
Dikta dan Alden akhirnya meninggalkan Marsya dan langsung pergi ke restoran mereka. disana tanpa mereka duga sudah ada orang tua Alden.
"Ma, Pa kalian, kalian kapan balik ke indo? tau-tau udah disini aja? "
plak
Dikta ingin menanyakan kenapa ibu Alden menampar Alden, namun ia urungkan dan sementara memilih diam. Dan melihat apa yang akan orang tua Alden katakan.
"bagaimana kamu bisa membatalkan pertunangan kalian Alden? apa kamu mau membuat malu keluarga Biantara Ha? " Riana begitu meradang karena mengetahui Alden tidak menghadiri pertunangan yang sudah disiapkan diluar negeri kala itu.
"maaf ma, sebenarnya itu yang ingin Alden sampaikan saat mama pertama kali mengatakan perjodohan antara kami"
"tapi kamu nggak seharusnya batalin gitu aja Alden, harusnya kamu bilang sama kakak kamu dan kakak kami bisa mengatakannya sama kami sebelum semuanya dipersiapkan.! " sahut Roland menatap wajah anaknya yang juga melihat kearahnya.
'gimana bisa Alden ngomong sama kalian. sedangkan kak Muel bahkan mati-matian menyuruhku tunangan. tapi entah kenapa kak Muel saat itu tiba-tiba mendukung hubunganku dengan Dikta'
orangtuanya yang melihat Alden melamun semakin meradang dan menggebrak meja yang ada diruangan Alden.
"tunggu om, tante, kalian jangan seperti ini. mungkin aja Alden seperti itu karena mempunyai alasan lain." ujar Dikta.
sontak ucapan Dikta membuat kedua orang tua Alden melihat kearah Dikta. "coba kalian bayangin kalo seandainya Alden menikahi gadis pilihan kalian, dan dia tidak bisa membahagiakan karena dia tidak bisa mencintainya apa itu nggak lebih buruk om, tante? "
"tapi cinta bisa tumbuh dengan seiringnya waktu Dikta, dan hal itu tidak bisa dibuat sebagai alasan sama Alden! "
"tapi Alden udah punya seseorang yang Alden cinta. dan Alden gak akan pernah mencintai orang lain ma, pa! "
pernyataan Alden berhasil membuat kedua orang tuanya tertegun. pasalnya mereka tau anaknya tidak pernah serius ketika menjalin hubungan dengan banyak wanita. hingga mereka begitu terkejut ketika Alden mengatakan hal seperti itu untuk seseorang yang katanya orang yang di cinta.
Riana membuang nafas kasar dan kini sudah tidak memarahi Alden. ia justru menggenggam tangan Alden. "jika kamu memang memiliki seseorang yang kamu suka, tolong kenalkan dia sama mama dan papa. mama ingin tau dia orang seperti apa bisa membuat kamu berhenti bermain perempuan Alden.
" iya Alden, jika perlu kalian segera bertunangan! " sambung Roland.
"emm Alden pasti secepatnya ngenalin dia sama kalian, tapi Alden butuh waktu untuk itu" ucap Alden sembari melirik ke arah Dikta yang ada disampingnya.
__ADS_1
sementara itu ditempat lain kini Saga tengah menyuapi Lesya yang masih berada di rumah sakit. Saga begitu perhatian terhadap Lesya. terlebih dia sudah mempunyai kejutan untuk Lesya.
"ada yang aku berikan sama kami sayang" ucap Saga di tengah-tengah Lesya makan.
"apa itu? "
Saga lalu memberikan sebuah amplop untuk Lesya. dengan segera Lesya membukanya. dan ketika itu ia melihat isi dari amplopnya, Lesya mengukir senyuman diwajahnya.
"ini beneran Saga? "
"ya, kita akan bulan madu ke labuhan bajo sayang. maaf aku belum bisa mengajakmu ke tempat yang lebih jauh, karena masih banyak yang harus aku kerjakan Lesya."
"hei.. Labuhan bajo gak kalah dari tempat liburan yang lainnya kok Saga. jadi kamu nggak perlu seperti itu, aku udah seneng banget karna kamu mau memikirkan liburan untuk kita"
"syukurlah kalo kamu suka sayang" Saga kemudian mengecup punggung tangan Lesya dengan lembut.
tok tok
seseorang mengetuk pintu kamar dimana Lesya dirawat dan kemudian masuk kedalamnya.
"tidak pa-pa kak Saka. kau seharusnya tidak repot datang kesini karena kak Saka juga belum pulih kan? "
"tadi saya juga udah bilang gitu Mba Lesya. tapi mas Saka bersikeras meminta untuk menjenguk mba Lesya" sahut Liyora yang membantu Saka berjalan.
Lesya dan Saga hanya memandang satu sama lain memperhatikan Saka dan juga Liyora.
"itu amplop apa Lesya? apa itu hasil pemeriksaan? " tanya Saka.
"oh ini tiket yang diberikan oleh Saga kak. kami akan liburan setelah aku keluar dari rumah sakit."
mendengar hal itu Liyora terkejut dan menatap ke arah Saka yang saat itu juga ikut terkejut.
"wah kalian pasti mau baby moon ya.. kapan ya saya bisa kayak gitu mba, pasti saya bahagia sekali jika saya liburan sama orang yang saya suka." ucap Liyora sembari melirik ke arah Saga.
__ADS_1
"oh ya tapi kalian mau liburan kemana? kalo bisa jangan jauhjauh lo mba kasian ka dungan mba Lesya"
"ini Dina memang Saga megajakku ke labuhan bajo. selain disana dekat, tempatnya juga sangat indah Dina"
'yes akhirnya gue tau kemana mereka akan pergi. dengan begitu gue lebih gampang buat busa Lesya keguguran.' batin Liyora sembari memikirkan sesuatu yang sangat licik.
"sayang abisin dulu dong makanya, nanti kita lanjut ngobrol lagi okey? " ucap Saga.
dengan segera Lesya menghabiskan makanan yang disuapi oleh suaminya itu. sementara di tempat lain saat ini Yoo joon tengah bersma dengan seorang perempuan. dimana perempuan tersebut selalu ingin dekat dengan Yoo joon..
"emm kamu istirahat disini ya, biar aku carikan sesuatu yang bisa kamu makan" ucap Yoo joon.
selang beberapa saat Yoo joon datang dengan membawa camilan untuk perempuan tersebut. namun tiba-tiba gadis tersebut pingsan, dan Yoo joon segera melarikan gadis tersebut ke rumah sakit.
setelah mendapat penanganan dokter, gadis tersebut kembali sadar. dan saat itu ia mengajak Yoo joon berfoto dan kemudian ia unggah disalah satu media sosial dengan menyebut akun milik Yoo joon.
dan ternyata saat itu Dita tengah melihat akun milik Yoo joon. seketika perasannya bertambah carut marut. dan saat itu ketika Dita tengah membawa makanan untuk pengunjung, tanpa ia sadari tertukar dengan pesanan meja yang lain
"lo ini gobl*k ya, gue pesen yang lainnya dan lo malah ngasih gue udang? lo mau bikin gue gatel-gatel" pekik pengunjung sembari menyiramkan minuman ke baju Dita.
"tolong bersikap yang sopan, dia sudah meminta maaf tapi anda malah menyiramnya?"
"udah kak Dylan. ini emang salah aku kok, aku yang nggak konsentrasi" ucap Dita menenangkan Dylan. "dan buat mba, saya minta maaf ya, biar saya ganti pesanannya" sambung Dita dan akhirnya disetujui oleh pengunjung tersebut.
Dita kemudia pergi karena dapur. namun ketika ia hendak mengambil pesanan, ia justru hampir memegang wajan panas yang ada diatas kompor. untung saja saat itu Dylan melihatnya dan menarik tangan Dita.
"apa yang kamu lakukan Dita? " tanya Dylan dengan panik.
"kak Dylan.. hiks.. hiks.. " Dita justru langsung menangis dan memeluk Dylan. saat itu Dylan bingung kenapa Dita tiba-tiba menangis seperti saat ini. Dylan hanya berusaha menenangkan Dita dengan pelukannya.
'sebenarnya ada apa sama Dita? dia tidak pernah selemah ini?'
.
__ADS_1
. bersambung