
sayup-sayup suara terdengar ditelinganya, perlahan netranya terbuka dan menatap langit-langit kamar yang terasa asing.
"gue dimana?" Friska mengedarkan pandangannya, namun ia tidak menemukan siapapun. "arghh, badan gue sakit semua!" Friska menyentuh sudut bibirnya yang terluka.
"dimana barang-barang gue? ya tuhan, sekarang gue bener-bener gak punya apapun sekarang" perlahan air matanya mengalir dari pelupuk matanya.
ceklek
Friska terperanjat ketika mendengar suara pintu terbuka. yang ada dipikirannya hanyalah hal-hal negatif yang terus menghantui pikirannya karena yang ia alami beberapa hari terakhir.
"kau sudah bangun Friska?"
"kak Dylan? kakak yang membawaku kesini?"
"iya Friska, ini adalah apartemenku. aku membawamu kesini karena saat aku menemukanmu, kamu sedang pingsan. dan aku tidak tau dimana rumahmu!" Dylan lalu menaruh nampan dengan semangkuk bubur dan segelas air putih.
"kamu harus makan sekarang, nanti setelah selesai aku akan mengobati lukamu!"
"aku gak akan makan, aku akan pergi dari sini. aku gak mau diobatin sama orang yang nyebabin aku kaya gini!" sarkas Friska.
"sudah jangan marah, kamu makan dulu sekarang. aku ada urusan dan aku harus pergi sebentar!" ucap Dylan dengan menyunggingkan senyumnya dan berlalu pergi meninggalkan kamar Friska.
"hih reseh banget si tu orang! gara-gara dia gue kehilangab kerjaan gue. dan sekarang, dia gak merasa bersalah sedikitpun!" Friaka mendengus kesal sembari memasukkan bubur kedalam mukutnya asal-asalan.
_
[kantin sekolahan]
'beberapa hari ini gua gak lihat Friska? apa dia ada masalah! apa dia sakit?'
semenjak terakhir Dikta menemani Friska chek up, ia sudah tidak pernah bertemu lagi sejak beberapa hari terakhir.
"brengs*k" Saga yang baru bergabung tiba-tiba menggebrak meja kantin hingga beberapa siswa lainnya oun menoleh ke arahnya.
"gua gak habis pikir sama mva Lesya!"
"ada apa lagi Ga?" tanya Dikta yang ada diseberang mejanya.
"iya lu kenapa si Ga tiap hari uring-uringan terus" tambah Alden yang ada disebelahnya.
"guabgak abis pikir sama mba Lesya!"
"ada apalagi sama mba Lesya?" ucap Dikta.
"asal kalian tau, dia bawa selingkuhannya ke rumah gua!"
"tau darimana kalo yang kerumah lu itu selingkuhan calon bini gua si Ga?"
"bengek ni anak, gua tegesin ya Alden Biantara. mba Lesya itu udah punya suami namanya Sagara Darmawan! ya walaupun orangnya gak tau kemana si" sindir Dikta seraya melirik Saga yang masih berdiri dengan kekesalannya.
__ADS_1
"gua disini Dikta"
"iya ga apa-apa si bengek, yang penting ujungnya Lesya jadi bini gua!" sahut Alden
"iya gua tau lu disini Saga, tapi yang gua maksud itu Saga suaminya mba Lesya. bukan Saga pacarnya Liyora!"
entah mengapa, Saga sangat tidak senang saat Alden mengucapkan hal itu. namun ia berusaha untuk tetap terlihat tenang, pasalnya Saga tidak memiliki perasaan apapun dengan Lesya, jadi dia tidak akan marah jika Dikta mengatakan hal itu.
tapi itu hanya dibibir nya saja, berbeda dengan apa yang ada didalam sanubarinya. sebenarnya didalam hatinya Saga sangat ingin sekali membalas ucapan Dikta.
"oke balik lagi sama topik yang tadi, kenapa bisa Lesya bawa tu cowok ke eumah kalian?" tutur Alden mendistraksi.
Saga lalu menarik nafas dalam, ia memposisikan duduknya diatas meja kantin. "sebenernya cowok itu kerumah gua sama bonyok gua."
"kok bisa si Ga cowok itu datangnya sama tante dan om Darma?"tanya Dikta.
"katanya si tu cowok nolongin Bonyok gua dari begal, eh gataunya malah mobilnya di colong tu sama begalnya! makanya, sama mami dia disuruh tinggal dirumah gua."
-
seusai pelajaran berakhir, Saga langsung pulang kerumahnya. ketia ia masuk, ia mendapati ibunya yang tengah menyiapkan sesuatu.
"Saga.."
"iya mi kenapa?" ujarnya seraya berhenti menaiki anak tangga.
"tapi Saga capek mi,baru juga pulang udah disuruh ke pergi. mana ke kantornya mba Lesya lagi!"
"kamu mau mami yang anter terus mami kecapekan?"
"tapi mi.."
"atau kamu mau kaya yang papi katakan waktu itu?"
_Flashback On
"papi kenapa si tarik-tarik aku kesini?"
tuan Darmawan menatap dalam saga dengan tatapan tajam, ia lalu menarik Saga agar lebih menunduk.
"kalau kamu tetap bersikeras minta pisah dari Lesya, papa akan coret kamu dari kartu keluarga. dengan begitu kamu tidak akan mendapatkan apa-apa, dan kakak kamu Saka akan menjadi pewaris dari keluarga Darmawan."lirih tuan Darmawan, namun penuh penekanan.
mendengar ancaman yang dilontarkan oleh Tuan Darmawan seketika nyali Saga menciut seperti karet yang terbakar.
_Flashback Off
Sagapun bergidik ngeri dengan ancaman orangtuanya kali ini. Saga akhirnya setuju untuk mengantarkan kue pandan yang dibuatkan oleh ibunya khusus untuk istrinya.
sesampainya Saga di kantor milik Lesya, ia berniat untuk masuk keruangan lesya tanpa mengetuk pintu. '*lihat aja mba Lesya lu bakalan kegep sama gua. gua tau trik para CEO yang punya simpenan, lu pasti bakal ngajakin selingkuhan lu buatbketemu di kantor.
__ADS_1
ceklek*
"haaa......lo se-mu-a"
'huh kenapa bukan cowok itu? kenapa banyak banget orang disini?'
"emm kalian boleh kembali bekerja"titah Lesya.
"baik bu, kami permisi!" para karyawanpun berpamitan untuk keluar ruangan Lesya.
Lesya lalu menatap Saga yang berdiri didekat pintu ruangannya. dahinya berkerut ketika mendapati sebuah kotak trasparan yang berisi kue kesuakaannya ada di tangan Saga.
"duduklah Saga!" titahnya dan Saga pun segera duduk di sofa sembari meletakkan kotak kue di atas meja tamu yang tersedia di ruangan itu.
"gua kesini cuman nganterin kue, disuruh sama mami."
"terima kasih Saga." setelah Lesya membuka kotak kue, manik matanya kembali menelisik Saga yang masih berseragam sekolah.
"emm ayo kita makan siang Saga, kelihatannya kamu baru pulang sekolah kamu pasti belum makan kan?"
"gak usah sok tau deh mba, gua-"
krukuk..
"itu bukti kalo aku gak sok tau kan Saga?" Lesya menatap Saga dengan kedua alisnya yang terangkat.
-
sesampai di restiran seberang kantor, Lesya segera memanggil witers untuk memesan makanan untuknya.
"emm aku pesen yang kaya biasa Fish and Chips ya mba, minumnya cheese tea dan aku juga mau pesen chilli crab sama minumannya lemon tea ya mba. tolong jangan lama-lama ya mba" ucap Lesya dengan senyumnya yang terlihat alami tanpa dibuat-buat.
'kok mba Lesya tau si gua suka banget sama chilli crab? ah tapi gua boleh terpengaruh. ini pasti salah satu cara buat dia ngambil perhatian gua!'
"halo Yora sayang, apa kamu udah makan?"Saga melirik Lesya yang saat itu tengah memandangnya dengan raut eajah yang sudah Saga harapkan.
"iya dong sayang, aku pasti makan banyak. kamu juga harus makan. aku gak maunkamu sakit ya, nanti kalo kamu sakit siapa yang bawelin aku coba?"
'sabar Lesya, kamu pasti bisa ngelewatin ujian ini. bahkan kamu juga pernah menghadapi yang lebih dari ini kan lesya? kamu pasti bisa buat lewati sekali lagi' Lesya meneguhkan hatinya untuk selalu bersabar demi rumah tangganya.
'gua sengaja pura-telfon Yora buat liyat lu gimana? dan lu bener-bener kelihatan gak nyaman. tapi gua tau pasti ini bagian dari acting lu kan mba Lesya?'
entah apa yang ada dibenak Saga, ia ingin membuktikan perasaan Lesya. namun lagi-lagi ia meikirkan hal negatif tentang istrinya sendiri.
.
.
.bersambung
__ADS_1