjuk ke arah ruang makan.


"tante tidak perlu repot-repot aku-"


"gak repot Yoo joon, apa yang tante lakukan ini gak sebanding dengan apa yang kamu lakukan tadi. jadi nanti kamu harus segera nyusul tante di ruang makan ya"


"baik tante!"balas Yoo joon dengan senyum yang terukir di wajah tampannya.


nyonya Darmawanpun hendak menyuruh asisten rumah tangganya untuk menyiapkan makan malam, namun ia justru menemukan seseorang yang sangat membuat dirinya terkejut.


"kamu, kenapa kamu ada di rumahku! siapa yang menyuruhmu datang kesini?" nyonya Darmawan memang orang yang sangat ramah dan lembut, namun dia juga adalah orang yang tegas terlebih dia kan langsung mengatakan tidak suka jika memang ia tidak menyukainya. terlebih jika ada seseorang yang menganggu keharmonisan rumah tangganya.


"tante.." Liyora hendak mencium tangan Nyonya Darmawan, namun nyonya Darmawan menarik tangannya agar tidak tiergapai oleh Liyora.


"sekarang lebih baik kamu pergi dari sini!"


"mami jangan bentak-bentak Liyora, dia itu orang yang aku cintai mi!"


"oh jadi mami gak boleh bentak dia, tapi kamu boleh bentak mami Saga?"


"bukan gitu mi, Saga cuman gak suka kalo mami kasar sama Yora!" kini suara Saga sedikit melembut setelah menyadari orang yag ia bentak barusan adalah ibu kandungnya.


"emm maaf, kalo gitu aku akan kembali kedalam!"


"tidak perlu nak Yoo joon, makanannya sudah hampir siap." Nyonya Darmawan kemudian menyiapkan kursi untuk Yoo joon dan kembali menatap ke arah Saga dengan Liyora. "dan untuk kamu Saga, silahkan suruh teman kamu pulang. karna hari ini seharusnya istri kamu pulang. tidak baik jika nanti istri kamu salah paham dengan keberadaannya disini."


nyonya Darmawan berusaha menahan amarahnya dengan mengusir Liyora dengan cara halus. karena ia tau hari ini menantunya akan pulang.


'dari yang aku lihat Saga masih bersekolah, tapi kenapa tante Lisa bilang kalo dia sudah menikah? dan sepertinya wajahnya juga tidak asing!' itulah yang ada di benak Yoo joon.


"mba Lesya tadi udah pulang kok mi, tapi gak tau sekarang kemana!"


"apa dia tau kamu bawa Liyora kerumah, Saga?"


"tau kok mi, tadi dia juga bikin minum. tapi di jatuhin gitu aja terus dia pergi dari rumah!"

__ADS_1


mendengar ucapan Saga, nyonya Darmawan tiba-tiba mencemaskan Lesya. ia tau bahwa saat ini menantunya sedang tidak baik-baik saja.


"kamu benar-benar keterlaluan Saga! mami gak habis pikir dengan kelakuan kamu. mami kecewa!" saat itu nyonya Darmawan terlihat terhuyung dan dengan sigap Yoo joon menangkapnya.


"tante hati-hati! biar Aku bantu ya tante!" Yoo joon mendudukkan nyonya Darmawan di kursi makan dan segera menuangkan segelas air putih untuknya.


"cepat kamu suruh perempuan itu pulang Saga!" tegas nyonya Darmawan.


"aku akan mengantarnya mi!"


"mami harap kamu paham dengan ucapan mami, dan jangan berdebat!"


tanpa membalas ucapan nyonya Darmawan, Saga harus menuruti perintah dari ibunya untuk tidak mengantarkan Liyora pulang kerumahnya.


'nama istri Saga sama dengan nama sahabatku. tapi tidak mungkinkan jika Lesya menikah dengan siswa SMA?'Yoo joon terus bermonolog dalam hatinya. entah kenapa kali ini perasaannya mulai cemas.


'jika benar istri Saga adalah Lesya sahabatku, aku tidak rela jika anak itu menduakan Lesya!' sambungnya lagi.


"nak Yoo joon kamu baik-baik saja? maaf ya nak, kamu harus menyaksikan ini semua!"


"eh aku baik tante, justru aku yang merasa tidak enak karena berada disini!"


"maaf ya sayang,. sebentar tante harus menghubungi menantu tante"


"Lesya" itulah yang terucap pertama kali saat Yoo joon melihat sahabat kecilnya yang berada di tengah-tengah keluarga yang baru ia kenal.


tak kalah terkejutnya, saat itu Lesya membulatkan kedua matanya dengan mulut yang sedikit terbuka. "Yoo joon! kamau disini?"


"kalian sudah saling kenal?" tanya nyonya Darmawan.


"iya mi, Yoo joon adalah sahabatku dari kecil." Yoo joon pun berdiri dan memeluk Lesya sekilas.


'huh kenapa gua baru sadar, cowok ini kan yang ada di postingan terakhirnya mba Lesya pas dia lagi di korea?' Saga pun mulai mengingat-ingat foto yang ia lihat yang sempat membuat perasaannya jungkir balik.


'iya benar, dia yang meluk mba Lesya di postingan terakhirnya pas lagi di korea!dan sekarang mereka pelukan dihadapan gua? gua yakin dia mau bales dendam sama apa yang gua lakuin tadi sama Liyora! huh dasar gak kreatif banget si tu mba-mba!'


"yasudah ayo kita makan, nak Yoo joon pasti sudah sangat lapar"


setelah acara makan selesai, kini Lesya dan Yoo joon duduk di ruang tengah bersama dengan Saga dan juga ibu mertuanya.


"bagaimana bisa mami kenal sama Yoo joon? dan papi, dimana papi?"


"satu-satu dong sayang, pasti mami jawab kok!"


"ya begitulah Lesya tante, dari kecil memang sudah bawel!" sahut Yoo joon dan membuat semuanya terkekeh kecuali Saga.

__ADS_1


"oh benarkah itu nak Yoo joon?"


"iya tante, bahkan dulu aku sampai tutup telinga. kalo enggak bisa pecah gendang telinga aku tan"


"mulai ni resehnya, dasar cengeng"Lesya mulai mencubiti Yoo joon.


"eh eh udah dong, mau mami ceritain nggak ni?"


saat semuanya tengah asik berbincang, Saga justru diam-diam memperhatikan Lesya yang tertawa lepas saat bercanda dengan seseorang yang bernama Yoo joon dihadapannya. 'mba Lesya reseh banget si pakek ketawa-ketawa sama ni cowok. bikin telinga gua empet'


"jadi gini, tadi itu pas mami sama papi pulang dari rumah Saka, mami dama papi dicegat sama begal. untung aja nak Yoo joon nolongin kita, eh malah mobil nak Yoo joon di bawa kabur sama begal yang satunya."


"hahaha.. makanya jangan jadi pahlawan kesiangan, akhirnya malah ngerepotin orangkan!"


"Saga jaga bicara kamu. dan papi, kamu tau kan Lesya papimu sangat mementingkan pekerjaan. jadi setelah mengantar kami pulang papi langsung meeting ketemu klien." ucap panjang lebar nyonya Darmawan.


"oh iya sayang, mami rasanya letih sekali. mami ke kamar ya, mami mau istirahat. dan kamu sayang, kamu harus istirahat. mami tau hari ini ada yang bikin kamu benar-benar tidak nyaman!" ucap nyonya Darmawan dan mencium puncuk kepala Lesya dan berlalu ke kamarnya.


"emm Lesya, aku harus berbicara. bisa kita bicara didepan?" ucapan Yoo joon di angguki oleh Lesya.


kini Lesya dan Yoo joon sudah berada diteras rumahnya. saat itu Yoo joon berubah menjadi sangat serius.


"wae godeunghagsaeng-gwa gyeolhonhaessdago malhaji anhasseo?"


[Kenapa kamu gak bilang kalo udah nikah sama siswa SMA?]


"iyagiga gilda Yoo joon"


[itu panjang ceritanya Yoo joon]


"joh-a, najung-e yaegihaedo dwae! geunde wae geuege daleun yeojaga issji?"


[Oke, kamu bisa ceritain itu nanti.Tapi kenapa dia punya cewe lain?]


"lain kali aku ceritain ya Yoo joon, hari ini aku capek!"


'sebenernya mereka ngomongin apa si, pakek bahasa apa si wawewawe gua gak ngerti!' ternyata secara diam-diam Saga menguping pembicaraan antara Lesya dan juga Yoo joon.


'gua bakal selidikin sebenernya apa hubungan mereka! kalo sampek mereka ada apa-apa, gua pastiin mba Lesya bakal angkat kaki dari rumah ini!'


.


.bersambung


.

__ADS_1


__ADS_2