
Andi membulatkan kedua matanya ketika melihat Via hampir terjatuh. untungnya saat itu seseorang menangkap Via hingga membuat Andi bernafas lega.
Namun sayang, rasa leganya berubah menjadi rasa seperti terbakar. pasalnya orang yang menangkap Via adalah Arga, ayah dari anak yang dilahirkan oleh Via. Meskipun Via tidak mau Arga mengakui anak itu sebagai anak Arga, namun ia tidak bisa menyangkal jika darah Arga lah yang mengalir di tubuh putrinya yang saat ini baru berusia satu bulan.
"apa yang kau lakukan Via, ini bahaya untukmu yang baru melahirkan" ucapan Arga membuat Via terperanjat. pasalnya ia sebelumnya tidak tau jika yang menangkapnya adalah Arga.
dan Via segera melepas tangan Arga dari pinggangnya dan berdiri sedikit menjauh dari Arga.
Via kembali duduk di mejanya untuk melanjutkan pekerjaannya.
tring
ponselnya berdering, ia pun mengangkatnya. dan pandangan Arga dan juga Andi terus terpaut ke arah Via yang tengah berbicara di telefon.
"apa? kalau gitu aku akan segera pulang"
Via mengambil tasnya dan menghampiri teman sekantornya yang berada di sebelahnya.
"Din, nanti tolong izinin sama bu Lesya ya, aku harus pulang anak aku sakit"
"oh iya Vi, take care ya. semoga anak kamu lekas membaik"
"iya Din, makasih"
__ADS_1
Via segera pergi, dan Arga dengan Andi lilin segera mengejarnya. namun keduanya tidak bisa menyusul Via.
"Via tunggu"
Keduanya mengikuti Via yang sudah lebih dulu menaiki taksi yang kebetulan berada di depan kantor.
Saat itu mereka terus mengikuti Via hingga ke rumahnya.
Via segera menutup pintu rumahnya, namun Arga dan Andi setia menunggu di depan rumah selama beberapa menit.
"ada apa dengan mereka, kenapa mereka masih disini? tapi aku harus segera membawa Rea ke rumah sakit"
Akhirnya Via membuka pintu rumahnya, disana Andi dan Arga segera mendekati Via yang tengah menggendong Rea.
"Rea sakit, gue mau ke rumah sakit"
"sama gue aja Via"
Via tak memikirkan apapun kecuali kondisi Rea saat ini, akhirnya tanpa banyak berbicara Via dan Andi segera ke rumah sakit, sementara Arga mengikuti mereka dari belakang.
-
Lesya merasa bingung ketika Arga tak kunjung tiba. pasalnya nya mereka sudah saling berbicara lewat telefon untuk membicarakan pekerjaan mereka.
__ADS_1
"Joonie, bagaimana jika kita lakukan ini"
Lesya berdiskusi dengan Yoo join mengenai proyeknya yang ia jalankan bersama dengan Arga.
"masalahnya Arga tidak ada disini, bagaimana bisa kita melakukannya tanpa oersetujuannya kan Lesya? "
"kamu benar Joonie, kalau gitu aku harus menemui Saga untuk berbicara tentang hal ini"
"ya sudah hubungi saja Saga"
Lesya mencoba menghubungi Saga, namun Lesya tidak mendapat jawaban sama sekali. akhirnya ia memutuskan untuk menemui Saga di coffee shop miliknya bersama dengan Yoo joon.
namun di tengah jalan mereka melihat Dikta yang tengah berdiri di sebuah toko bersama dengan Dita. Lesya mengerutkan dahinya. ingin rasanya ia menanyakan tentang hubungannya dengan Alden. namun karena urusannya yang penting, Lesya menguringkan niatnya.
namun ketika sampai di sebuah jalan sepi beberapa orang menghadangnya. dan membuat Lesya sedikit panik.
"aku memang bisa bela diri, tapi mereka terlalu banyak kan Joonie? " Lesya dan Yoo joon saling menatap dan segera menghentikan mobil yang mereka naiki.
"turun lo pada" pekik salah satu orang
.
. bersambung
__ADS_1