It'S Perfect

It'S Perfect
Keluarga Yang Akan Menanggung Malu


__ADS_3

Waktu berjalan begitu sangat cepat, Sudah sembilan bulan setelah kabar hilangnya Saga. semenjak hari itu Lesya jarang sekali terlihat ceria seperti ketika ia bersama dengan Saga.


Pagi ini Lesya mempersiapkan semua berkas untuk meeting dengan rekan kerjanya yang akan mengenalkannya dengan rekanan yang lainnya dengan proyek baru yang akan di garap oleh Lesya di temani oleh Andi.


"Andi, apa Via baik-baik saja?"


"emm iya bu, Via baik-baik saja."


"aku lihat akhir-akhir ini dia sering melamun dan dia semakin kurus untuk ukuran ora g yang sedang mengandung Andi" tambah Lesya.


"Via sangat susah makan bu, karena akhir-akhir ini ia sering mual"


"berapa usia kandungannya? "


"sudah sembilan bulan bu"


"aku harap kamu bisa lebih memperhatikannya. karena kesahatan dan juga suasana hati ibunya akan sangat berpengaruh untuk bayinya nanti"


Setelah beberapa menit berlalu, Andi menghentikan kendaraannya di depan Restoran yang sudah disebutkan oleh kliennya untuk temu janji.


"Andi, kamu sudah siapkan? "


"iya bu"


Ketika sampai di sebuah ruangan VIP yang ada di restoran tersebut, Lesya langsung ingin memulai meeting. namun salah satu rekan kerja ya menghentikannya


"tunggu bu Lesya, kita sedang menunggu seseorang. dia adalah orang yang saya bicarakan tempo hari"


"baiklah"


Lesya kembali duduk dan memilih untuk memeriksa file-file nya bersama dengan Andi. Selang beberapa saat seseorang membuka pintu ruangan.


"maaf Pak Halim, saya sedikit terlambat"


mendengar suara seseorang yang baru datang, Lesya dan Andi pun bangkit dari duduk nya. ia menoleh ke arah pintu yang ada dibelakangnya.


seketika pandangan matanya membulat, tangannya mengepal dan rahangnya mengeras dangan gigi yang mengerat.


"tidak maslah pak Saka, kita baru saja datang. dan kenalkan ini bu Lesya" ucap Halim memperkenalkan Saka dengan Lesya.


"maaf Pak sepertinya saya harus membatalkan kerja sama kita untuk proyek ini. silahkan bila bapak ingin bekerja sama dengan dia, tapi saya tidak bisa" ucap Lesya dengan tegas.


"tapi kenapa bu Lesya? anda tidak bisa membatalkannya, atau-"


"atau apa pak Halim? proyek ini adalah proyek milik saya, jika bapak ingin bekerja sama dengannya, silahkan bapak mencari proyek lain. biar saya kerjakan ini dengan perusahaan lain"


"Andi, ayo kita pergi dari sini. permisi pak"


"baik bu Lesya"


Lesya dan Andi keluar dari ruangan, tetapi Saka justru mengejar Lesya hingga di area parkir.


"tunggu Lesya" ujarnya sembari mencekal pergelangan Lesya"


"kenapa kau bersikap seperti ini? "

__ADS_1


"Andi, kau bisa ke mobil lebih dulu"


"apa bu Lesya tidak membutuhkan bantuanku? "


"tidak apa Andi"Akhirnya Andi segera menuruti ucapan Lesya untuk menunggunya di dalam mobil.


Lesya menghempaskan tangan Saka, ia menatap Saka begitu tajam. amarahnya sembilan bulan lalu masih terlihat jelas hingga saat ini.


"Lesya jawab aku!"


"apa aku masih perlu menjawabnya pak Saka yang terhormat? apa aku harus menyebutkan semua pengkhianatan yang kamu lakukan kepada suamiku? kau diam-diam mengambil alih beberapa Coffeeshop milik suamiku. dan kau juga berpura-pura lumpuh! "


"dan aku melakukan itu untukmu Lesya! aku ingin membuktikan jika aku lebih baik dari Saga! "


"benarkah? dengan merebut apa pencapaian Saga, itu menunjukkan kalau kau tidak lebih baik dari Saga SUAMIKU! " Lesya menekankan suaranya ketika menyebut nama Saga agar Saka sadar jika Lesya adalah milik Saga dan tidak bisa direbut olehnya.


"baiklah Lesya, jika kau tidak bisa ku miliki dengan cara baik-baik. kau akan menjadi milikku dengan caraku" Saat itu Bergantian Saka yang menekankan ucapannya.


"terserah, berusahalah semampumu, tapi jangan harap jika aku akan memilihmu. karna dari awal kau yang tidak ingin bersamamu, jadi jangan pernah mengharapkan apa yang sudah kamu tolak untuk kembali denganmu! "


Lesya meninggalkan Saka yang berdiri mematung melihat kepergian Lesya. hingga detik ini Saka masih sangat menyukai Lesya, meskipun ia sudah menikahi Liyora.


"lihat saja nanti Lesya, kau akan menjadi milikku. aku akan melakakunanya dengan caraku seperti ketika aku berhasil membuat Saga menghilang dari kehidupanmu."


Flashback On_


Saka melihat kepergian Saga keluar kota, pikiran jahatnya pun mulai menguasai benaknya.


"Liyora, aku harus pergi. mumpung Lesya dan Saga tidak dirumah, aku harus mengurus usaha yang aku mulai"


"emm tidak perlu seperti itu Liyora, kau akan mendapatkannya nanti. aku harus pergi sekarang.


setelah menempuh perjalanan darat beberapa jam, Saka sampai dimana Saga pergi.


"kalian semua, lakukan sesuai perintahku. buat ini seolah-olah seperti kecelakaan atau apapun itu asalkan kematiannya nanti tidak membahayakan posisiku"


"siap boss, tapi semua itu butuh duit banyak boss"


"kalian tidak perlu takut, aku akan membayarnya sesuai apa yang kalain lakukan nanti! sementara sekalian melakukan itu, aku akan mengambil alih beberapa coffee shop yang akan membuatku untung"


Setelah menginterupsi anak buahnya, Saka kembali untuk melancarkan semua rencananya. hingga ketika Saga dinyatakan menghilang dan dimangsa oleh hewan buas, Saka berhasil menguasai beberapa Coffee shop milik Saga dan berhasil membangun usahanya dengan kemampuannya.


Kabar meninggalnya Saga tidak hanya menjadi pukulan keras untuk Lesya, saat itu Liyora pun sama hal nya. ia begitu terpukul dan membuatnya syok. hingga suatu hati keadaannya dimanfaatkan oleh Saka ketika ia harus memiliki pasangan untuk menjadi pemimpin sebuah perusahaan, ia menikahi Liyora. dan karena Liyora yang masih sangat tidak stabil, akhirnya ia merasa nyaman dengan perhatian yang diberikan oleh Saka dan setuju menjadi istrinya.


Flashback Off_


"dari pada aku berdiam diri seperti ini, lebih baik aku kembali kedalam untuk menemui mereka dan membicarakan kerja sama! "


_


Kini Dita yang sudah didandani seperti seorang putri pun tidak hentinya menitikkan air mata. ia tidak bisa menolak untuk menikah dengan Alden karena rencana yang di buat oleh Sharena yang mengetahui tentang hubungan Alden dan juga Dikta.


Saat itu ketika Sharena menghadiri sebuah meeting, ia tidak sengaja melihat Dikta yang tengah bersama dengan Alden yang berlibur bak seorang pasangan kekasih. dan saat itulah Sharena memanfaatkanya untuk membuat Alden menikah dengan Dita.


Ia mengancam akan menyebarkan semuanya kepada hal layak jika Alden tidak menikahi Dita. dan dengan rencana Sharena Dita oun menurut untuk menikah, jika tidak Kenan tidak akan selamat karena sudah di culik oleh Sharena saat itu.

__ADS_1


"Dita, apa lo baik-baik aja? " tanya Alden yang masuk bersamaan dengan Dikta yang terlihat sama-sama sedih.


"mana mungkin gue baik-baik aja Alden, gue bahkan nggak tau siapa yang menculik Kenan. dan gue nggak tau kenapa orang itu menginginkan gue nikah sama lo Alden? "


Saat itulah Alden dan Dikta saling beradu pandang. mereka merasa sangat bersalah dengan Dita, bahkan mereka juga bersedih. karena jika Sharena membocorkannya, mereka khawatir jika masyarakat tidak hanya menghakimi mereka, melainkan mereka lebih memikirkan keluarganya yang akan menanggung malu.


"lo jangan sedih ya Dita, gue bakal cari solusinya" ucap Dikta


"apa maksud kamu cari solusi Ta? " bisik Alden


"entahlah, aku masih berpikir Alden"


"jangan bertindak gila, itu pesanku Dikta" tatapan yang khawatir terpancar dari kedua mata Alden


tok tok


"mama masuk ya" ucap Riana di balik pintu


"sayang, kalian kebawah ya. temuin para tamu. banyak kolega papa kamu Al"


"i-iya Ma"


Alden bergandengan tangan dengan Dita. ketika sampai dibawah orang yang pertama terlihat oleh Dita adalah Yoo joon yang datang bersama dengan Lesya dan juga Dylan.


Lesya berlari memeluk Lesya, saat itu Lesya yang tau soal penculikan Kenan pun ikut bersedih. Lesya memang sempat marah dengan Dita sebelum ia tau jika hubungannya dengan Alden hanyalah sebuah kamuflase, tetapi setelah Lesya tau segalanya, hubungannya dengan Dita sudah membaik.


"tenanglah Dita, Kenan pasti akan baik-baik saja" lirihnya dan menepuk pelan punggung Dita


"eh ini calon pengantin kenapa kelihatannya terharu banget? " ucao Seseorang yang baru datang dan membuat Dita dan yang lainnya menoleh.


Saat itu Sharena lah yang datang bersama dengan Arga dan juga Doni. Sharena lalu datang mengahmpiri Dita dan memeluk Dita dengan lembut.


"selamat ya Dita, sebentar lagi kau dan Alden akan resmi menjadi suami istri"


"iya terimakasih mba Sharena" balas Dita.


Sharena melihat Dylan yang saat itu menatap Dita dengan lekat. 'huh, rasain lo cewek centil. sok-sokan mau ngerebut Dylan. mampus kan lo sekarang gak bisa ngebayangin gue buat dapetin Dylan' batin Sharena dan kembali bergabung dengan Arga dan juga Doni.


Dan saat itu Dylan menarik Dita ke luar ruangan untuk berbicara. karena merasa penasaran Sharena segera mengikuti keduanya dan mendengar apa perbincangan diantara keduanya.


"Dita, apa kamu yakin mau menikah dengan Alden?"


"yakin tidak yakin aku harus melakukannya kak Dylan"


"kalau kau tidak yakin kenapa kau harus menikah dengan Alden? apa karena Yoo joon yang masih belum mengingatmu jika kamu seseorang yang penting untuknya?"


Dita hanya terdiam mendengar ucapan Dylan.


"bersabarlah sebentar lagi Dita, aku yakin cinta kamu cuman buat Yoo joon, vegituoun dengan Yoo joon"


'meskipun aku harus mundur untuk mendekatimu Dita, aku rela jika kamu bahagian dengan Yoo joon cinta sejati kamu' batin Dylan.


'apa? jadi cowok yang disukai Dita itu Yoo joon, bukannya Dylan?' Sharena terparangah mengetahui jika dugannya selama ini hanyalah sebuah kesalah pahaman.


.

__ADS_1


. bersambung


__ADS_2