It'S Perfect

It'S Perfect
Hewan Buas


__ADS_3

kali ini Arga sudah menyiapkan rencana lain sebelum ia mengajak Lesya pulang. ia menyuruh Saka untuk pulang lebih dulu.


"maaf pak, kenapa kita tidak pulang bersama dengan pak Saka?"


"masih ada yang harus gue lihat disini, mending lu ikutin aja perintah gue. gue gak suka kalo sekertaris gue cerewet!"


'gue tau saat ini lo takut karena gelap. gue sempet denger suami lo sendiri yang bilang lo pobia gelap, dan gue yakin dengan gue ajak lo semakin kedalem lo bakalan semakin takut'


saat itu Arga mengajak Lesya untuk lebih masuk ke dalam lahan kosong yang hanya di tumbuhi rerumputan dan pepohonan untuk membuat Lesya ketakutan. memang benar apa yang dipikirkan oleh Arga, semakin kedalam akan semakin gelap. dan saat itu terlihat jelas Lesya yang mulai berkeringat dingin.


'ini sebenernya pak Arga mau lihat apaan si, kalo makin kesini bakalan makin gelap kan?'Lesya mulai gusar


namun saat mereka semakin dalam, saat itu mereka dihadang oleh seekor serigala. dan disaat itulah Arga terkejut dengan adanya hewan buas. 'arrghh kenapa gue lupa, ini seperti hutan, dan tidak menutup kemungkinan ada hewan buas disini'


"lebih baik kita kembali sekarang pak, ini bahaya" ucap Lesya memperingatkan Arga.


"gue tau ini bahaya. ya udah mending kita kembali sekarang."


namun tidak semudah itu, serigala itu menghadang mereka untuk pergi. "serigala itu terlihat kelaparan pak"


"diem lo, gak usah bikin suasana tambah memburuk!"


"tapi itu kenyataannya pak"


dan saat itu Arga yang tidak ingin terlihat lemah, ia berusaha mengusir Serigala itu. serigala itu berusaha menggigit Arga. arga yang mengetahui saat ini ia menjadi sasaran, ia ingin menghindar. namun karena pergerakannya yang cepat, terkaman serigala sempat mengenai lengan Arga.


"argghh..." Arga terlihat kesakitan dengan darah yang mulai keluar dari luka terkam yang ia miliki. tidak berhenti disitu saja, serigala itu juga berusaha menggigit kaki dari Arga. dan saat itu terjadi, Arga semakin berteriak kesakitan.


"hus..hus.. pergi kau.. pergi serigala jahat"


mendengar suara Lesya yang berteriak, serigala itu beralih untuk menerkam Lesya. namun saat serigala itu berlari dan meloncat untuk memangsa Lesya, Lesya mengeluarkan jurus tendangannya sehingga membuat serigala itu terkapar. saat serigala itu hendak berbalik untuk menyerang, Lesya sudah memukul serigala itu beberapa kali dengan sebuah kayu di bagian kepalanya hingga serigala itu tidak sadarkan diri.


setelah mengalahkan serigala itu, Lesya berlari ke arah Arga yang kesakitan. darah mulai keluar dari lengan dan kakinya yang sempat di gigit dan diterkam oleh Serigala.

__ADS_1


melihat banyaknya darah yang keluar, Lesya merobek kemeja yang ia kenakan. untung saja Lesya mengenakan kaos dalam, sehingga ia bisa merobek kemejanya untuk membalut luka Arga.


setelah membalut luka Arga, Lesya berusaha membantu Arga untuk berjalan menuju mobil dengan memapahnya. Lesya begitu kesusahan saat memapah Arga yang memang tinggi badannya jauh di atas Lesya.


"pak, kitabharus segera pergi. aku yakin serigala tidak mungkin sendiri, pasti ada kawanan serigala lainnya. dan lebih baik kita segera ke rumah sakit. bapak duduk di belakang, biar saya yang mengemudi"


saat itu Arga hanya menuruti ucapan dari Lesya. Lesya melajukan mobil dalam kecepatan tinggi, hingga ia menemukan rumah sakit terdekat dari tempat itu.


tanpa menunggu lama, Lesya membantu Arga untuk masuk keruang tindakan.


setelah menunggu cukup lama, akhirnya dokter mengizinkan ia untuk menemui Arga yang kini berbaring diatas ranjang rumah sakit.


"bapak ingin sesuatau?"


"tentu saja, gue mau lo nganterin gue pulang. biar dokter keluarga gue yang akan merawat luka gue!"


"apa tidak sebaiknya bapak dirawat disini pak? disini sudah cukup bagus pelayanannya pak! dan saya juga harus segera pulang pak, ini sudah semakin malam!"


"lo mau gue pecat hmm?" saat sudah diancam seperti itu, Lesya hamya terdiam.


setelah keluar dari ruangan Arga, kini Lesya memutuskan untuk menghubungi suaminya.


"halo sayang, kenapa kamu belum balik? ini udah malem lo, apa bos kamu itu kelelawar? sampek malem tetep disuruh kerja!" sungut Saga di ujung telefon.


"ini aku sedang di rumah sakit Saga, tadi aku sama atasanku diserang oleh serigala"


"apa? serigala? kamu baik-baik ajakan sayang? atau kamu terluka?" Saga terdengar sangat memcemaskan keadaan Lesya.


"enggak kok Saga, cuman sekarang pak Arga yang terluka. dan ini udah malem, pasti gak ada kendaraan umum. apa kamu bisa-"


"bisa dong sayang, aku ini suami kamu. bila perlu aku akan antar jemput kamu setiap hari!" potong Saga.


"okey, sekarang aku shareloc ya Saga."

__ADS_1


setelah berbicara dengan Saga melalui telfon, kini Lesua melanjutkan untuk mengurus administrasi dan setwlah itu ia kembali untuk menemani atasannya yang saat ini tengah dirawat.


ketika memasuki ruang rawat, Lesya mendapati Arga yang tengah hendak mengambil minum. namun karena satu lengannya sakit dan yang satunya ada jarim infus, ia terlihat begitu kesulitan. sehingga Lesya berinisiatif untuk mengambilkan minuman itu untuk Arga.


dengan lembut Lesya memegangkan gelasnya, dan saat itu Arga mulai meminum minumannya.


"apa udah lo urus?"


"iya udah pak, kata dokter kita harus menunggu sampai infusnya habis agar bapak tidak terlalu lemas" ujar Lesya, kemudian Lesya duduk disebuah sofa.


karena terlalu lelah, tanpa memperdulilan atasannya yang masih terjaga, Lesya justru sudah terlelap dengan pakiannya yang bisa dibilang jauh dari kata rapi. saat itu Lesya hanya mengenakan celana kerja dengan kaos dan kemeja yang tinggal setengah.


Arga melihat Lesya dari atas ranjang. setelah beberpa saat Arga turun dari ranjang dan jalan terpincang menuju Lesya yang tertidur dengan posisi duduk.


"kenapa harus lo yang nolong gue? dan sialnya kenapa gue gak inget kalo disitu ada hewan buas!" lirih Arga dengan giginya yang mengerat.


Arga kemudian menyibak rambut Lesya yang menutupi sebagian wajahnya. saat itu terlihat raut wajah Lesya yang begitu letih. "jadi lo yang bikin abang gue tergila-gila? bahkan dulu dia sering nyeritain lo waktu telfonan sama gue. bukannya nanyain kabar gue, dia malah terus ceritain lo!"Arga menarik sebelah sudut bibirnya.


Arga terus memperhatikan wajah Lesya, saat itu seketika ingatannya ketika Lesya menolongnya dari serangan serigala timbul dan memenuhi isi kepalanya.


"setelah gue lihat lo ngalahin serigala tadi, gue inget kata bang Arvin kalo lo jago bela diri. dan itu lo buktiin tadi pas nyerang hewan buas itu!"


"gue heran, cewe kantor dan kelihatan lemah kaya lo ternyata lo lebih kuat dari serigala!" Arga menggelengkan kepalanya. "tapi walaupun lo tadi nolong gue, niatan gue buat bikin lo menderita gak akan pernah urung NEYMA LESYA GUNTARA!" Arga menekankan ucaoannya saat menyebut nama Lesya.


ceklek


seseorang membuka pintu dan membuat pandangan Arga beralih ke arah pintu. seketika Arga bangkit dari posisinya dengan wajahnya yang datar.


.


.


.bersambung

__ADS_1


.


.


__ADS_2