It'S Perfect

It'S Perfect
Saingan Arles Company


__ADS_3

Pagi itu Doni terlihat sudah siap menemui Andi. Doni terlihat begitu sibuk di meja nya yang menunggu kedatangan Arga.


tap tap tap


"ada apa Doni, kenapa kamu terlihat menyiapkan sesuatu? " tanya Arga yang baru tiba.


"ada yang ingin saya bahas denganmu tuan Arga"


"ikut ke ruanganku"


Dengan segera Doni mengikuti Arga untuk ke dalam ruangannya. ketika Doni masuk kedalam, ia segera mengunci pintu ruangan agar tidak ada orang yang masuk.


"kamu mau ngomongin apa si Don? sampek pintu ruanganku harus di kunci? "


"sebenarnya ada yang mau aku bahas soal Via Ga"


"Via?"


"ya, tapi kau harus jaga rahasia ini. karena aku gak mau perasaan Via terluka. sebenarnya aku mau cari pelaku yang udah menodai Via"


"apa? maksudmu dia di perk*sa? "


"sstt jangan kenceng-kenceng Arga! " baru kali ini seorang bawahan justru memperingatkan atasannya. dan hal itu bisa terjadi hanya jika atasan dan bawahan adalah sahabat seperti Arga dengan Doni.


"kenapa kau harus ikut campur sama urusannya? bukankah Via itu sudah bersuami? harusnya suaminya yang mengurus itu! "


"ya, memang statusnya adalah istri Andi. tapi asal kamu tau Ga, mereka itu nikah cuman karna di jodohkan. dan sampek sekarang mereka hanya berteman"


"halah temen, mana bisa orang temenan itu hamil Doni? dan kenapa kamu peduli sama mereka"


"Via hamil karena orang jahat itu Arga. dan aku bakal perjuangin keadilan buat Via, setelah itu ketika bayi itu lahir mereka akan bercerai dan aku siap menjadi ayah untuk anaknya"


"tunggu sebentar, bukannya itu anak dari suaminya? "


"bukan! aku tau hingga detik ini mereka belum memiliki hubungan apapun kecuali pertemanan"

__ADS_1


Mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Doni menguak suatu kebenaran bagi Arga. dan hal itu membuat Arga tau jika saat ini Via mengandung darah dagingnya, karena dialah yanga saat itu merenggut kesucian Via dengan paksa.


'sekarang aku paham kenapa saat itu Via bilang tentang seseorang yang tidak bertanggung jawab'


"lalu apa yang bakal kamu lakuin kalo kamu tau siapa pelaku yang bikin Via hamil, Don? "


"yang pasti aku bakal ngehajar orang brengs*k itu. aku gak bakal maafin orang itu" sorot lebencian terlihat jelas dimata Doni saat ini.


Saat itu Doni mulai menunjukkan hasil rekaman CCTV yang berada di sekitar kejadian. meskipun CCTV tidak benar-benar menangkap gambar ketika orang itu berbuat jahat, setidaknya ia menemukan sosok laki-laki yang melintas dan terekam di dalam CCTV dengan jam yang sama dengan kejadian itu terjadi.


"baiklah, Arga. aku harus ketemu sama Andi untuk membicarakan hal ini"


Arga mengangguki ucapan Doni. awalnya Arga ingin melarangnya, namun ia tidak ingin Doni curiga dengan sikapnya yang tiba-tiba melarangnya untuk hal ini.


Setelah kepergian Doni, Arga terduduk lemas di atas kursi singgah sananya. Arga tertegun mengetahui hubungan yang sebenarnya antara Andi dan juga Via. dan hal itu memastikan jika bayi yanga ada didalam kandungan Via adalah anaknya.


"aku harus bertemu dengan Via. kenapa dia tidak jujur tentang ini"


Arga kemudian menghubungi Via untuk bertemu ketika jam makan siang. dan hal itu di setujui oleh Via.


"apa yang sebenarnya ingin anda bicarakan tuan Arga? " tanya Via. ia tau jika Arga mengajaknya bertemu pasti ada hal penting yang ingin Arga bicarakan.


"katakan siapa ayah dari bayi yang kau kandung saat ini?!" ucapan Arga begitu penuh penekanan.


"tentu saja suamiku tuan Arga! bukankah aku pernah mengatakan hal ini"


mendengar jawaban dari Via, Arga menarik ujung bibirnya dengan tatapan penuh selidik. "katakan yang sebenarnya. aku tau jika kau dan suamimu tidak menikah karena cinta. jadi katakan, anak siapa yang kau kandung! "


Via sedikit tersentak mengetahui Arga tau tentang pernikahannya. namun Via tidak heran Arga tau karena ia ingat jika Arga adalah orang kaya raya yang akan dengan mudah mendapatkan informasi tentang dirinya.


"jika kau tau aku dan suamiku menikah bukan karena cinta harusnya kau tau apa jawaban nya tuan Arga! "


"apa benar itu darah daging kuda, rasanya aku masih ragu dengan itu. mana aku tau kau pernah tidur dengan siapa saja, siapa tau walaupun dia bukan anak dari suamimu dia adalah anak dari lelaki selain diriku"


brak

__ADS_1


Via mendaratkan kedua telapak tangannya di atas meja makan yang saat itu penuh dengan makanan yang di pesan oleh Arga sebelum Via tiba.


"jika tujuan anda memanggilku kesini hanya untuk merendahkanku, maka sebaiknya anda tidak menanyakan siapa ayah dari anakku. karena aku bisa mengurusnya tanpa sosok ayah kandungnya"


Via pergi dari tempat itu dengan perasaan yang carut marut. ucapan Arga kali ini memang sudah keterlaluan. wanita manapun tidak akan Terima mendapat tuduhan seperti itu.


Sementara itu di tempat lain Lesya syok ketika melihat sepasang sepatu yang ditemukan oleh polisi memang benar milik Saga.


"ini memang milik suami saya pak, lalu dimana suami saya pak? kalian pasti menemukannya kan?"


"maaf Bu Lesya, kami hanya menemukannya terpisah di tepi jurang disekitar jalanan dimana kami menemukan mobil milik saudara Saga"


"baiklah terimakasih atas keterangannya. kami akan semaksimal mungkin untuk menemukan suami anda"


Setelah mendengar pernyataan polisi, Yoo joon membawa Lesya ke sebuah rumah sakit terdekat.


"kenapa kamu bawa aku kesini Joonie? kita harus cari dimana Saga sekarang"


"dengar Lesya, kau terlihat sangat lemah. jadi aku akan mememriksakanmu"


"tidak mau, aku harus bertemu dengan suamiku"


"Lesya, ingat di dalam sini ada kehidupan yang harus kamu jaga" ucap Yoo joon mengusap lembut perut Lesya.


Saat itulah Lesya tersadar jika ia memiliki tanggung jawab besar untuk bayi di dalam kandungannya. "lalu bagaimana dengan Saga, Joonie? "


"kamu tenang, aku pasti akan menemukan Saga Lesya. karena selain polisi orang-orang ku juga akan mencarinya."


Dan tanpa mereka sadari seseorang tersenyum dibalik dinding kepolisian yang mendengar jika Saga tidak ditemukan melainkan hanya lah sepasang sepatu yang ia temukan.


"apa kalian pikir aku benar-benar tidak memiliki uang? kalian slaah besar?! saat ini aku menyiapkan untuk membuat gebrakan baru yang akan menjadi produk sainganmu Arles Company. dan Saga, dia sudah pasti kehilangan nyawanya karena jatuh dari jurang" ucap Saka yang diam-diam mengawasi mereka.


.


. bersambung

__ADS_1


__ADS_2