It'S Perfect

It'S Perfect
Kontrakan


__ADS_3

Arga memperhatikan Lesya dengan lekat. ia melihat Lesya yang masih terlihat pucat dan semakin kurus. ia melihat Doni dan mengisyaratkan agar Doni memberinya waktu berdua untuk verbicara dengan Lesya. karena sudah mengenal Arga sangat baik, akhirnya Doni segera meninggalkan tempat duduknya.


"emm permisi, aku harus pergi lebih dulu karena ada sesuatu yang harus aku urus" ucap Doni dan berlalu pergi setelah Arga mengangguki ucapannya.


"begini pak Arga, saya sebenarnya ingin Fokus mencari suami saya. jadi saya ingin resign dari pekerjaan saya!"


"tapi-"


"saya tau sebenarnya ini bukan tempat yang tepat, tapi saya harus mengatakannya saat ini juga pak!"


"bisa saja kamu resign, tapi karena kamu sudah tanda tangan kontrak kerja dengan saya, kamu akan terkena pinalti senilai satu milyar sesuai yang tertulis didalam kontrak. apa kamu sanggup membayarnya?" senyum mengejek lolos begitu saja. Arga tau jika Lesya pasti tidak akan menyanggupinya karena ia sudah memutuskan untuk tidak merepotkan orangtuanya.


"tapi untuk saat ini saya tidak punya uang sebanyak itu pak, apa saya bisa mencicilnya?"


"huh kamu pikir kantor saya itu tempat kredit yang bisa kamu cicil?"


"tapi pak-"


"itu pilihan kamu, mau bayar pinalti secara case atau tetap bekerja!"


Lesya membuang nafas kasar, ia menutup matanya beberapa saat. "baik pak, saya akan tetap bekerja hingga kontrak kerja kita selesai. kalau gitu saya permisi pak, saya ada urusan penting!" Lesya melenggang pergi meninggalkan Arga yang masih menatap kepergiannya.


sudah hampir tiga jam Lesya mencari keberadaan Saga, meskipun ia tau Saga sudah pergi meninggalkan negara ini, tapi Lesya masih belum mempercayainya.


Lesya duduk dihalte bus, ia menatap kesembarang arah dengan lamunanya."aku yakin tadi aku lihat kamu Saga, tapi kenapa semua bilang kalo kamu keluar negeri? aku gak akan salah mengenali kamu Saga."


Setelah sampai di kontrakannya, Lesya langsung pergi ke kamarnya tanpa mengisi perutnya lebih dulu. ia terduduk didekat jendela kamarnya. "baiklah Saga, aku akan selidiki apa penyebab kamu pergi. dan kenapa semuanya bilang kamu keluar negeri? apa yang sebenarnya terjadi."


Drrtttt drrtttt


ponsel Lesya berdering. saat itu ia melihat nama yang tertera dilayar ponsel miliknya.

__ADS_1


"iya halo ma"


"sayang kamu kemana? ini udah jam segini kok belum pulang?"


"ma, sebenarnya aku-"


" mama tau kamu pergi untuk cari suami kamu,sebenernya mama khawatir karna kamu baru aja keluar dari rumah sakit, apa kamu baik-baik aja sayang?"


"iya aku baik ma, tapi mama kok aneh? tadi mama tanya kenapa. dan setelah itu mama bilang mama tau aku cari Saga!"


Lesya bingung dengan apa yang dikatakan oleh ibunya yang terkesan plinplan.


"dengar sayang, tadi ada papa kamu. dan sekarang papa kamu sedang menemui Dylan dan Yoo joon. mama tau ada yang gak beres sama kepergian suami kamu. tapi karena papamu yang pasti gak suka karna mama masih membiarkan kamu untuk cari Saga, makannya mama diam-diam dukung apapun keputusan kamu sayang."


"makasih ma, mama udah dukung Lesya. tapi Lesya minta mama tutupin ini dari papa ya. Lesya tau papa sepeeti itu karena papa nganggep Saga yang udah nyakitin Lesya dengan ninggalin Lesya, tapi Lesya yakin kalo Saga gak keluar negeri ma!"


"bagaimana kamu bisa seyakin itu sayang?"


"mungkin saja itu bukan Saga sayang. karna waktu kamu masih di rumah sakit, mama dan papamu ke rumah Darma. tapi waktu kami kesana, mereka sudah peegi kebandara untuk pergi keluar negeri sayang. jadi gak mungkin kalau itu Saga! tapi meskipun begitu, mama dukung apapun yang akan kamu lakukan!"


"sekali lagi Lesya makasih sama mama! Lesya sanyang banget sama mama! tapi Lesya malam ini gak akan pulang, bahkan sampai kapan Lesya juga gak tau, karna Lesya mutusin buat tinggal di kontrakan. meskipun ini tantangan dari mami, tapi Lesya akan lanjutin ini walaupun tanpa Saga. karna Lesya alan buktiin cinta Lesya ke Saga dengan cara ini ma!"


"ya sudah sayang, jaga dirimu baik-baik. ini papa mu sudah datang."


klik


panggilan pun selesai. kini Lesya meletakkan ponselnya di atas nakas. Lesya kembali melihat keluar, namun saat itu ia kembali teringat akan Saga.


sementara itu sang penguasa benak Lesya,kini memulai pekerjaannya seperti biasa. Saga mulai meracikkan kopi untuk para pengunjung. namun saat itu Saga mengenakan masker diwajahnya agar siapapun yang datang tidak bisa mengenalinya.


karena malam sudah semakin larut, para pengunjungpun sudah tidak berdatangan, dan karena jam kerjanya sudah hampir berakhir, Saga memutuskan untuk segera meninggalkan coffee shop.

__ADS_1


Saga melajukan motornya dalam kecepatan sedang. ketika ia berada di depan kontrakan barunya, tiba-tiba ia begitu merindukan Lesya.


"aku mungkin tidak akan menemuimu sekarang, tapi aku akan memastikanmu baik-baik saja!"


setelah melaju dalam kecepatan tinggi, Saga berhenti tepat didepan pekarangan kontrakannya bersama dengan Lesya. Saga mengerutkan dahinya ketika melihat lamou kamar yang masih menyala.


"siapa yang ada didalam rumah? apa sudah ada penghuni baru! tidak mungkin kan jika Lesya yang ada didalam!" karena penasaran, Saga memutuskan untuk turun dari motor dan mendekat ke rumah kontrakannya.


saat itu pandangannya menangkap seseorang yang ia rindukan. sebuah wajah mungil yang melihat kearah langit terlihat cantik namun penuh kesedihan. saat itu Saga merasa hatinya seperti teriris ketika melihat air mata yang membasahi wajah Lesya.


kletek


"siapa itu?"


Saga segera berlari, ia melajukan kembali motornya dalam kecepatan tinggi. ditengah perjalanan, Saga mengingat raut wajah dari istrinya yang terlihat sedih.


"kenapa kamu masih di rumah itu Lesya? apa kami tidak kembali kerumah orangtuamu? tapi kenapa? apa karena kamu ingin mengingat semuanya tentang kita?" meskipun ia bersedih berpisah dengan Lesya, namun ada rasa lega di hati Saga. ia merasa saat ini sangat beruntung memiliki istri seperti Lesya.


jika Lesya masih tinggal di temoat itu, itu berarti Lesya masih memikirkan tentang Saga. "aku senang karna kamu masih di rumah itu sayang, tapi aku juga cemas karna kamu tinggal sendirian ditempat itu!"


"tapi demi bisa membahagaiakanmu, aku rela kita berpisah sementara sayang. aku akan buktikan bahwa aku pantas dan bisa ngebahagiain kamu sayang".


_


setelah satu minggu Dikta mendapat kabar tentang penangkapan Liyora. saat itu Liyora di vonis tujuh tahun penjara. namun anehnya setelah satu tahun satu bulan Dikta mendengar kabar kebebasan Liyora atas jaminan seseorang. pagi itu Dikta sengaja lebih awal datang kerumah Alden untuk memberitahukan hal itu.


"gua harus kasih tau Alden sama Saga soal ini. penjahat kaya Liyora gimana bisa bebas secepat ini?" racau Dikta.


.


.bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2