It'S Perfect

It'S Perfect
Kepergian Saga


__ADS_3

Sudah tiga hari Lesya menjalani rawat inap, hari ini akhirnya Lesya diizinkan untuk pulang oleh dokter. namun saat itu Lesya terkejut ketika orang tuanya membawanya kembali ke kediaman Guntara.


"pa, ma. kenapa kalian bawa Lesya pulang kesini? Lesya harus pulang ke kontrakan, pasti Saga udah nunggu Lesya kan?"


nyonya Guntara membuang nafas berat, ia menggenggam erat kedua tangan Lesya. ia menatap dalam-dalam kedua netra Lesya. "kamu gak perlu kembali kesana sayang, karna Saga tidak ada disana!"


Lesya masih sulit mencerna maksud dari perkataan ibunya. pandangan matanya mencari kebenaran dengan melihat tuan Guntara yang saat itu hanya melihat kearah depan. saat itu mereka memang belum keluar dari mobil mereka.


"maksud mama Saga tidak ada disana apa ma? apa Saga sudah ada disini?"


nyonya Guntara menunduk, perlahan ia mengusap wajahnya dan kembali menatap lekat manik mata putrinya yang terlihat bingung.


"sebenarnya Saga tidak ingin menemuimu lagi sayang, Saga sudah pergi keluar negeri dengan orangtuanya!"


"tapi kamu tenang sayang, papa akan mengurus semuanya. apa yang kamu mau pasti akam papa lakukan, sekalipun itu untuk menggugat suami kamu itu!" tambah tuan Guntara.


"enggak pa, Lesya bakal cari tau apa yang membuat Saga pergi. karena Lesya sama Saga gak ada masalah apapun!" Lesya bersikeras untuk mencari Saga dan penyebab Saga memilih untuk pergi tanpa mengatakan apapun.


"tapi sayang-"


"pa, Lesya baru saja keluar dari rumah sakit. biarkan dia istirahat!" potong nyonya Guntara yangkemudian membuka pintu mobil dan membantu Lesya untuk masuk kedalam rumah.


nyonya Guntara membawa Lesya kedalam kamarnya. Lesya mengedarkan pandangan matanya menelisik tiap sudut ruangan yang masih sama seperti terakhir kali ia meninggalakan kamar itu, namun masih terlihat rapi dan terawat.


"kamu istirahat ya sayang, mama keluar dulu."


"iya ma"


Setelah ibunya pergi meninggalkan ia sendiri di kamar, bulir air mata lolos begitu saja. perasaannya mencelos ketika mengetahui suaminya memutuskan untuk meninggalkannya dengan alasan tidak bisa hidup dalam keadaan seperti ini.


airmata yang sudah menganak sungai ia seka dengan kasar. Lesya memperingatkan dirinya untuk tidak menjadi seorang perempuan yang lemah. sejatinya Lesya memang seorang perempuan kuat yang gigih dan tegas dalam melakukan apapun. hanya terkadang ia merasa dunia ini tidak adil. setelah Arvin, kini Saga pun meninggalkannya sewaktu dia masih tidak sehat.


keesokan harinya tanpa sepengetahuan orang rumah, Lesya diam-diam pergi kesekolahan Saga. dengan pakaian kasualnya, Lesya terlihat seperti seusia anak-anak SMA itu.


Lesya berjalan kesana kemari, ia pergi kesekolahan tersebut bertujuan agar ia bisa menemukan Saga. namun ia tidak menemukan siapapun yang ia kenal.


beberapa murid laki-laki menatapnya dengan kagum, begitupun murid perempuan. tapi tidak sedikit juga ada yang iri melihat kecantikan yang Lesya miliki.


"itu Dikta sama Alden kan?" Lesya bergegas segera menghampiri Dikta yang tengah berbincang dengan Alden.

__ADS_1


"Dikta, Alden.." sontak suara Lesya membuat keduanya menoleh ke arahnya bersamaan.


"mba Lesya"


"ada apa mba Lesya kesini? bukannya mba Lesya udah pergi sama Saga!" ucap Alden.


"iya mba Lesya, aku kira mba Lesya ikut Saga pergi." Dikta menimpali ucapan Alden.


"apa yang kalian ketahui tentang Saga? apa kalian tau dimana dia saat ini?"


"jadi Saga gak pergi sama mba Lesya?"


Lesya menggelengkan kepalanya dengan tatapan sedihnya.


"waktu itu setelah mba Lesya keluar dari rumah sakit, aku sama Alden menemui Saga dirumah kalian, tapi saat itu Saga gak ada disana. dan kami akhirnya pergi kerumah om Darma. tapi mereka bilang Saga pergi dari rumah dalam keadaan marah. kami pikir dia pergi sama mba Lesya!"


"apa maksud kalian, dia gak ada sama aku! dia bahkan tidak menghubungiku sama sekali."


"tapi hanya itu yang kami tau mba Lesya" sahut Alden


"kalin ini sahabatnya, tapi kenapa kalian tidam bisa melihat jika sahabat kalian ada dalam masalah?" Lesya pergi meninggalkan Dikta dan juga Alden yamg masih berdiri mematung saat Lesya mengucapkan hal itu.


"kak Saka" panggil Lesya.


mendengar suara Lesya, Saka segera meboleh kesumber suara. ia mengukir senyuman diwajahnya. selang beberapa saat, Saka memeluk Lesya.


"kamu darimana saja Lesya, dimana Saga?" tanya Saka.


Lesya mengerutkan dahinya, seharusnya dialah yang menanyakan hel itu. tetapi apa yang terjadi, justru saat ini Saka lah yang bertanya kelada Lesya.


"justru aku kesini mencari keberadaan Saga kak!" tukas Lesya semvari menatao manik mata Saka.


"tapi waktu itu dia pergi dengan kemarahan. saat itu pula dia mengatakan bahwa dia mau pergi dengan seseorang yang ia cintai, dan aku berpikir wanita itu adalah kamu Elsa!"


"tapi semenjak aku dirawat, Saga tidak pernah datang! dan kenapa bisa kak Saka berpikir orang yang Saga cintai adalah Elsa?"


"apa? kamu dirawat? kenapa tidak ada yang memberitahuku?"


"itu tidak penting kak, sekarang aku harus mencari Saga! dan sebenarnya apa yang membuat Saga marah saat dia pergi kak? dan kenapa kak saka bilang Saga mencintai Elsa?"

__ADS_1


"waktu itu papi dan mami menegurnya saat kami melihat postingan Elsa bersamanya"


"postingan? postingan apa kak?"


dengan segera Saka menunjukkan foto yang ada di akun sosial milik Elsa waktu itu. ketika melihat hal itu Lesya mengerutkan dahinya. "ini tidak seperti yang kalian pikirkan, aku tau ini hanya karena si pengambil gambar memotretnya daei sudut ini kak."


itulah Lesya. dari pada perasaannya, ia lebih memilih untuk berpikir rasional. dimana ia melihatnya secara objektif. mungkin ada rasa cemburu, namun keyika foto tersebut dilerhatikan dengan teliti, saat itu Elsa tidak benar-benar memeluknya.


"apa kamu yakin Lesya?" tanya Saka penuh selidik.


"itu yang aku lihat dari foto ini kak!"


"lalu Saga pergi dengan siapa, dia bilang dia akan pergi dengan orang yang ia cintai, bahkan dia sempat bilang dia akan keluar negeri!" tambah Saka


'jadi yang mama bilang benar, Saga pergi keluar negeri?'


"Lesya, kenapa kamu diam?"


"tidak kak, hanya saja aku memikirkan Saga. sebenarnya apa yang membuat Saga tiba-tiba pergi dan dia tidak menghubungiku sama sekali."


"lalu dimana mami sama papi kak?"


"mami sama papi ada di luar kota Lesya!"


Lesya mengangguki ucapan Saka "ya sudah kak aku harus pergi, jika ada kabar tentang Saga, tolong beritahu aku!"


"pasti Lesya" ucap saka seraya mengusap puncuk kepala Lesya dengan lembut.


'sebenarnya apa yang dipikirkan Lesya? kenapa susah sekali membuatnya untuk membenci Saga. padalah aku susah payah membuat Saga pergi dari hidupnya! meskipun aku melakukan ini dengan bantuan seseorang.'


.


.


.


.bersambung


.

__ADS_1


.


__ADS_2