It'S Perfect

It'S Perfect
Jangan Sebut Tuan


__ADS_3

Sudah satu bulan semenjak kepergian Alden, Dikta kini kembali seperti dirinya yang dulu. Dimana Dikta menjadi seseorang yang sangat dingin dan tidak terlalu bergaul dengan banyak orang.


Sementara itu keluarga baru saat ini terjalin. Meskipun tanpa cinta, Via begitu telaten untuk merawat Arga yang masih dalam masa pemulihan pasca kecelakaan.


Setiap hari Via selalu menemani Arga ke kantor. Dan karena hal itu, Via harus mengundurkan diri dari pekerjaannya sebelumnya.


"Tuan Arga, apa masih ada yang harus aku lakukan?"


"Tidak ada Via. Dan sudah sering aku katakan, panggil aku apapun asalkan jangan dengan sebutan tuan. Aku ini suamimu! " Tegas Arga.


"Kita tidak perlu berpura-pura jika kita sedang berdua kan tuan Arga? Aku tau jika tuan sangat menginginkan bu Lesya yang menjadi istri tuan. Dan aku tidak akan memaksakan hubungan balas budi kita"


Arga terhenyak mendengar ucapan Via. Selama sebulan terakhir Via tidak pernah mengatakan hal seperti ini. Tetapi kali ini Via bahkan mengatakannya dengan berani tanpa takut sedikitpun.


"Kenapa kau berani berbicara seperti ini sekarang Via? Apa karena aku lumpuh? "


"Aku sudah mendengar semuanya tuan Arga, jadi kau tidak perlu menutupi apapun dariku"


Flasback On_

__ADS_1


Ceklek


Pintu rumah Arga terbuka dari luar, dan saat itu ketika Via mengajak Arga berbincang di ruang tengah, ia mendapati Sharena yang baru saja membuka pintu.


"Bu Sharena, duduklah. Aku akan membuatkan minuman untukmu"


"Kau tidak perlu memanggilnya seperti itu Via. Dia adalah adik sepupuku, jadi dia yang harus memanggilmu dengan sebutan yang lebih sopan"


"Maaf aku belum terbiasa mas Arga"


Usia Arga memang jauh lebih dewasa di bandingkan dengan Via. Dan saat ini Arga adalah suaminya, sehingga Via memanggil Arga dengan sebutan mas.


"Oh mungkin mereka ada di halaman"


Via bergegas untuk pergi ke halaman untuk menanyakannya kepada Sharena, namun saat itu ia justru melihat keduanya begitu serius.


"Apa yang kau rencanakan sebenarnya Sharena? Kenapa tiba-tiba kau menginginkan aku menikah dengan Via"


"Maaf bang Arga, sebenarnya aku menyuruhnya menikah dengan bang Arga bukan hanya karena balas budi, tetapi aku ingin dia jauh dari Dylan. Karena aku melihat Dylan cukup perhatian dengannya sehingga Dylan jauh dariku bang"

__ADS_1


Arga lalu memijat keningnya yang tidak pusing. Ia menatap Sharena dengan tidak habis pikir.


"Kau memang sepupuku Sharena. Kau sama ambisiusnya denganku. Seperti aku ingin mendapatkan Lesya untuk bang Arvin. Tapi kau menghancurkannya dengan menyuruhku menikahinya".


" Tapi dengan begitu kau bisa dekat dengan putrimu kan bang Arga?"


"Kau benar Sharena. Lagi pula dia juga harus balas budi denganku hingga aku bisa berjalan. Dan setelah itu aku dan Via bisa bercerai"


Perasaan Via begitu carut marut ketika mendengar perbincangan antara Arga dan Sharena. Via pikir hanya Sharena yang tidak menyukainya bahkan membencinya, tetapi ternyata Arga pun berpikir demikian.


Flashback Off_


Arga sangat terkejut ternyata Via mendengar semua perbincangan antara dirinya dan juga Sharena.


Dan setelah mengatakan hal itu, Via melenggang pergi ke kamarnya yang memang terpisah dari kamar Arga.


'Apa yang kamu dengar memang aku ucapkan Via, tapi kamu tidak mendengar apa yang hatiku katakan saat itu'


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2