
Pintu UGD pun terbuka, saat itu Arga di pindahkan ke sebuah ruang ICU agar mendapat penanganan yang lebih intensif.
"Bagaimana keadaan kakak saya dok?"
"Begini bu, kakak anda mengalami luka parah di bagian tulang ekor. Untuk hasil yang lebih jelas pasien akan menjalani Cityscent"
"Baik dok, tolong lakukan yang terbaik untuknya dok"
Setelah menunggu cukup lama, dokter membawa hasilnya. Dan saat itu dokter mengatakan jika Arga mengalami lumpuh. Meskipun begitu Arga masih bisa pulih asalkan rutin menjalani terapi.
Keesokan harinya, ketika Sharena masih terlelap menemani Arga. Seseorang menyentuh kepalanya yang bersandar di ranjang rumah sakit milik Arga.
Perlahan Sharena membuka kedua matanya.
"Bang Arga"
Kedua bola mata Sharena membulat sempurna. Namun setelah itu ia segera memeluk Arga karena senang.
"Akhirnya bang Arga siuman, bentar ya bang, Sharena panggilin dokter dulu"
Sharena bergegas memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Arga. Setelah itu dokter terlihat menyimpan sesuatu. Namun seorang Arga tidak bisalah di bohongi sehingga Arga menyuruh Dokter mengatakan apapun semuanya hasilnya tentang dirinya.
"Begini, ada benturan yang sangat keras tepat do tulang ekor pak Arga sehingga pak Arga mengalami lumpuh. Dan kemungkinan besar akan butuh waktu lama untuk bisa sembuh"
"Apa?"
Sharena begitu terkejut mendengar kondisi Arga saat ini. Sementara Arga, Arga hanya terdiam sembari melihat ke arah kakinya yang memang tidak bisa ia gerakkan.
'Apa yang harus aku lakuin? Bang Arga jadi kayak gini karna aku. Tapi aku nggak mungkin ngakuin itu, atau bang Arga bakal kecewa sama aku. maaf bang Arga, maafin aku bang'
__ADS_1
"Sharena" Sharena tersentak ketika Arga memanggilnya. Ia menjadi lebih gugup dan berkeringat dingin.
Melihat Sharena seperti itu membuat Arga cemas. Ia tidak bisa terlihat lemah di hadapan sepupunya.
"Dengar Sharena, tenanglah. Aku tidak pa-pa, aku masih bisa sembuh, meskipun itu akan lama. Tapi kau jangan takut okey"
Sharena mengangguki perkataan Arga dan kembali memeluk Arga dengan tangisannya tanpa suara. Namun saat itu Arga tau jika sepupunya sangat terpukul dengan kondisinya saat ini. Namun sesaat setelah itu Sharena bangkit dan menyeka air matanya kasar.
"Ada apa Sharena, kau mau kemana?"
"Aku akan pergi bang Arga. Aku akan membawa orang yang harus bertanggung jawab atas keadaanmu saat ini" Sharena pun melenggang pergi meninggalkan Arga sendiri.
Dan saat itu Arga yang melihat ponsel miliknya di atas nakas rumah sakit segera meraihnya.
"Halo, dimana Don?"
"Ini beneran lo yang telfon gue Ga?"
Ceklek
Pintu terbuka dari luar, dan saat itu Doni lah yang masuk. Doni terlihat tidak percaya jika Arga sudah sadar dan batu saja menghubunginya.
"Syukurlah lo udah sadar Arga"
"Itu gak penting Don, lebih baik sekarang lo pergi ke rumah Via. Gue yakin Sharena kesana"
"Maksud lo apa Arga? "
"Tadi Sharena bilang mau nyari orang yang harus bertanggung jawab atas keadaan gue, gue yakin dia ke rumah Via saat ini. Cepat lo susul dia sekarang"
__ADS_1
Dengan segera Doni menuriti ucapan Arga dan menyusul Sharena ke rumah Via.
Ketika Doni sampai di rumah Via, benar apa yang dikatakan Arga. Saat itu Sharena tengah berbincang dengan Via yang tengah menggendong putrinya.
"Sharena, ayo kita ke rumah sakit. Kenapa kau disini? Arga sudah siuman Sharena"
"Aku tau itu Doni, tapi aku harus mengatakan sesuatu dengan wanita ini"
Sharena berjalan semakin mendekat ke arah Via. Ia lalu mengusap lembut pipi Rea yang terlelap di gendongan Via.
"Hai babygirl, kau sangat beruntung. Ibumu saat ini masih bisa menggendongmu"
Via dan Doni tidak mengerti dengan sikap yang ditunjukkan oleh Via saat ini. Tidak biasanya Sharena berkata lembut jika berhubungan dengan Via. Sehingga hal itu membuat Doni dan Via terheran.
"Dan apa kau tau babygirl, ibumu masih sehat itu karna kakak sepupuku, yaitu ayah kandungmu"
"Sharena, kau mau apa? Katakan apa tujuanmu kesini? " Tanya Via yang mulai merasakan akan ada sesuatu.
"Kau harus menikah dengan bang Arga"
"Kami nggak bisa seenaknya seperti ini Sharena" Sahut Doni.
Sharena lalu menatap Doni dengan lekat. Ia tau jika Doni menyukai Via sehingga Doni mengatakan hal seperti itu.
'Sorry Don, aku harus mengorbankan perasaanmu. Selain ini bisa membuat bang Arga senang bisa dekat dengan anaknya, ini juga akan membuat jalanku menuju Dylan terbuka lebar. Tanpa adanya Via.'
"Bisa Don!" Sahut Sharena yang melirik ka arah Doni, dan setelah itu Sharena kembali menatao tajam Via yang ada di hadapannya. "Gara-gara nyelamatin dia bang Arga jadi lumpuh. Dan dia harus mau menikah dan mengurus bang Arga" Lanjutnya.
Namun jawaban itu membuat Doni dan Via terperangah. Mereka tidak menyangka jika Arga akan mengali kelumpuhan.
__ADS_1
bersambung