
Tap
Tap
Tap
Yoo joon berjalan ke arah Dikta Alden dan Dita. ia berdiri mensejajari ketiganya dan melihat ke arah tamu undangan.
pandangannya yang terlihat tegas semakin memperlihatkan sisi kedewasaannya.
"Mereka tidak bisa menikah" sekali lagi Yoo joon mengucapkan hal itu dan memancing kemarahan dari Riana ibu dari Alden yang ditemani oleh suaminya yang sama halnya.
"Jangan beraninya kamu mengacaukan pernikahan anak saya"
Terlihat jelas jika saat ini Bian marah dengan apa yang di ucapkan oleh Yoo joon. bahkan saat itu Bian memanggil beberapa orangnya untuk mengusir Yoo joon.
"tunggu sebentar Tuan Bian, aku belum selesai dengan apa yang akan aku katakan. mungkin aku terkesan tidak sopan, tetapi ini harus aku sampaikan"
Kedua mata dari ayah Alden mengisyaratkan anak buahnya untuk segera mengusir Yoo joon dari acaranya. namun saat itu justru Alden melarangnya.
"kita dengarkan apa yang ingin dikatakan oleh kak Yoo joon" sambungnya sehingga menghentikan anak buah ayahnya yang siap untuk mengusir Yoo joon.
"sebelumya aku minta maaf, tapi aku tidak bisa melihat orang yang aku cintai menikah dengan orang lain. aku tidak perduli jika nanti akhirnya aku ditolak, tetapi dia harus tau jika aku mencintai Dita"
Yoo joon memutar posisinya dan menatap Dita. saat itu mungkin Yoo joon tengah bersiap melihat kemarahan yang juga akan ia Terima dari Dita karena mengacaukan pernikahannya. perlahan Dita berjalan ke arah Yoo joon dengan mata yang berbinar.
grep
Dita memeluk erat Yoo joon di hadapan banyak orang, saat itu ia menumpahkan airmatanya tanpa memperdulikan banyak pasang mata yang mengarah kepadanya.
"apa kamu mengingatku kak Yoo joon? " ucapnya dalam pelukan Yoo joon.
"ya, aku mengingatmu Dita. dan akumah kamu menghentikan pernikahan ini! "
Dita lalu memundurkan posisinya. kepalanya mendongak menatap lekat kedua mata Yoo joon. perlahan ia menggeleng dengan tatapan sedihnya.
"mungkin saja aku akan bahagia jika ini terjadi beberapa hari yang lalu kak Yoo joon, tapi aku harus menikahi Alden karena aku harus nyelamatin Kenan"
"Kenan? ada apa dengan Kenan Dita? "
Saat itu Dita ingin mengatakan jika Kenan telah di culik, namun ia enggan mengatakannya karena alasan keselamatan Kenan.
__ADS_1
brugh
"om Bian" teriak Dita yang melihat ayah Alden tumbang karena serangan jantung.
Saat itu Dokter memeriksa keadaan Biantara dan mengatakan jika Bian mengalami stroke ringan hingga membuatnya harus menggunakan kursi roda untuk membantunya berjalan karena kaki kirinya yang sulit digerakkan.
"kamu lihat Ta, papa aku punya penyakit jantung. entah apa yang terjadi jika dia tau kalau kita saling cinta Ta" lirih Alden
Ketika Alden dan Dikta saling berbincang, Bian memanggilnya Alden.
"papa ingin kamu tetap menikah dengan Dita Alden"
"tapi papa tadi lihatkan? Dita sama kak Yoo joon saling cinta"
"papa tidak melihat jika Dita mengatakan cinta dengan Yoo joon. tapi papa nggak mau kamu batal nikah, karena papa ingin kamu nerusin usaha papa Al. dan kamu harus menikahi Dita"
"tapi pa-"
"ssahhh" Biantara memegangi dadanya karena jantungnya yang terasa sakit, hingga saat itu Alden tidak bisa menolak permintaan dari ayahnya.
"Alden harus bicara sama Dita lebih dulu pa"
Alden menemui Dita di suatu ruangan, ia membicarakan tentang perjanjian pra-nikah. dimana Alden membuat sebuah kesepakatan dengan Dita. mereka bersepakat untuk menikah beberapa bulan lalu bercerai.
_
Lesya mendatangi Yoo joon yang termenung ditepi kolam renang miliknya. ia tidak pernah melihat Yoo joon sesedih saat ini. Yoo joon adalah seseorang yang sangat bisa menutupi kesedihannya, namun kali ini berbeda. Yoo joon terlihat tidak punya semangat hidup sama sekali.
Lesya duduk disebelah Yoo joon dengan menggendong baby Elgara. Dan saat itu Yoo joon yang melihat Lesya membawa Elgara ke tepi kolam.
"Sya, kamu jangan kesini. ini bahaya buat Elgara" Yoo joon bangkit dari duduknya dan mengambil alih Elgara kedalam gendongannya.
Saat itu Lesya tersenyum dan bangkit dari duduknya. ia lalu menatap Yoo joon yang saat itu menatap nya lekat sembari menggendong Gara dengan penuh kasih sayang.
"jika kamu bisa mengkhawatirkan orang lain, seharusnya ku jangan mengabaikan dirimu sendiri Joonie"
"apa maksudmu Lesya?"
"aku tau kamu kecewa dengan keadaan ini, seseorang yang kamu cinta menikah dengan orang lain. tapi ini sudah keputusan Dita yang memilih orang lain Joonie, dan kamu hatus Terima itu"
Seketika Yoo joon tertunduk lesu, perkataan Lesya memang benar apa adanya. namun keputusan Dita untuk menikahi Alden sangat menjadi pukulan keras untuk Yoo joon yang baru mengingat tentang perasaannya terhadap Dita.
__ADS_1
pruttt
suara yang terdengar dari baby Elgara membuat Yoo joon yang ingin mello seketika terkekeh.
"sayang, kamu puppin om Joonie?" ucapan Lesya membuat Joonie semakin terkekeh.
"kamu emang paling bisa bikin om ketawa ya Elgara" ucap Yoo joon yang perlahan sedikit melupakan kesedihannya.
Sementara di tempat lain saat ini Saga di kuring oleh ayah Zora yang tidak Terima jika putrinya dicampakkan oleh Saga. tidak hanya itu, Saga di kurung dan juga tangannya diikat karena terus menolak untuk menikahi kembali Zora dengan nama aslinya.
"pa, jangan kurung Dewa pa." rengek Zora.
"biarkan dia Terima akibatnya sayang"
"tapi pa, Dewa itu suami Zora. Zora gak main-main sama ancaman Zora tadi. Zora bakal mengakhiri hidup kalo papa tetep mengurung Dewa"
Bahkan saat itu Zora menidongkan sebuah pist*l di kepalanya. Novi yang sangat panik memaksa suaminya untk mengeluarkan Saga dari dalam kurungan. melihat Saga yang sudah keluar, Zora berlari dan menghambur kedalam pelukan Saga.
"tolong Zora lepaskan pelukanmu. aku bukan Dewa, aku ini Saga"
"baiklah tidak apa kalo mu nggak mau ngaku bahwa kamu Dewa, tapi beri aku bukti bahwa ku benar-benar bukan Dewa"
"kalau begitu ikut denganku dan lihat siapa aku sebenarnya" tawar Saga.
_
Andi duduk di samping Via yang saat itu tengah bermain dengan ponselnya. karena hati minggu, Via memilih untuk bersantai di rumahnya dengan peritnya yang sudah besar karena usia kandungan yang menginjak sembilan bulan.
"Via, kita jalan yuk"
"kalo lo mau jalan, lo bisa nunggu setengah jam lagi Andi. pasti tunangan kamu itu sebentar lagi datang dan mengajakmu keluar"
"Via, bukannya gue udah bilang, gue nggak pernah nganggep dia kayak gitu."
"sejak lo gak jujur sama gue, gue udah gak perduli sama apa yang lo lakuin Andi. semua itu anggota gak lo. disini gue kan cuman istri lo karena nenek lagian gue juga hamil bukan anak lo, jadi kita gak ada ikatan selain sandiwara"
setelah mengucapkan hal itu Via masuk kedalam kamarnya dengan air mata yang menggenang dipelupuk matanya.
"semakin gue bersikap kayak gini, ini semakin menyiksa gue. dan gue nggak bisa lupain lo Andi. dan sebentar lagi lo bakal ceraiin gue dan nikah sama Rizza" liriknya didalam kamar
.
__ADS_1
. bersambung