
'gua udah renggut apa yang Lesya jaga'
Dikta terduduk di sebuah bangku yang ada di halaman belakang sekolahnya. Dikta terus terngiang-ngiang ucapan Saga disaat ia menceritakan tentang apa yang Saga lakukan terhadap Lesya.
"apa itu berarti Saga dan mba Lesya udah.." Dikta lalu menggeleng "gua gak harus pikirin itu, toh mereka udah nikah kalaupun mereka beneran.." Dikta kembali menghentikan ucapannya, ia tidak sanggup untuk melanjutkan ucapannya sendiri.
"woy.. kenapa lu Ta, dari tadi gua liatin dari jauh ngelamun aja! ada masalah lu?" ucap Alden yang baru datang bersama dengan Liyora.
"ga papa gua, biasa ajalah!" sembari melihat Liyora datang, Dikta mengangkat kedua alisnya menatap Alden.
"oh Liyora? dia mungkin mau oleng ke gua karna putus dari Saga" Alden terkekeh melihat Liyora yang memasang wajah cemberutnya.
"enak aja! gue mau kalian kasih tau gue kenapa Saga beberapa hari terakhir gak datang kesekolahan?"
Dikta dan Alden lalu diam sejenak mengamati Liyora yang bersedekap di hadapannya. Liyora lagi-lagi memasang wajah yang kurang bersahabat.
"dia nemenin mba Lesya yang baru aja kecelakaan satu pekan lalu!" sahut Dikta. dan disaat bersamaan Alden dan Liyora merasa terkejut.
"maksud lu calon istri gua kecelakaan Ta?" pertanyaan Alden di angguki oleh Dikta, dan seketika Alden mengacak rambutnya frustasi "lu kenapa gak bilang si Ta, tau gitu gua kesanalah jengukin Lesya!"
"oh jadi cewe tua itu kecelakaan? bagus deh, kenapa gak sekalian aja mat* biar Saga gak kerepotan ngurusin dia!"
"jaga ucapan lo Ra!" hardik Dikta yang membuat Liyora tersentak.
"iya Ra, keterlaluan banget lu nyumpahin Lesya segala! gua dulu sempet kagum loh sama lu, tapi setelah gua tau sifat lu yang kaya gini. gua yakin lalat aja males tu ngerubungin lu!"
"hiihhh.. kalian itu bener-bener nyebelin ya! disini itu gue yang jadi korban. gue harus di tinggal nikah sama pacar gua itu gara-gara cewe tua yang terus kalian bela!" Liyora lalu pergi dengan kekesalannya.
disisi lain, Lesya masih meminta kepastian dari apa yang ia dengar. ia merasa syok karena Ella memanggil orang yang menurutnya Arvin dengan sebutan Saga.
"hei tenanglah Lesya, kakak ipar memanggilku seperti itu karna itu memang namaku!" ucap Saga menatap lekat Lesya yang menautkan kedua alisnya. "aku memang sudah mengganti namaku saat kita akan menikah! mungkin kamu lupa karna kamu mengalami kecelakaan Sayang!" bujuk Saga yang saat ity memegang kedua pundak Lesya dengan lembut .
"benarkah begitu?" Lesya menatap penuh selidik.
"iya itu benar Lesya, banyak yang menyaksikannya" sahut Ella.
"fuhh.." Lesya menghembuskan nafas panjangnya.
__ADS_1
"ada apa, kenapa kau mengehela nafas sangat panjang Lesya?" tanya Saga.
"aku kira kalian menutupi sesuatu dariku. tapi apa kau juga harus memanggilmu dengan sebutan Saga, Arvin?"
"senyaman kamu saja Lesya! karna aku suka apapun panggilan yang kau berikan padaku" Saga mengecup kening Lesya dan menariknya kedalam rengkuhannya.
"baiklah, kau nanti jangan lupa jemput Kakakmu Saga! aku harus pergi mengurus sesuatu" ucap Ella dan melenggang pergi meninggalakan Saga berdua dengan Leysa di pelukannya.
"sayang.." panggil Lesya
"hemm"
"berapa lama kita menikah? kenapa aku begitu banyak melupakan sesuatu!" Lesya terdengar sendu saat menanyakan hal itu"
"kita baru sekitar tujuh bulan menikah, tapi aku sangat menyayangimu. aku tidak akan bisa jauh darimu!" ucap Saga dengan jujur.
"aku tau kau memang sangat menyayangiku, tapi aku mau nanti kamu harus menceriktan kejadian-kejadian yang masih belum aku ingat, okey?"
"hemm baiklah, apapun akan aku ceritakan!"
Saga kembali mencium kening istrinya dengan lembut.
Sudah tidak dipungkiri lagi! Saga memang sudah jatuh hati dengan istrinya. namun, apakah Lesya akan seperti ini jika suatu saat nanti ia mendapatkan ingatannya kembali? entahlah semua itu akan diketahui jika memang saatnya nanti Lesya tau yang sebenarnya.
selang beberapa saat Saga benar-benar pergi untuk menjemput Saka di bandara. saat itu adalah kepulangan Saka dari perjalanan bisnisnya di luar negeri.
dan setelah itu, Saga langsung membawa pulang Saka yang terlihat sangat lelah hingga tertidur di dalam mobil.
Saga menyusuri jalanan hingga satu jam, sesaat setelah ia menghentikan mobilnya di halaman rumahnya, saat Saga dan Saka turun, Lesya sudah menunggu di depan rumahnya.
Lesya berhambur kepelukan Saga, saat itu Saga membalas pelukan dari Lesya. namun Lesya segera mendorong tubuh Saga setelah Saka terlihat berdiri di belakang Saka.
"apa kamu ini yang namanya kak Saka?"
ya, Lesya memang tidak mengingat Saka. itulah yang terjadi saat ini. dokter mengatakan bahwa, justru orang-orang yang mungkin selama ini berpengaruh di hidup Lesya, Lesya tidak akan memgingatnya dengan mudah. dan ini pun terjadi dengan Saga dan Saka. bahkan Lesya tidak ingat jika dulu mereka sangat sering bertemu bahkan mengenal.
yang lebih anehnya lagi, Lesya hanya lupa dengan keluarga barunya termasuk teman-teman Saga.
__ADS_1
Lesya berjalan mendekati Saka dan kini ia memeluk Saka. memdapat perlakuan seperti itu membuat Saka mematung. sedangkan Saga, mendadak wajahnya terpancar raut ketidaksukaan.
"selamat datang kakak ipar.." Lesya mendongak menatap Saka dengan mata yang berbinar.
"iya Lesya.."
Saga dengan segera menarik Lesya yang masih berada di dekat Saka. "hei ada apa Lesya, apa kau sangat merindukan kakakku hingga kau memeluknya sangat lama?"
Lesya terkekeh mendengar ucapan dari Saga yang terkesan cemburu. "kamu ini kenapa Arvin, apa kamu cemburu dengan kak Saka, hemm?" lagi-lagi Lesya terkekeh.
"harusnya kamu senang aku langsung akrab dengan kak Saka! kenapa kamu dari dulu tidak memberitahuku kamu mempunyai kakak seperti kak Saka?"
"emm ya sudah, aku harus kedalam. aku sangat letih" ucap Saka dan kini langsung pergi kedalam untuk segera beristirahat.
Lesya berjalan hendak masuk kedalam rumahnya, namun ia sadar saat itu Saga masih berdiri mematung dengan wajah yang cemberut.
"apa kamu marah karna aku dekat dengan kakakmu Arvin?" ucapan Lesya mengagetkan Saga yang sibuk dengan pikirannya sendiri.
"iyalah aku marah, aku tidak suka wanitaku menyentuh pria lain selain aku!" ketus Saga.
dan tanpa malu-malu, Lesya mengalungkan Tangannya di leher Saga sehingga membuat Saga gelagapan sendiri karna merasa gerogi dengan tingkah Lesya yang saat ini sangat manja dengannya
"kalau kamu memang menganggapku wanitamu, kamu tidak perlu mencemburuiku dengan kakakmu. karna wanitamu ini tidak akan melirik laki-laki lain Arvin!"
'apa kamu akan berkata seperti ini jika kamu tau aku bukan Arvin, tapi Saga! rasanya aku tidak sanggup jika nanti kamu akan kembali membenciku setelah mendapat semua ingatanmu kembali Lesya'
Saga menarik tubuh Lesya hingga tidak ada jarak di antara mereka.
"jangan pernah dekat dengan pria lain, karna aku akan membuatnya menyesal jika berani mendekati wanitaku" Lesya memeluk hangat suaminya dan begitupun dengan Saga yang memeluknya posesif.
Tanpa mereka sadari, saat itu Saka masih mengawasi mereka dari dalam sana dengan tangan yang mengepal.
"aku akan membantumu mendapat ingatanmu kembali Lesya. aku ingin kamu memaafkanku, dan aku ingin kamu tau bahwa laki-laki yang pantas denganmu bukan Saga. aku tau Saga masih mempunyai perasaan dengan mantan kekasihnya itu, aku tidak akan membiarkanmu kembali terluka seperti saat aku membuat kesalahan dengan membatalkan pernikahan kita!"
.
.bersambung
__ADS_1
.