
Malam sudah semakin larut, saat itu Lesya merasa badannya sakit karena terlalu lama duduk di sofa untuk menemani Yoo joon.
"Sayang, kita pulang ya. besok kita balik kesini lagi! biarin Yoo joon Istirahat" ucap Saga yang menyadari bahwa istrinya sudah kelelahan.
Karena merasa sudah letih, akhirnya Lesya menuruti ucapan Saga. sesampainya dirumah, seperti yang sudah direncanakan oleh Saga, Lesya berpura-pura untuk marah.
"dengar Saga, kau masih hutang penjelasan tentang surat di labuan bajo itu! mungkin akhir-akhir ini aku diam, itu semua karna aku sedang merawat Yoo joon."
"tapi aku sudah pernah bilang kan Lesya, aku tidak tau siapa yang mengirimnya"
"baiklah kalo kamu belum mau jujur, aku juga tidak akan memaksamu. tapi jangan berharap kalau aku akan bersikap baik Saga! "
Saga berlari mengikuti istrinya yang sedang marah menuju kamar mereka.. sementara itu Saka dan Liyora yang melihat pertengkaran antara Lesya dan Saga merasa sangat senang.
"kau lihat kak Saka, rencanaku berhasil" seru Liyora seraya memeluk Saka yang terduduk di kursi roda.
Sontak hal itu mengingatkan Saka tentang kejadian yang tidak diingat oleh Liyora saat berada di labuan bajo kala itu.
"jaga sikapmu Liyora"
"iya kak Saka, aku hanya terlalu senang karna Saga sama Lesya bertengkar."
Liyora terlalu senang hingga ia beranjak pergi tanpa membawa Saka bersamanya. Saka yang melihat hal itu segera memanggil Liyora yang hampir tiba didepan kamarnya.
"Dina"
Melihat raut wajah Saka, Liyora menutup mulutnya lalu segera menghampiri Saga dan mengantar Saka ke dalam kamar. meskipun Saka sudah sembuh total, ia masih berpura-pura lumpuh hanya untuk melancarkan rencananya.
Didalam kamar kini Saga dan Lesya tidak habis pikir ketika melihat rekaman CCTV yang sudah mereka padang di beberapa tempat tanpa sepengetahuan Liyora dan juga Saka.
"bisa-bisanya kak Saka berbuat kayak gini sama aku! padahal dulu dia adalah salah satu kakak terbaik di dunia. dan dia tega ngelakuin banyak kecurangan karena dia gak rela ngelihat kita bahagia Lesya! "
"tenanglah Saga. yang terpenting sekarang juta tau siapa orang yang benar-benar ingin membuat kita berpisah. dengan begininkita bisa mengantisipasinya"
Lesya memeluk suaminya agar Saga lebih tenang. ia tau jika saat ini perasaan suaminya benar-benar kalut. selain ia tau kenyataan dari kakaknya, Saga juga harus berjauhan dengan orang tuanya yang kini memilih tinggal bersama saudaranya karena perusahaan yang bangkrut karena ulah dari Saka.
Saga yang saat itu duduk di atas ranjang memeluk pinggang istrinya dengan nyaman dan sesekali mencium perut istrinya yang sudah mulai berubah.
"Saga, apa kau tau?"
"hemm? "
"anak kita kan ikut sedih, jika orang tuanya sedih."
"benarkah? " Saga mendongak dengan raut wajah sedikit terkejutnya.
"emm" Anggi Lesya pelan "itu yang aku dengar dari orang gua bilang. dan aku tidak ingin anak kita bersedih kalau dia tau ayahnya sedih seperti ini! "
Saga lalu menatap lekat perut istrinya. ia mengusapnya dengan lembut. "maaf ya sayang, ayah tidak akan membuatmu bersedih. jadi kau tumbuhlah dengan baik, ayah akan menjagamu dan juga ibumu!" bisiknya kepada anaknya yang masih di dalam kandungan.
__ADS_1
Keesokan paginya, ketika Lesya menyiapkan sarapan, lagi-lagi Saga Dan Lesya berpura-pura tidak tegur sapa ketika Saka didorong keluar kamar oleh Dina alias Liyora, tapi meskipun seperti itu, ia sebenarnya sudah menyiapkan bekal untuk Saga bawa ke Coffee shop yang sudah ia taruh di dalam mobil Saga.
"pagi kak Saka, aku harus berangkat sekarang."
"Hati-hati Saga" sahut Saka
"pasti, dan untukmu Dina, tolong jaga kakakku. jangan biarkan dia terlalu lelah ketika belajar berjalan"
"enjeh mas Saga. Oh ya mas Saga, mas Saga baik sarapan dulu? sepertinya itu mba Lesya udah nyiapin sarapan buat mas Saga! " ujarnya yang sok polos.
"kalian saja yang sarapan, aku harus berangkat pagi, karena Supplier kopi akan datang pagi ini" pungkasnya dan meninggalkan ruangan untuk bergegas ke Coffee shop miliknya.
Setelah Saga pergi, Lesya pun ikut pergi tanpa sarapan. dan hal itu menjadi kebahagian untuk Liyora dan juga Saka yang menyaksikannya.
"Rencana kita sebentar lagi tercapai, dan sekarang kita harus mempersiapkan bagaimana nantinya kita untuk mengambil hati mereka masing-masing."
"kamu benar Liyora" balas Saka dengan senyum diwajahnya.
Sesampainya di kantor Lesya melihat semua karyawan yang sudah berkumpul. dan hak itu membuat Lesya bingung.
"ada apa ini, kenapa kalian berkumpul di dpan seperti ini? "
"kami hanya disuruh oleh Andi bu Lesya"
tap tap tap
Saat itu Andi datang dengan. bersama dengan Via dan juga membawa surat gugatan dari Via.
"sebelumnya saya minta maaf bu Lesya. tapi saya ingin memberitahukan sesuatu kepada semuanya"
Andi saat itu melihat Via yang menatapanya dengan tatapan penuh tanya.
"Sebelumnya, saya hanya ingin kalian tahu. sebenarnya saya dan Via sudah menikah. dan kami akan segera memiliki seorang anak"
deg
Via benar-benar terkejut dengan pernyataan yang diungkapkan oleh Andi. bahkan saat itu Andi merobek surat gugatan dari Via dihadapan karyawan lainnya.
sorak sorai dan tepuk tangan diberikan oleh orang-orang yang ada disana termasuk Lesya.
"baiklah, kalian bisa kembali dengan pekerjaan kalian. dan kslian berdua ikut saya keruangan saya"
Lesya beranjak ke ruangannya lebih dulu. sementara Andi dan Via berasa dibelakangnya.
"Andi, apa yang kamu lakukan tadi? mungkin saja bu Lesya akan memecat kita."lirih Via.
"gue gak perduli, yang jelas gue mau lo tetep jadi istri gue. walaupun saat ini kita belum saling cinta, tapi gue laki-laki yang punya prinsip Via. gua cuma akan menikah sekali seumur hidup, dan gue akan jadi ayah dari anak ini"
Tanpa disadari, saat ini langkah kaki mereka berhenti didepan ruangan Lesya.
__ADS_1
"maaf Bu, ada apa ta bu? kenapa kita berdua disuruh menemui ibu? " tanya Via dengan suaranya yang sedikit bergetar.
"sebelumnya saya ucapkan selamat untuk pernikahan kalian. dan selamat juga karena kalian akan segera mempunyai momongan."
Perlahan suasana hati Via mulai tenang setelah Lesya mengucapakan selamat dengan pernikahan mereka, bahkan Andi sudah mengulas senyum tipis diwajahnya.
"dan saya memanggil kalian berdua disini karena saya ingin membahas proyek yang kita kerjakan bersama dengan perusahaan Arles Company. karena akhir-akhir ini saya sibuk, saya harap kalian berdua bisa fokus. dan mengenai kandunganmu, apa tidak papa jika kamu masih bekerja Via? "
"iya bu, lagi pula saya tidak mengaji ngidam yang membuat saya lemas"
"baiklah, jika seperti itu kalian harus bagi tugas ya. untuk kamu Andi, kamu harus sering mengontrol lapangan bersama dengan Doni, selaku tangan kanan tuan Arga. sementara kamu Via, kamu harus meeting bersama dengan tuan Arga karena saya harus mengurus bal lain"
"oh ya satu yang harus kalian tau, kali ini kau harus ikut Arga untuk keluar kota. karena permintaan dari pihak investor"
"maaf bu Lesya, kenapa Investor meminta meeting di luar kota? " kali ini Andi angkat bicara.
"karena ia harus menemui kuarganya yang lama tinggal diluar negeri dan kebetulan mereka berkunjung ke Indonesia. dan karena tidak ingin melewatkan seharipun waktu dengan keluarganya, Investor kita meminta pihak Arles dan G. PRO untuk datang kesana. apa kamu keberatan Andi? jika kamu keberatan, saya akan meminta orang lain menggantikan Via."
"emm tidak bu Lesya, ini adalah tugas saya. saya berjanji akan melakukan yang terbaik" ucap Via.
"baiklah, kalian boleh kembali ke meja kalian berdua"
Usai keluar dari ruangan Lesya, Andi meraih tangan Via. ia menatap Via dengan tatapan tidak suka.
"kenapa lo setuju Via, harusnya lo izin sama gue karna gue suami lo! "
"tapi Andi, ini pekerjaan gue. pekerjaan yang gue cintai. lagi pula gue gak papa kok! "
"tapi bagaimana dengan kandungan lo? nanti bagaimana jika disana lo ngidam tengah malam? siapa yang akan mencarikannya? "
"gue rasa gak akan Andi. biasanya juga dirumah gue gak pernah ngidam kan?"
'walaupun sebenarnya gue masih sangatbgak nyaman ketemu sama tuan Arga. tapi ini kerjaan gue, bu Lesya udah baik sama gue. gue gak mungkin ngecewain dia dengan nolak tugas ini. lagi pula Bu Lesya sepertinya juga banyak yang harus ia tangani disini! '
_
"astaga, ini siapa yang kirim video ini ke gua? gua harus ketemu sama Alden dan Dikta. kenapa mereka seceroboh ini? "
Saga segera melajukan mobilnya dalam kecepatan tinggi menuju restoran milik Dikta dan Alden. namun ketika ia sampai, restoran Alden dan Dikta itu tutup.
"tutup? "
Akhirnya Saga memutuskan untuk menghubungi Dikta. "kalian dimana?"
"... "
"oke gua ke apartemen lu Ta, ada yang mau gua bahas sama kalian"
.
__ADS_1
. bersambung