It'S Perfect

It'S Perfect
Gak Bisa Kehillangan Salah Satu Dari Kalian


__ADS_3

Saga memandang jauh dari balkon kamarnya, dan saat itu Lesya membawakan secangkir teh untuk Saga.


"Saga"


Saga yang mendengar suara Lesya, ia segera membalikan tubuhnya dan menyunggingkan senyum tipis. Saga memang samgat tampan ketika ia mengeluarkan senyumnya sehingga banyak sekali perwmpuan yang tergila-gila.


"minumlah Saga.."


Saga meraih teh yang dibawakan oleh istrinya, ia menyesap teh perlahan dan setelah itu merengkuh pinggang ramping istrinya. ia meletakkan teh yang ia vawa di atas pembatas balkon, dan kini ia fokus menatap istrinya.


saat itu Saga membelai wajah Lesya dengan lembut. ia mendekap Lesya dengan erat. "maaf sayang, maaf karna aku udah banyak nyakitin kamu!" ucap Saga penuh penyesalan.


Lesya mendongak menatap Saga yang tingginya terlampau cukup jauh darinya, meskipun tinggi Lesya di atas rata-rata perempuan indonesia.


dan Lesya pun segera mencubit hidung mancung Saga. "hei bocah tengil, kenapa tiba-tiba sekarang kamu menjadi orang yang serius seperti ini? apa karena benturan itu hemm?" Lesya menggida Saga agar Saga tidak terlalu serius dengan pembicaraan kali ini.


"oh... sekarang manggilnya bocah tengil ni.. oke, sayang.. apa kamu gak suka suami kamu serius kaya sekarang? ah iya bukan sayang, maksud aku mba Lesya.."


Saga menaik turunkan alisnya sembari menarik salah satu ujung bibirnya.


"emm boleh juga kamu panggil itu, aku suka!"


"yakin?" Lesya mengangguk singkat. dan saat itu netra Saga tak lekang dari bibir ranum milik istrinya. dan tanpa aba-aba ia mel*h*b nya dengan sedikit rakus. namun saat itu Lesya segera mendorong pelan tubuh Saga.


"kenapa?"tanya Saga yang heran dengan sikap istrinya, bahkan ia berpikir saat ini istrinya masih marah terhadap dirinya. "apa kamu masih marah?"


dengan cepat Lesya menggelengkan kepalanya, kemudian ia menatap dalam-dalam suaminya. "kamu berhutang padaku Saga!"


"iya, kamu berhutang penjelasan masalah kamu sama mami?"


Saga lalu menarik dalam nafasnya dan membuangnya kasar. ia mulai menceritakan apa yang sebenarnya ibunya katakan saat itu. dan setelah Lesya mengetahui hal itu, ia begitu kecewa dengan ibu mertuanya.

__ADS_1


"mami emang gak salah Saga, dia pasti akan membenci orang yang anarkis. begitupun denganku, aku juga sangat membenci perbuatan anarkis yang membuat orang lain terluka Saga."


"tapi,.."


"tapi?"


"tapi aku juga gak mau kamu ngecewain mami dengan nentang perintahnya Saga. aku tau, mungkin saat ini mami tidak percaya denganku. tapi aku yakin mami orang yang baik, makanya mami sangat benci sama perbuatan anarkis kan Saga!"


saat mendengar Lesya berkata demikian, Saga justru tersenyum dan kembali menarik Lesya kedalam dekapannya. "ini yang sangat aku suka dari kamu Lesya. bukan dari fisik atau apapun, tapi hati kamu bener-bener tulus."


"mungkin aja kalo orang lain yang ada di posisi kamu akan meyudutkan mami. tapi kamu? kamu justru membela mami! aku benar-benar beruntung kak Saka tidak mau menikahimu, dengan begitu kak saka memberiku berlian seperti kamu sayang!"sambungnya lagi.


kali ini Lesya lah yang menghambur kedalam pelukan suaminya yang saat itu sedang terduduk hingga Lesya berada diatas pangkuan suaminya. tanpa mereka sadari kini keduanya terlelap di atas kursi yang sama di atas balkon.


karena udara malam yang semakin dingin, terasa begitu menusuk sehingga membuat Saga terbangun. saat itu ia mendapati istrinya yang masih terlelap diatas pangkuannya.


netra Saga melihat ke jam tangan yang ia kenakan. "astaga, jam dua? panyesan dingin banget!" dengan inisiatifnya sendiri, Saga mengangkat tubuh istrinya untuk ia baringkan diatas king size nya.


"gua gak bisa kalo gua harus kehilangan salah satu dari kalian!" gumam Saga.


"gua harus yakinin mami kalo Lesya gak salah. lagian kalo mau disalahin itu gua, karna gua yang udah bikin mami berasumsi kalo Lesya itu anarkis!"


"yang salah itu yang ngelakuin Saga, bukan kamu!"


Saga menoleh kesumber suara yang sangat familiar ditelinganya. entah kenapa saat ini ia mendadak menjadi kesal. karena tidak ingin kekesalannya berkelanjutan, Saga bergegas untuk menghindar dari Liyora. namun saat ini Liyora lebih cepat darinya dan mencekal pergelangan tangan Saga.


"Yora, lepasin gua!" tukas Saga yang saat itu melempar tatapan tajam kepada Liyora.


"aku akan lepasin, tapi setelah kamu denger apa yang may aku omongin sama kamu!"


Saga membuang nafas berat "oke, lo mau ngomong apa? gue gak lunya banyak waktu!" tegasnya.

__ADS_1


"oke, aku mau tanya sama kamu Saga!" Liyora berjalan menghitari Saga yang berdiri membelakanginya.


"apa yang ingin lo tanyain?" masih dengan suara yang datar dengan tatapan lugasnya Saga berusaha untuk tenang.


"apa selama kita kenal aku pernau berbuat jahat atau apapun selain waktu aku bilang aku hamil anak kamu Saga?"


saat itu Saga belum tau apa yang sebenarnya membuat Liyora menanyakan hal itu kepadanya. namun Saga berusaha menjawab apa yang ditanyakan oleh Liyora.


"emm memang hanya sekali itu lo berbuat diluar batas. tapi, kesalahan lo itu bener-bener nunjukin kualitas lo Yora. dan gua nyesel pernah jatuh cinta sedalam itu sama lo sampek gua hampir kehilangan Lesya yang seribu kali jauh lebih baik dari pada lo!"


saat itu Yora darah Liyora mendidih, ingin rasanya ia memaki-maki Saga yang saat itu benar-benar membuatnya meradang. namun ia menahan semuanya agar semuanya berjalan sesuai rencananya.


"dan itu ngebuktiin kalo aku gak pernah ngefitnah istri kamu Saga. dan itu artinya kamu harus percaya memang dia yang nyelakain aku Saga!"dan setelah selesai dengan ucapannya, Liyora pergi begitu saja meninggalkan Saga yang berdiri tertegun di bawah pohon.


saat pergi meninggalakan Saga, Liyora diam-diam menarik sudut bibirnya membentuk senyum mirong di wajahnya.


ting


dan bersamaan dengan itu, tiba-tiba notifikasi ponsel Saga berdenting. Saga segera menggeser layar ponselnya dan disana ia dikejutkan dengan isi didalam pesan yang masuk diponselnya.


"apa mereka sedekat ini? gua kira, pikiran negatif gua sama orang itu cuman karna waktu itu gua amnesia? tapi yang gua lihat Yoo joon memang ada something sama istri gua!"


entah siapa yang mengirim foto Yoo joon yang mencubit gemas pipi Lesya ke ponsel Saga, namun hal itu berhasil membuat Saga berspekulasi yang tidak-tidak terhadap Yoo joon.


"sebaiknya gua tanyain aja langsung sama Lesya, apa hubungan mereka berdua. apa ada yang gua gak tau? atau memang ini cuman pikiran gua aja!" Saga menggaruk-garuk Dagunya yang tak gatal dengan berbagai pertanyaan di dalam benaknya.


.


bersambung


.

__ADS_1


__ADS_2