
Begitu mendapat jawaban dari Saga, Lesya bergegas untuk bersiap-siap.
Ia memoles tipis wajahnya dengan riasan.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat hingga tiba jam tujuh malam. Lesya kemudian mencari keberadaan Saga.
Saat itu bukan Saga yang ia temukan melainkan Yoo joon yang sudah bersiap dengan pakaian rapinya.
"Kamu cari siapa Sya?" Tanya Yoo joon sembari mengancingkan lengan bajunya.
"Aku cari Saga, apa kamu lihat Yoo joon?"
Yoo joon hanyan menggelengkan kepalanya pelan.
"Mi, apa mami lihat Saga?"
"Mami gak lihat sayang, bukannya tadi Saga ada di gazebo belakang rumah?"
"Tadi memang dia disitu mi, tapi pas Lesya mau ajak dia ke rumah mama, Saga gak ada mi!"
"Emm coba kamu hubungi Saga,Sya!"
"Oh iya kamu benar Joony"
'Setelah aku tunggu panggilan itu, akhirnya kamu mengingatnya Sya' Yoo joon tersenyum saat Lesya menyebutnya dengan sebutan masa kecil mereka.
Setelah mencoba beberapa kali, Saga tetap tidak mengangkat telfon dari Lesya. Saat itu Lesya terlihat sangat kecewa dengan Saga, namun ada rasa cemas di hatinya.
"Gimana Sya, apa ada kabar dari Saga?"
Lesya hanya menggeleng pelan.
"Biar mami yang teldon ya sayang.." tawar nyonya Darmawan.
Saat itu Lesya melihat arloji yang ada di tangannya."emm aku rasa mami tidak perlu menghubungi Saga lagi. Karena udah makin malam, Lesya harus segera ke rumah mama mi!"
Nyonya Darmawan terlihat begitu menyayangkan atas sikap Saga. Ia lalu mengusap lembut tangan menantunya.
Saat itu nyonya Darmawan terpikirkan sesuatu. "Sayang, hari ini Yoo joon jiga makan malam sama kalian kan?"
"Iya mi, memang ada apa mi?"
"Lebih baik kamu berangkat dengan nak Yoo joon ya, mami gak mau kamu nyetir sendirian kesana." Pandangan nyonya darmawan beralinh menatap Yoo joon. "nak Yoo joon, tante titip menantu tante ya.."
"Baik tante.." balas Yoo joon dengan senyum tipis di wajahnya.
Saat itu Lesya tidak ingin membuang waktu lebih lama, akhirnya ia memilih untuk langsung pergi kerumah orangtuanya bersama dengan Yoo joon.
Setelah menempuh beberapa waktu,
Lesya dan Yoo joon tengah sampai di kediaman Guntara. Saag itu nyonua dan tuan Guntara sudah menunggunya di deoan pintu dengan wajah yang tersenyum simpul.
Begitu Lesya turun dari mobilnya, ia langsung menghambur kedalam pelukan sang ayah lalu berganti dengan ibunya.
Mengetahui hanya Yoo joon dan Lesya yang keluar dari mobil tersebut. Nyonya Guntara dan tuang Guntara saling bertukar pandang.
__ADS_1
"Ayo masuk nak Yoo joon.."
nyonya Guntara segera mengajak ptri kesayangannya di ruang makan. Disana sudah tersedia banyak sekali macam makanan kesukaan Lesya.
"Sebelum kita makan, papa mau tanya sama kamu sayang. Dimana suami kamu?"
"Emm Saga harus mengerjakan tugas sekolahnya pa, jadi Lesya tidak ingin menganggu Saga. Lesya tidak ingin nilai Saga menurun hanya karna makam malam ini."
"Kamu tidak bohong kan sayang?"
"Enggak kok pa, untuk apa Lesya bohong!"
Tuan Guntara merasa aneh dengan alasan Lesya. Namun karena tidak ingin merusak suasana, akhirnya ia tidak bertanya banyak hal yang akan membuat suasana hati putrinya memburuk.
"Sudahlah jangan bicarakan yang tidak ada disini, Yoo joon bagaimana kabarmau sayang?" Nyonya Guntara mengalihkan pembicaraan
"Baik bi, bibi dan paman aku rasa kalian juga baik karena bisa menyiapkan makanan sebanyak ini untukku kan?" Seperti biasa Yoo joon selalu membawa keceriaan.
"emm bibi kenapa dari dulu kau sangat cantik dan kau awet muda sekali bibi, andaikan bibi belum menikahi paman, pasti sudah ku jadikan istri"
tuan Guntara yang mendengar hal itupun terkekeh. "kalau kau tau masa mudanya dulu kau tidak akan menyukainya Yoo joon, asal kau tau, dia itu sangat sangat galak!" sambung tuan Guntara.
"ehh enak aja, mama kan paling manis! mana ada galak-galaknya iya kan pa.." sahut nyonya Guntara yang membulatkan matanya menatap suaminya dengan bibir tersenyum sedikit mengatup.
"i-i-iya ma.."
sontak semuanya tertawa bersama-sama, meskipun saat itu hanya Lesya lah yang tersenyum getir. menyadari hal itu, Yoo joon berusaha mengalihkan perhatian dari Lesya yang entah memikirkan apa.
"aduh.." tiba-tiba saja Yoo joon memegangi perutnya kesakitan, hal itu membuat Lesya menjadi cemas.
"hei ayolah Lesya, jangan terlalu serius. dari tadi kita cuman ngobrol, jadi aku sudah sangat lapar." dengan cepat Lesya menampol pipi Yoo joon.
"aw.. sakit Sya.." Yoo joom memegangi wajahnya yang di tampol oleh Lesya, padahal itu hanya pelan.
"kamu si Joony bikin aku khawatir tau nggak?"
"ya udah ayok kita makan, kasihan kan nak Yoo joon udah laper"
akhirnya kini mereka memulai makan malam dengan hikmat. hingga acara selesai, kini Lesya dan Yoo joon pun memutuskan untuk segera kembali ke kediaman Daemawan.
di sepanjang jalan, Lesya hanya menatap keluar jendela tanpa mengucapkan sepatah kata pun. hingga Yoo joon kembali memikirkan sesuatu untuk membuat Lesya terhibur. dan saat itu Yoo joon menghentikan mobilnya.
"kenapa berhenti disini Joony?"
"aku ingin mengajakmu kesuatu tempat"
"tidak Joony, aku sangat letih"
"ayolah Sya, kita kan lama tidak pernah keluar seperti ini. jadi tolong ikut aku okey?"
dengan wajah kesal akhirnya Lesya menuruti Yoo joon untuk turun. dan saat itu ia tidak menyangka ketika Yoo joon mengajaknya ketempat yang ada penjual kaki lima.
"ajhusi.. eh maksutku paman, tolong buatkan kami dua ya.."
setelah menunggu beberapa menit, apa yang mereka pesan pun sudah siap. Yoo joon memberikan salah satu permen kapas yang ia pesan untuk Lesya.
__ADS_1
"untukku?"
"tentu, bukannya ini kesukaanmu daei dulu!"
Lesya pun mengangguk, dan setelah itu ia mulai memakannya. "Sya, aku nyicip dong punya kamu."
dan dengan segera Lesya menyodorkan ke arah Yoo joon. Yoo joon pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu dan,
"hap.."
"Yoo joon..kau menghabiskan punyaku!" Lesya mengerucutkan bibirnya dengan pipinya yang menggembung.
"sebenarnya aku sangat menyukai wajahmu saat seperti ini, tapi karna aku baik hati ini ambilah punyaku!"
dengan mata yang berbinar, Lesya segara mengambil permen kapas daei tangan Yoo joon dan segera ia lahab tanpa menyisakan sedikitpun.
'aku seneng liyat kamu kaya gini Sya, kamu terlihat bahagia dan polos'
"sudah habis, ayo kita pulang" Lesya pun melirik jam tangannya. "astaga, ini udah jam sepuluh Joony. mami pasti sudah menunggu kuta kan?"
-
[pusat perbelanjaan pukul 18:45]
Saga terlihat sangat bosan ketika menunggu Liyora berdandan di salon. saat itu ia memilih untuk memainkan ponselnya kembali.
namun saat itu ia tiba-tiba memgingat akan sesuatu. "mampus, bentar lagi kan jam tujuh. mba Lesya pasti nyariin gua. mending gua telfon mba Lesya aja sekarang!"
plak
Saga menepuk dahinya sendiri."gua kan belum punya nomernya mba Lesya gegara nomernya di hapus sama Yora."
Saga terus menatap layar ponselnya, berharap Lesya menghubunginya.
"mana udah jam tujuh lagi, ah mending gua ke toilet dulu, dari tadi gua belum absen!" Saga meninggalkam ponselnya di atas sofa yang ia duduki.
dan sesaat setelah itu Liyora sudah selesai dengan kegiatannya, iapun segera menghampiri Saga.
"Saga dimana si, apa dia ke toilet?"
drrttt drrttt
Liyora melirik layar ponsel Saga, saat itu ia memicingkan matanya setelah mengetahui pemilik nomor. "gue hafal sama nomor ini, mending ponsel Saga gue matiin aja!"
"Yora.."
Liyora terhenyak saat mengetahui kedatangan Saga yang secara tiba-tiba 'apa Saga tau kalo gue matiin hp nya?'
.
.
.
.bersambung*
__ADS_1