It'S Perfect

It'S Perfect
Menjadi Ceroboh


__ADS_3

Yoo joon dan Dylan tengah meeting dengan Arga, namun kali ini Yoo joon terlihat tidak fokus. Hal itu disadari oleh Arga dan juga Dylan.


"Yoo joon" panggil Dylan sembari mendentingkan pena yang ada ditangannya.


"ada apa Dylan?" sahut Yoo joon


"seharusnya itulah yang aku tanyakan, ada apa denganmu hari ini?"


"iya tuan Yoo joon, apa ada yang menganggu pikiranmu?" Arga menimpali ucapan Dylan.


"kemarin, saat aku pergi ke suatu tempat, aku menabrak seseorang hingga tewas"


Arga dan Dylan terkejut mendengar ucapan Yoo joon, dan keduanya melempar pandangan yang seolah saling bertanya-tanya. Pasalnya Yoo joon bukanlah seseorang yang cerobo, bahkan ia tidak pernah melanggar peraturan lalu lintas sejak ia mendapat izin mengemudi.


Dan ini adalah kesalahan pertamanya dalam berkendara, itupun Dylan juga tidak yakin jika Yoo joon benar-benar bersalah. Akhirnya Dylan menanyakan kronologi ketika Yoo joon menabrak seseorang hingga meregang nyawa.


"apa yang membuatmu bisa menbrak orang itu Yoo joon? Biasanya kau tidak pernah melakukan pelanggaran lalu lintas, kenapa ini kau bisa menabrak? Dan apa orang itu meminta jalur hukum?" tambah Dylan.


Yoo joon menggeleng, ia lalu melihat Dylan dan Arga sekilas. "sebenarnya saat itu aku tengah memikirkan sesuatu sehingga aku tidak memperhatikan jalanan dan menabrak nenek-nenek itu. Pihak keluarganya tidak menuntutku!"


"lalu apa yang membuatmu diam sepergi barusan?" tanya Arga


"nenek itu kritis dan setelah dia siuman, dia memintaku untuk menikahkan cucunya karna dia ingin melihat cuvunya menikah sebelum dia pergi"


Keduanya masih antusias mendengarkan cerita daei Yoo joon, hingga tanpaereka sadari sudah lima belas menit mereka tidak membahas apa yang sudah diagendakan sebelumnya.


"dan cucu nenek itu afalah Andi, asisten Lesya" sambung Yoo joon


"Andi? Lalu Andi menurutinya begitu saja?"


Yoo joon memgangguki pertanyaan dari Dylan. Namun Arga juga masih penasaran kenapa Andi mau begitu saja menerimanya.


"lalu siapa uang Andi nikahi?"


"Via, salah satu karyawan Lesya. Dan yang lebih parah mereka tidak saling cinta"


"lalu kenapa Andi menerimanya begitu saja? Apa dia tidak memiliki pendirian atau kekasih?" ucap Dylan.

__ADS_1


"aku tidak tau, tapi yang jelas aku sangat merasa bersalah dengan mereka."


"tunggu, lupakan itu. Yang aku herankan, apa yamg bisa membuat seorang Yoo joon berpikir seserius itu sehingga kamu menjadi ceroboh?" Dylan menatap.penuh selidik.


"ada sesuatu yang tidak bisa aku ceritakan"


"lebih baik kita mulai meetingnya, ini jauh lebih penting saat ini" pungkas Arga sembari melihat arloji ditangannya.


Namun sebelum mereka memulainya, seorang weiters datang lengkap dengan buku menu yang ada ditangannya. Ya siapa lagi kalau bukan Dita.


"permisi tuan..tuan.. Silahkan ini buku menunya" Dita mengilurkan buku menunya kesetiap orang dengan senyum yang mengembang diwajahnya. Saat itu Dylan dan Arga menyunggingkan semyum mereka kecuali Yoo joon yang menatap Dita dengan datar.


namun Dita tidak menanyakan hal itu, yang ia tau mungkin saat ini Yoo joon hanya bersikap profesional didepan rekan-rekannya.


kemudian Dita kembali masuk mengantar pesanan yang sudah dipesan oleh mereka.


"silahkan, semoga kalian menikmati hidangan dari restoran kami"


"emm Dita, bagaimana keadaan Kenan? Apa dia sudah membaik?" Dylan menghentikan langkah kaki Dita dengan pertanyaannya.


Saat itu diam-diam Dita mencuri pandamg memperhatikan Yoo joon, namun Yoo joon yidak meliriknya sama sekali. Yoo joon terlihat sangat sibuk memeriksa berkas-berkas yang ada di laptopnya.


"emm Yoo joon, bisa kau tunjukkan progres dari projek yang ada di luat kota?" suara Arga menyadarkan Dita dan ia pun segera meninggallan meja mereka.


Didalam sana Dita terus memikirkan kenapa sikap Yoo joon yang tiba-tiba berubah. Oa sangat todak menyukai hal ini, karna jujur saja sebenarnya ia memiliki perasaan yang sama dengan perasaan Yoo joon.


"apa kak Yoo joon marah karna aku belum menjawab pertanyaannya tentang perasaaku? Tapi dia sudah tau kenapa aku belum menjawabnya. Dan tentu saja kak Yoo joon sangat memahamiku karna sudah sangat lama dia baik-baik aja dan masih sangat perhatian denganku terlebih dengan Kenan."


Entah kenapa perasaan Dita menjadi tidak enak. Ia khawatir saat ini Yoo joon telah memiliki perempuan idaman lain, yamg mau menerimanya dan tidak menyuruhnya untuk menunggu.


"apa yang kau pikirkan Dita? Tentu saja kak Yoo joon banyak banget yang suka dan mereka semua cantik dan modis, mana mungkin tidak ada yang dia suka dan hanya menunggu perempuan sepertiku?" mendadak keputus asaan timbul dipikirannya. Memang Dita belum pernah melihat Yoo perhatian dengan perempuan lain selain Lesya, tetapi Yoo joon sudah mengatakan perhatianny hanya karna persahaatan mereka sejak mereka kecil.


"Dita, ada yang nyariin lo tu didepan" ucap salah satu teman kerja Dita, dengan segera Dita pun berjalan ke depan restoran.


Dita merapikan rambutnya dan juga pakaiannya dan bersiap menemui seseorang yang mencarinya.


"hai Dita" ucap seseorang disampingnya.

__ADS_1


"kak Dylan, kakak yang mencariku?" tanya Dita dengan pandangannya yang sesekali mencari keberadaan Yoo joon, namin ia tidak mendapati Yoo joon sama sekali.


"aku mencarimu karna aku ingin kamu.."


"Dylan" panggil seseorang sehingga membuat ucapan Dylan terpotong.


"Arga, ada apa? "


"aku harus membahas tentang projel kita yang tadi, sepertinya Yoo joon tadi menjelaskannya kurang fokus"


"ya mungkin saja dia tidak fokus karna dia metasa bersalah atas meninggalnya nenek dari Andi"


"maksud kak Dylan apa? Kenapa kak Yoo joon harus merasa bersalah?" celetukan Dita membuat keduanya menatapnya.


"aku tunggu di kantorku" ucap Arga dan meninggalkan Dylan bersama dengan Dita. Dan Dylan pun menganggumi ucapan Arga.


Dylan menarik Dita kesebuah tempat duduk. Saat itu dia menatap Lekat Dita. "kak, kamu belum menjawab pertanyaanku. Kenapa kak Yoo joon merasa bersalah? Apa hubungannya dengan semua itu?"


"iya kemarin Yoo joon menabrak seseoramg hingga meninggal. Dan sebelum meninggal nenek itu meminta Yoo joon untu menikahkan cucunya, dan hal itu membuatnya merasa bersalah" tutur Dylan.


"dan orang yanh harus ia nikahkan adalah asisten Lesya dan yang lebih parah, mereka tidak saling cinta" tambah Dylan.


'apa itu berarti Kak Dylan diam bukan marah denganku, tapi karna merasa bersalah dengan orang yang ia tabrak? Kalo itu memang benar, aku tidak perlu khawatir kak Yoo joon akan meninggalkanku meskipun kami memang belum memiliki hubungan apapun.'


Dita membuang nafas lega.


_


"sgukurlah, tes membuktikan kalau kami hamil sayang" ucap saga diruang tamu.


Semenyara itu Dina. Yang menguping oun merasa kesal.


"awas kalian, gue gak akan pernah biarin kalian bahagia!" lirihnya dengan tangan yang mengepal


.


.bersambung

__ADS_1


__ADS_2