
Arga masih terdiam dihadapan Lesya. karena tak kunjung berbicara, Lesya bergegas hendak masuk kembali kedalam mobilnya. namun Arga mencekal lengan Lesya. Lesya memutar tubuhnya dan segera menghempaskan genggaman Arga.
"tolong jangan sentuh saya" tegas Lesya.
"dengar Lesya, aku cuman mau kamu tau kalau aku benar-benar menyesal karena perbuatanku"
Lesya menatap nyalang mata Arga kemudian menarik sebelah sudut bibirnya dan membentuk senyum smirk. "kemana saja anda selama ini tuan Arga? Anda berbulan-bulan lalu sudah mempermalukan saya, dan baru sekarang anda meminta maaf? dan kenapa anda formal sekali tuan, biasanya anda selalu menyebut saya dengan sebutan lo. tapi kenapa sekarang anda sopan sekali?" ucap Lesya.
"aku tau kamu pasti sangat terluka saat itu, maaf karena aku baru meminta maaf sekarang karena aku harus pergi keluar negeri, dan aku sangat menyesal dengan kejadian itu Lesya" sorot penyesalan terlihat jelas dimata Arga.
"saat anda meminta maaf, apa anda tidak mengingat betapa anda membuat saya malu tuan Arga?"
_Flashback On
"emm Lesya, tolong kamu antar mereka keruang meeting. aku harus mengambil berkas dan berbicara penting dengan Doni" titah Arga.
"baik pak"
Lesya segera mengajak beberapa klien penting ke ruang meeting. namun tanpa ia duga, saat itu sharena sepupu dari Arga sudah ada didalam ruangan tersebut dengan senyum yang mengembang diwajahnya. iapun menyambut para klien penting, namun sebelum Arga datang, sharena memutar sebuah video yang berisi kemesraan antara Lesya dan juga Arvin ketika mereka masih menjalin hubungan.
sontak hal itu membuat Lesya terkejut. ia berpikir darimana Sharena memiliki fotonya dengan Arvin. dan yang membuat Lesya lebih terkejut yaitu disaat ia berfoto mesra dengan Saga yang masih mengenakan seragam sekolah.
"maaf sebelumnya, kalian harus melihat hal ini" ucap Sharena. "kalian harus tau tentang seseorang yang kalian anggap perfect ini tidak lebih dari wanita jal*ng"
"maaf kamu ini siapa? dan kenapa kamu berbicara seperti itu tentang saya?" Lesya tidak mengerti kenapa wanita yang tidak ia kenal berbuat seperti itu terhadapanya, wanita tersebut benar-benar ingin mempermalukan Lesya.
"jangan belaga bodoh Lesya, aku tau kamu ini wanita seperti apa! asal kalian semua tau, dia itu dulu kekasih dari bang Arvin. dan karena bang Arvin dibutakan oleh cinta, dia rela berkorban demi wanita ini hingga merenggut nyawanya. namun apa yang ia dapat, ketika dia meninggal wanita ini dengan mudah menikah dengan orang lain yang masih berstatus siswa SMA! apa kalian yakin menerima wanita pengkhianat sebagai sekertaris rekan kerja kalian? apa kalian tidak takut dia juga berkhianat dengan kalian nantinya?"
mendengar ucapan dari Sharena, beberapa klien itu saling berbicara dan menatap Lesya dengan rasa jij*k. merasa dipermalukan, Lesya tidak tinggal diam. ia ingin menjelaskan apa yang terjadi, namun lagi-lagi Sharena memotong ucapannya dan justru mengusirnya.
ketika semua klien didalam ruang meeting, Sharena mendorong Lesya hingga keluar ruangan dan tersungkur dilantai.
__ADS_1
Arga ditemani oleh Doni menyaksikan kejadian dimana Lesya didorong oleh sepupunya.
"Sharena, ada apa ini?" tanya Arga yang baru tiba bersama dengan Doni. ia terlihat bingung dengan perlakuan Sharena terhadap Lesya.
"bang Arga, kenapa bang Arga gak bilang kalo dia kerja sama bang Arga?"
ketika Arga berbincang dengan Sharena, Doni membantu Lesya untuk bangkit. ia membantu Lesya yang mengalami luka dilututnya akibat terjatuh.
"untuk apa abang bilang sama kamu? dan kamu sejak kapan ada disini?"
"itu semua gak penting, yang terpenting aku puas karna udah bales dendam seperti apa yang bang Arga mau. enak aja bang Arvin meninggal dia malah seneng-seneng!"
Lesya mendatangi Arga yang masih berbincang dengan Sharena. saat itu ia menatap Arga dengan tatapan marah. "sebenarnya apa hubungan bapak dengan Arvin?"
Arga menatap Lesya dengan lekat, ia lalu mendekat ke arah Lesya yang masih berdiri dihadapannya. "aku Arga Lesmana, adik dari Arvin Lesmana!"
"dan bang Arvin sengaja menerima kamu bekerja cuman mau balas dendam dan ngerjain kamu. dan apa yang terjadi tadi belum ada apa-apanya dengan pengkhianatan kamu terhadap bang Arvin."
"dan saya gak nyangka, kenapa orang sebijak Arvin memiliki adik seperti pak Arga. benar-benar berbanding terbalik."
plak
Sharena menamp*r wajah Lesya, setelah melakaukam hal itu ia mengisyaratkan kepada orang yag sudah ia perintahkan untuk melempari Lesya dengan telur dan tomat.
"hentikan, lebih baik aian bubar!" titah Arga. mendengar suara bariton Arga, beberapa orang yang diperintah oleh Sharena menjadi ciut dan segera pergi.
"Sharena hentikan, jangan bikin keributan, didalam ada banyam klien"
"tidak perlu berpura-pura membela saya pak Arga. mulai detik ini saya mengundurkan diri, dan untuk pinalti anda tenang saja, saya pasti akan membayarnya" Lesya melenggang pergi dengan keadaan kakinya yang terluka.
_Flashback Off
__ADS_1
"aku menyesal Lesya, tolong maafkan aku. jika kamu tidak memaafkanku, itu berarti bang Arvin juga tidak akan memafkanku!"
"itu bukan urusan saya, jadi lebih baik anda pergi"
"Lesya!"
"okey, kalau anda tidak mau pergi, biar saya yang pergi!" Lesya pun segera kembali kedslam mobil dan memerintahkan Andi untuk melanjytkan perjalanan pulangnya.
sesampainya Lesya apartemen miliknya, ia langsung masuk kedalam kamarnya. ia kembali teringat ketika ia bertemu dengan Saga untuk pertama kalinya setelah sekian lama.
Lesya memang memilih untuk tinggal sendiri di apartemen miliknya dulu yang sempat ia tinggali bersama Saga waktu itu.
"untuk apa kamu mencoba mendekatiku lagi Saga? apa kamu sudah bosan dengan perempuan itu sehingga kamu kembali mengingatku sebagai istrimu?" bulir air moaa lolos begitu saja dari pelupuk matanya.
"nggak, aku gak boleh lemah kaya gini. selama ini aku bisa bertahan tanpa Saga. jadi apa susahnya untuk menahannya lebih lama!" Lesya menyeka air matanya dan bergegas untuk membersihkan diri.
setelah beberapa saat Lesya selesai dengan ritual mandinya. Lesya berjalan menyusuri tangga apartemen haya mengenakan piyama tidur tanpa lengan, tanpa ia sadari seseorang berada didalam sana. dalam sinar lampu yang temeram, Lesya sangat terkejut. ketika ia hendak berteriak, orang itu membekap Lesya dengan tangannya.
Lesya tidak mudah menyerah, ia meronta dan menggigit tangan orang tersebut. dengan segera ia menggunakan jurus bela diri yang ia kuasai untuk mengunci orang tersebut.
"siapa kamu? berani-beraninya kamu masuk kedalam apartemenku?" bukannya Lesya yang dilumpuhkan oleh orang yang tidak ia kenal, justru sekarang kendali ada ditangan Lesya.
karena penasaran, Lesya segera menghidupkan lampu ruangan dan membuka topi yang dikenakan oleh orang yang sempat membekapnya.
"kamu?" kedua mata Lesya terbuka lebar.
.
.bersambung
.
__ADS_1