
"argghh kepalaku kenapa sangat sakit"
"bang Arga semalem dari mana si, waktu bang Arga pulang tau-tau udah mabuk kayak preman." gerutu Sharena sembari meletakkan sup untuk Arga.
Arga yang masih merasa pusing segera menenggak air putih yang sudah di bawakan oleh Sharena dan kemudian menghabiskan sup yang juga di buatkan oleh Sharena.
"bang Arga, aku nanya lo sama abang. kenapa abang malah gak jawab si? "
"sudah tidak penting, aku harus mandi dan pergi ke kantor." tukas Arga bergegas untuk ke kamar mandi, namun sebelum ia benar-benar masuk kedalam kamar mandi, ia meminta Sharena untuk menyiapkan pakaiannya pergi ke kantor.
Diguyurnya dengan Air yang mengalir dari shower, membuat Arga mengingat ketika ia berada di sebuah klub dengan beberapa botol minuman yang ia habiskan.
Flashback On_
Arga mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. disana ia melihat banyak pasang yang tengah bersama. Seketika ia mengingat ketika Lesya yang masih menjadi sekertarisnya.
"aku harus gimana bang Arvin. sekarang dia akan memiliki anak dari laki-laki lain, dan aku belum bisa merebutnya untukmu bang Arvin"
ditengah emosinya, Arga menghabiskan banyak minuman sehingga membuatnya setengah sadar. hingga akhirnya Arga keluar dari klub tanpa membawa mobilnya.
Arga berjalan gontai menyusuri jalanan, dengan pandangannya yang kabur ia menangkap bayangan seorang perempuan yang berdiri di tepi jalan.
beberapa kali Arga mengucek kedua matanya, seulas senyum terukir diwajahnya.
"Lesya" dengan langkah besarnya, meskipun dalam keadaan gontai, Arga hanya memerlukan beberapa detik saja ia sudah sampai ketempat gadis yang ia bilang adalah Lesya.
"maaf tuan, ada apa? kenapa kau kesini?"
Tanpa menjawab pertanyaan dari gadis tersebut, Arga langsung menariknya masuk kedalam semak-semak yang ada di tepian jalanan. badannya yang sudah semakin panas semakin tertarik dengan keindahan yanga ada di hadapannya.
"jangan tuan, jangan lakukan ini padaku.. tolong.. " gadis itu meronta bahkan berteriak, namun karena suasana yang sepi tidak seorang pun yang mendengar suaranya.
"jangan berteriak sayang.. " Arga mendorong hingga gadis tersebut terjatuh dan meninggalkan luka di beberapa bagian tubuhnya akibat benturan dan terkena tanaman di anatara semak-semak.
Meskipun Arga dalam keadaan mabuk, kekuatannya masih bisa menahan semua gerakan dari gadis tersebut. hingga akhirnya gadis tersebut hanya pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Arga.
Flashback Off_
"astaga, apa yang udah gue lakuin sama cewek itu." Arga mengusap wajahnya kasar.
Setelah cukup lama dibawah shower, Arga menyudahi aktivitasnya dan kini berdiri didepan cermin. Arga menyugar rambutnya keatas dan menatap wajahnya di depan cermin.
"aku harus menemuinya."
_
"pagi mba Istri"
__ADS_1
ucap Saga sembari mengecup kening Lesya yang masih terlelap.
"emmhhh" Lesya menggeliat dan mengerjap-erjapkan matanya. sosok pertama yang ia tangkap adalah Suami tengilnya yang sering membuatnya kesal.
"Saga.. menyingkirkan, aku ingin ke toilet" Saga tetap tidak menghiraukan ucapan Lesya, ia justru tetap berada di atas Lesya namun tidak menindihnya.
"aku masih marah, kau hutang penjelasan tentang surat itu Saga! " pekikesya sembari mendorong Saga. namun tenaga Saga tidak bisa dikalahkan begitu saja oleh Lesya.
"Saga aku ingin muntah"
Saga tetap tidak mengindahkan ucapan Lesya hingga. "huek.. huek..."
"mbak istri. .. " ucap Saga dengan mengeratkan giginya dan memejamkan matanya sekejap.
"aku kan sudah bilang, aku ingin muntah"
Dengan segera Saga menyingkir dari atas Lesya dan pergi ke kamar mandi dengan menggendong Lesya.
"Saga turunkan aku, aku sudah tidak ingin kekamar mandi! " racau Lesya.
"ini udah siang sayang, setelah ini kita akan segera ke rumah sakit untuk menjenguk Joonie mu itu. "
Akhirnya Lesya pasrah dan mengikuti semua intruksi dari suaminya. Saga mulai mencuci rambut Lesya dengan lembut.
"sayang, apa kau ingat saat kau marah di hari itu?"
"apa kau tau sayang,kemarin orangku memberiku video ini"
Saga kemudian menunjukkan sebuah video dimana Saka dan Liyora pergi ke bandara. dan saat itulah Lesya tau bahwa Saka sudah tidak lumpuh, dan perawat Saka adalah Liyora.
"mereka benar-benar keterlaluan. aku tidak bisa membiarkan ini"
"tunggu dulu sayang, kita ikuti saja permainan mereka. akan sampai kapan kak Saka dan Liyora membohongi kita"saya mengangguk ucapan Saga.
Setelah selesai dengan ritual mandinya, Kini Lesya memutuskan untuk pergi kekantor terlebih dulu.
Sesampainya disana Lesya melihat Andi yang terus didekat meja Via yang tengah memeriksa beberapa berkas.
"Andi, ikut aku"
"baik bu Lesya"
Didalam ruangan Lesya, Andi terlihat tidak fokus sehingga membuat Lesya mengerutkan dahinya.
"ada apa Andi, apa ada sesuatu? "
"emm tidak Lesya, baik tadi bu Lesya menanyakan tentang ini kan?"
__ADS_1
Kini Andi mulai menjelaskan semuanya yang berhubungan dengan apa yang ditahgani oleh Andi dan Via disaat Lesya tidak bisa menanganinya karena harus berlibur dan juga mengurus Yoo joon.
"Terima kasih Andi, kamu sudah bisa kembali ke mejamu. "
Setelah keluar, Andi kembali mendatangi meja Via. ia menjadi begitu perhatian kepada Via. tetapi saat itu Via justru lebih cuek dan tidak ingin banyak bicara dengan siapapun.
"Vi, jangan diemin gue kayak gini dong. apa lo mau gue beliin sesuatu atau apa? "
"Andi please, kalo lo kayak gini lo sama aja udah ingetin gue sama posisi gue" seketika mata Via yang memerah membuat Andi merasa serba salah.
"bukan gitu Via, gue ini khawatir karna lo dari semalem gak makan kan? "
Sikap Andi terhadap Via membuat beberapa karyawan merasa aneh. karena biasanya Andi tidak pernah seperti itu meskipun memang Andi dan Via sudah dekat sebelumnya. saat itu Chika yang dari dulu tidak pernah menyukai Via pun datang menghampiri meja Via.
"eh Vi, lo melet si Andi ya?"
"gak usah ngawur deh lo Chik" sahut Andi
"Andi, lo diem aja deh. gue ngomong kayak gini buat lo itu sadar. Via itu gak ada bagus-bagusnya sampek lo harus merhatiin dia kek gitu tau gak sih"
"Gini ya Chika, mending lo balik ke meja lo. gue gak mau ribut sama cewek"
Mendengar suara Andi yang mengancam membuat Chika menciut dan segera kembali ke mejanya. Dan kini Andipin kembali ke meja nya sendiri.
Saat itu Via yang sedang mengerjakan berkas, Tiba-tiba seseorang berdiri di hadapannya diseberang meja.
"pagi nona Via"
"pak Doni, ada apa anda kesini. ruangan vu Lesya ada disana" ucap Via sedikit terbata.
"aku tidak mencari bu Lesya Nona Via, aku hanya ingin menanyakan keadaanmu"
"seperti yang pak Doni lihat, aku baik, dan tolong jangan tanyakan apapun lagi"
Doni mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Via. 'Aku semakin jatuh hati denganmu Via. apa yang kau alami semalam sangat berat untuk gadis-gadis seperti kalian. tapi kamu berani servive dan menghadapinya dengan lapang dada'
"oh ya nona Via, selain itu boss ku ingin menemuimu sore ini di kafe xxx. beliau ingin menanyakan tentang proyek yang kita tangani kemarin"
Sontak keringat dingin keluar dari dahi Via dan membuatnya pucat.
"ada apa nona Via, apa kamu sakit? "
"ti-tidak. katakan aku akan menemuinya nanti" balasnya sedikit terbata.
'jika ingin membahas pekerjaan kenapa cuma Via? apa setelah dia tidak bisa mendapatkan bu Lesya, tuan Arga akan mendekati Via?' batin Andi menerka-nerka.
.
__ADS_1
. bersambung