It'S Perfect

It'S Perfect
Penyadap Suara


__ADS_3

Ting Tung


Suara bel rumah Saga berbunyi, saat itu Lesya segera membuka pintu dimana Saga sedang sibuk bersama dengan tamunya.


ceklek


Lesya membuka pintu dan melihat siapa yang datang. dan ternyata orang itu adalah kedua orang tuanya, yaitu Tuan dan nyonya Guntara.


"mama, papa?"


Itulah yang terucap oleh Lesya, hingga Saga yang mendengarnya dari dalam, ia segera keluar bersama orang yang datang sebagai tamunya.


Saga bergegas untuk menemui ayah dan ibu mertuanya. sementara orang yang bersama dengan Saga berpamitan untuk pergi agar tidak mengganggu kebersamaan keluarga yang baru saja bertemu.


Di sana nyonya Guntara langsung mencari keberadaan dan cucu dan langsung di hantarkan oleh Lesya untuk menemui sang cucu yang berada didalam kamarnya yang terletak di lantai atas, yang tengah berada di kamar Lesya karena kamar Elgara yang tengah di sterilkan dari beberapa bahaya seperti halnya alat peledak atau semacamnya.


Karena Lesya yang sibuk dengan ibunya, saat itulah Saga mulai berbincang dengan ayah mertuanya. yang memenangkan kedatangannya bukan tanpa alasan. pertama selain ingin menemui cucunya, Guntara juga mengatakan jika Yoo joon menghubunginya jika ada salah satu mafia yang berbahaya telah mengingat keluarga anak semata wayangnya. dan hal itu pun membuta Guntara tidak tinggal diam.


"pertama, papa sangat senang ternyata kamu selamat dari kecelakaan itu Saga. dan yang kedua, ada aslaan tertentu yang ingin papa bahas"

__ADS_1


Guntara bukanlah orang yang suka bertele-tele ia akan langsung mengatakan apa saja yang ada didalam benaknya.


"coba kau ceritakan semuanya Saga, kenapa bisa Agra Buana menjadikan Lesya target? yang kita ketahui jika Agra adalah orang yang sangat berbahaya bukan?"


"iya pa, bahkan sudah beberapa kali mereka menyerang hingga kaki sempat bersembunyi dari mereka karena belum adanya persiapan pa"


Saga menceritakan kejadian ketika dirinya selamat dari perbuatan orang yang mencelakainya hingga ia di rawat oleh Zora yang menganggapnya sebagai Dewa, yaitu calon suaminya yang sudah meninggal dunia beberapa tahun silam.


Cinta yang dimiliki oleh Zora tehadap Dewa membutakannya hingga menganggap Saga salah Dewa karena kemiripan wajah mereka. dan karena Saga mengalami amnesia, Saga pun beranggapan jika dirinya memang Dewa sehingga ketika ia mengingat siapa dirinya yang sebenarnya, hal itu sudah menjadi sesuatu yang sedikit terlambat.


Saga bahkan menceritakan ketika ia mabuk karena merasa Lesya sudah mengkhianatinya dengan berselingkuh dengan Yoo joon sahabatnya sejak dulu ketika tinggal di Korea. Untung saja ketika ia sudah tidak mabuk, ia bertemu dengan Yoo joon. dan saat itulah Yoo joon menceritakan tentang ancaman yang sudah di Terima oleh Lesya.


Guntara menarik nafas dalam, matanya melirik kiri kanan. dan saat itulah Guntara mulai mengerikan sesuatu di ponselnya. dimana disana ia menuliskan mereka harus berhati-hati ketika berbicara, Guntara yakin jika ada penyadap didalam rumah mereka.


"ada apa ini Saga? kenapa kamu memanggil mereka? "


Saga tidak mengucapkan apapun, ia justru sibuk mengetik dengan ponselnya sehingga membuat Lesya kesal.


pasti dia sedang menghubungi seseorang, dan mengabaikanku karena marah. itulah yang ada dibenak Lesya. namun selang beberapa detik ponsel miliknya juga berdenting. dimana Saga menjelaskan tentang apa yang dikatakan oleh Guntara.

__ADS_1


Lesya mengeluarkan ponsel dari dalam saku bajunya dan melihat isi pesan yang dikirim oleh Saga. dahinya yang berkerut dengan alis yang saling bertaut menuntut penjelasan. hingga saat itu Saga segera menjelaskannya.


Dan disaat itulah Lesya tau jika Saga sudah mengetahui apa rencananya. dan Saga menggeleng mengisyaratkan untuk istrinya tidak melakukannya. Saga juga mengerikan jika dia sangat terluka mengetahui istrinya berjuang sendirian untuk melindungi suami dan anaknya.


Dan saat itulah Saga memberitahu rencana dengan Yoo joon yang akan berpura-pura seperti apa yang dilakukan oleh Lesya.


"apa kami yakin Saga? "


"sssttt" Saga meletakkan telunjuknya kepada bibir Lesya. Saga lalu mengetikkan lagi jika mereka harus berhati-hati untuk berbicara karena takut jika ada penyadap suara dan akan membuat Zora dan Agra tau pembicaraan mereka.


Meninggalkan rumah tangga Lesya dan Saga, saat ini yang terancam adalah rumah tangga Alden dengan Dita. dimana Dita masih belum menerima jika Alden mempunyai perasaan lebih kepada sahabatnya, yaitu Dikta.


Dita tentu saja mendukung Alden untuk bersatu dengan kekasihnya. namun semua itu hangus. Ketika tau jika Dikta lah yang dicintai oleh Alden, Dita merasa itu tidak benar. mereka harus mengakhiri, jangan sampai itu berlanjut. jika itu berlanjut, Dita bahkan ingin mengadukannya kepada orang tua Alden.


"dengar Dita, aku bisa menjelaskannya"


Tetapi Dita tidak memperdulikan ucapan Alden dan berjalan terus hingga menabrak Sharena yang tengah menguping hingga terjatuh. suara Sharena jatuh membuat kedua pria yang tengah berdebat segera menoleh kearahnya.


Dan saat itulah Arga dan Andi saling menatap satu sama lain. apa Sharena berada disitu sejak tadi? itulah pertanyaan yang ada di hati Arga dan juga Andi.

__ADS_1


.


. bersambung


__ADS_2