It'S Perfect

It'S Perfect
Membuat Hamil Wanita Lain


__ADS_3

Ketika Saga berada disebuah pusat perbelanjaan menemani sang mertua belanja bulanan, notifikasi ponselnya terus berdenting. melihat banyak sekali pesan masuk, Saga mengerutkan dahinya penuh pertanyaan.


"kenapa banyak banget WA dari anak-anak?" Saga menggaruk pelipisnya yang tak gatal.


Saga hendak membukanya, namun ibu mertuanya sudah lebih dulu memanggilnya untuk membawakan barang belanjaan. pasalanya hari itu Guntara, ayah mertuanya akan kembali dari perjalanan bisnisnya.


disepanjang jalan, Saga hanya mengemudi dengan cukup pelan dikarenakan jalanan yang cukup padat. Lesya dan Saga memang memutuskan menginap dirumah orangtua Lesya beberapa hari.


"Saga sayang, nanti kita berhenti di toko kue depan ya. papa sore nanti akan pulang, dan mama gak sempet kalo harus bikin kue!"


"oh iya ma.."


setelah Saga dan nyonya Guntara sampai dikediaman Guntara, dengan susah payah Saga membawa barang belanjaan. namun ketika ia membuka pintu rumah, sebuah pukulan mendarat diwajahnya hingga membuat barang bawaanya terjatuh. dan hal itu membuat nyonya Guntara berlari dan membantu Saga untuk vangkut dari posisinya.


Darah segar mengalir dari pelipisnya akibat pukulan dari Guntara sang ayah yang sampai lebih awal dari jamnya.


"papa ada apa ini, kenapa papa memukul menantu kita!" nyonya Guntara tak habis pikir dengan tindakan yang baru saja dilakukan oleh suaminya.


"mama tidak perlu mencegah papa! harusnya dari waktu Lesya kecelakaan papa menjauhkan dia dari anak kita. dia benar-benar tidak pantas untuk anak kita.!" Guntara memekik hingga membuat Lesya turun dari kamarnya.


"papa.." Lesya menghambur kedalam pelukan sang ayah yang di sambut hangat dengan pelukan erat sang ayah.


"pa apa salah Saga?" kali ini Saga pun ikut bicara, pasalanya ia sendiri tidak mengetahui sebab ayahnya memukulnya.


"kamu masih bertanya?" Guntara mengeluarkan ponselnya. disana terlihat sebuah pesan singkat dari nomor yang tidak dikenal. disana terpampang sebuah foto menantunya dengan perempuan lain dengan foto testpack yang bergaris dua.


"beraninya kamu membuat hamil wanita lain Saga! aku kira kamu lelaki yang vaik dan bertanggung jawab dengan kamu menggantikan kakakmu menikahi Lesya! tapi apa? kamu justru bermain api dibelakang anakku!"


"aku bisa jelasin itu pa, bukan aku yang menghamili Liyora pa! Liyora memang dulu adalah pacarku, tapi aku tidak pernah melakukan hal diluar batas pa." sanggah Saga dengan sangat yakin.


"ck beraninya kamu berbohong, dia itu adalah gadis yang keluarganya cukup terpandang. untuk apa dia membuat malu dirinya jika kamu bukanlah pelakunya hemm?"

__ADS_1


"tapi Saga berani sumpah, bukan Saga yang bikin Liyora hamil pa!"


"sudahlah, lebih baik kamu keluar dari sini! aku heran kamu bisa mengkhianati anakku dengan sangat menjijikkan! cepat keluar dari rumah ini!" Guntara mendorong Saga hingga keluar rumah. dan sesampainya disana, beberapa bodyguard menyeret Saga keluar dari pekarangan rumahnya.


"Saga akan buktikan bukan Saga pelakunya pa..." Saga berteriak dari luar gerbang.


sementara itu, Lesya berlari memasuki kamar dengan tangisan yang terisak. sehingga membuat matanya kembali sembab.


_


"huh, ternyata ini kelakuan Saga yang sebnarnya." Saka menatap layar ponsel miliknya "tapi ini justru bagus, tanpa aku harus mengotori tanganku sendiri, sudah dipastikan tuan Guntara akan mendepaknya dan memisahkan Saga dari Lesya.


"tapi.." Saka kemudian kembali berpikir "apa benar Saga bisa seperti itu? aku tau dia cukup menyebalkan, tapi dia bukan laki-laki yang tak bermoral!" sambungnya lagi.


Nalurinya sebagai kakak memang tidak bisa hilang. namun karena perasaannya terhadap Lesya, membuat Saka memilih untuk tidak mencaritau kebenarannya.


"ada apa sayang, kenapa kau terlihat senang?" tanya Ella sembari menuruni tangga.


"hei apa yang salah Saka? aku ini istri yang kamu banggaka saat kamu meninggalkan Lesya bukan?!"


"huh, itu dulu sebelum semuanya terungkap!" tatapan Saka menghunus tajam kearah Ella yang saat itu terus mendekat.


"meskioun kamu tau sekarang, kamu tidak bisa meninggalkanku Saka! karna kau takut denga papi dan mami kan? kau takut Saga yang akan mendapat posisi tertinggi di perusahaan!" Ella menarik sudut bibirnya. dan kini dengan tidak tamu malunya, ia mengalungkan tangannya dileher Saka.


saat itu Saka hendak mendorong istrinya, namun dengan berani Ella mengecup Saka cukup lama. meskipun seperti itu, awalnya Saka hanya diam. namun tidak bisa dipungkiri, Ella memang pernah mengisi seluruh ruang dihatinya. dan hal itu membuat Saka membalas pagutannya dan hal itu membuat Ella semakin berani.


ia menarik Saka dan menaiki tangga tanpa melepaskan pagutannya hingga sampai kedalam kamarnya. dan ketika mereka sampai didalam kamar, Saka tidak bisa menolak apa yang dilakukan oleh Ella.


keesokan harinya tepat jam tujuh pagi, Saka membuka kedua matanya. ia mendapati Ella yang masih memeluk erat tubuhnya dalam selimut yang sama.


"sial! kenapa aku tidak bisa menolak!" Saka merutuki dirinya sendiri.

__ADS_1


brakk..


suara pintu terbuka cukup kencang dan membuat Ella pun terbangun. "hei, siapa pagi-pagi begini membuat keributan Saka?"


bukannya membalas ucapan Ella, Saka justru segera mengenakan semuanya dan bergegas turun untuk mengetahui siapa yang membuat suara sekencang tadi.


saat itu ia melihat Saga dengan wajahnya yang terlihat kacau. disana Saga terlihat sangat pening. "ada apa Saga?" tanya Saka yang duduk di sofa yang berada disebelah Saga.


Saga menatap sendu sang kakak "sepertinya Liyora ingin membuat rumah tanggaku dengan Lesya hancur kak!"


"apa maksudmu Saga? bukankah dia perempuan yang cukup dekat denganmu dulu, untuk apa dia menghancurkan rumah tanggamu?" Saka memang tidak menunjukkan bahwa dia tau mengenai berita yang beredar. ia berusaha menjadi kaka terbaik dihadapan sang adik.


"coba kaka cek di ponsel kakak, pasti sudah ada artikel mengenaiku dengan Liyora yang mengatakan dia hamil anakku kak! padahal jelas-jelas aku tidak pernah melakukan hal itu terhadapnya." jelas Saga.


Saka lalu membuka ponselnya agar Saga tidak tau bahwa ia sudah tau sebelum Saga mengatakannya. "ini benar-benar buruk Saga! apa yang akan dilikirkan orang-orang nanti!"


"aku tau kamu masih ingin membuat istrimu bahagia dengan membuktikan semua ucapanmu kala itu, yang ingin menafkahinya tanpa mengandalkan keluargamu. tapi dengan berita seperti ini apa akan ada yang memperkerjakanmu?" bukannya menenangkan, ucapan Saka semakin membuat perasaan Saga carut marut.


"lebih baik kamu buang egomu dan mulai bekerja di perusahaan kita, dengan begitu kamu tidak akan dituding sebagai suami yang bergantung pada istrinya. dan kamu bisa membayar pemgacara untuk melawan Liyora."


"apa yang kakak katakan memang benar, aku akan bekerja di perusahaan kita. dengan begitu, aku bisa mendapat bayaran untuk melawan Liyora jika nantinya ia semakin nekat!"


Saga kemudian menyunggingkan senyunya seraya menatap Saga yang masih berkecamuk dengan pikirannya 'yup, kamu masuk kedalam permainanku Saga. dengan begitu aku akan membuatmu sibuk dan tidak mempunyai waktu dengan Lesya. dan Lesya akan merasa kamu sudah tidak perduli karena akan mendapat seorang bayi dari Liyora. dan perlahan aku yang akan menjadi sandarannya'


.


.


.bersambung


.

__ADS_1


__ADS_2