
Andi menyusuri jalanan malam hari untuk mencari keberadaan Via. ia yakin saat ini Via belum jauh dari rumahnya, karena semua kendaraan masih berada di garasi rumahnya.
hingga akhirnya langkah kakinya terhenti melihat Via yang tengah membawa seekor kucing dipelukanya. ia begitu terlihat menyayangi kucing tersebut. ia lalu membawa kucing tersebut duduk di bawah pohon yang ada di pinggir jalan.
"pus.. pus.. nama kamu siapa? kamu nyari ibu kamu ya? " Andi terkekeh melihat Via yang mengajak seekor kucing berbincang. Andi berjalan dan mendekat, namun ia sengaja tidak menampakkan dirinya yang hanya bersembunyi dibalik tanaman yanga ada dipinggir jalan.
"lo bahagia bener si mainan sama kucing Vi?" lirihnya.
namun dalam sekejap raut wajah Via berubah menjadi muram. mendadak perlahan ia menitikkan airmatanya. sontak hal itu membuatnya menjadi ingin menanyakan hal itu kepada Via. apa alasan nya mendadak menangis.
Andi mulai melangkahkan kakinya, namun ia kembali menghentikannya ketika Via menyeka kasar airmatanya.
"Hai pus, nasib kita mirip ya, kamu gak punya ibuk, sedangkan aku, aku gak punya ayah. apa kamu tau pus, ayah ku dulu sangat menyayangiku. bahkan dia akan langsung memelukku jika seorang menyakitiku." kini Via mulai terisak setelah menceritakan almarhum ayahnya.
"apa kamu tau pus, ayah sangat mempercayaiku. dulu pernah ada yang memfitnahku mencuri, tapi ayah langsung tidak percaya dan tegas membelaku. karna ayah yakin dengan putrinya, kalo putri yang sangat ia kenal tidak akan mengkhianati kepercayaannya bukan? dan saat ini gue ngerasa kalo gue bener-bener sendiri. biasanya selain ayah, ibuk yang selalu ada buat gue pus.. tapi karna sekarang gue udah nikah, gue harus pisah sama ibuk. dan gue beneran sendiri! " suaranya begitu sendu sembari mengusap kucing yang ada dipelukannya.
deg
mendengar keluh kesah yang Via katakan, Andi sadar selama ini ia sudah cukup mengenal Via. tapi dirinya justru membuat Via terluka dengan pertanyaannya.
Via terus menyeka airmatanya yang keluar dengan kasar. ia memukul-mukul dadanya yang terasa sesak.
namun saat itu Via tercekat ketika merasakan sebuah tangan yang menyentuh bahunua dari belakang.
"lo disini Via.." Andi berjongkok disamping Via. ia kemudian menarik Via ke dalam pelukannya. Andi menepuk-nepuk pelan punggung via.
sebuah mobil berwarna hitam dengan merk ternama berhenti tidak jauh dari tempat dimana Andi saat ini merengkuh Via. seseorang keluar dari dalam mobil dan berjalan kearah Andi dan juga Via.
"denger Vi, lo salah kalo lo mikir lo sendiri. ada gue disini. gue janji gue gak akan berpikiran yang nggak-nggak sama lo. karna gue tau lo bukan orang seperti itu. maaf gara-gara omongan gue, lo jadi ngerasa lo sendiri. padahal nggak sama sekali Vi, lo nggak sendiri. inget ada gue, sahabat lo! dan inget, gue suami lo yang bakal terusin apa yang ayah lo lakuin, yaitu jadi pelindung lo!"
__ADS_1
bukannya diam, Via justru menagis dengan suara kencang, dengan cepat Andi berusaha menenangkan Via yang semakin teridak didalam pelukannya.
"heii.. udah dong Vi. jangan nangis okey. maaf ya gue tadi ngomongnya agak kasar. tapi gue cuman khawatir sama lo Vi, gue takut lo dimanfaatin sama orang yang gak baik. jadi please maafin gue ya.. maafin gue ya.. "
perlahan langkahnya berbalik. seseorang itu memilih untuk tidak melanjutkan langkahnya kedepan. ia memilih untuk kembali kedalam mobilnya dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu.
_
keesokan paginya keadaan restoran begitu ramai, membuat Dita sangat sibuk. melihatnya begitu kerepotan membuat Alden dan juga Dikata ikut membantu. meskipun mereka berdua owner dari tempat Dita bekerja, namun mereka akan langsung terjun ikut membantu jika memang diperlukan seperti saat ini.
pengunjung yang datang memang tidak seperti biasanya. rupanya beberapa pelanggan yang datang adalah penggemar dari Dita yang notabenenya adalah kaum adam.
tidak sedikit dari mereka yang meminta foto dan juga tanda tangan. bahkan hal itu sempat membuat Dita kebingungan. pasalnya dia tidak merasa menjadi artis atau apapun yang membuatnya menjadi se viral saat ini.
setelah Dita meladeni beberapa orang yang meminta foto, Alden mendatanginya. "Dita, lu bikin konten apa si kok bisa se viral ini? lo ngelakuin apa Dit? "
"gue juga gak tau Al, gue gak pernah ngerasa ngapa-ngapain. gue juga gak pernah dapet perlakuan KDRT atau punya kata-kata andalan slemew kok, kok bisa banyak banget orang yang ngidolain gue sampek kayak gini!"
saat itu Dita menangkap salah seorang yang datang tengah menyaksikan sebuah video dimana didalamnya adalah Dita.
"permisi mba, mba lihat konten itu di akunnya siapa ya? "
"oh ini, ini di akun Bucinnya Dinan (Dita&Kenan)"
"oh makasih ya mba, silahkan lanjutin makanya. semoga memuaskan ya mba"
Dikta lalu mencari akun tersebut dan melihat beberapa konten dari chanel tersebut.
"gila, ini emang viral banget. kok bisa si kouta gak tau soal ini? " ucap Alden yang melihat video tersebut bersama dengan Dikta dan Dita.
__ADS_1
"huh siapa yang diem-diem ngevideoin gue? " dengan perasaan terkejut sekaligus bingung, Dita bertanya-tanya siapa si pemilik akun. dimana konten yang dibuat berisi tentang keseharian Dita dan juga perjuangannya untuk menyembuhkan adiknya. disana juga terlihat video dimana Kenan yang sangat bersemangat belajar dan juga bela diri.
"wah wah adek lo cakep banget Dit disini. liyat ni komen soal adek lo. "
****gua tungguin sampek lu gede, cakep bener ni anak pengen gua kantongin****.
****wah semangat tampan, kamu pasti bakal cepet sembuh****.
****aduh aduh ini anak siapa pengen dibungkus bawa pulang. keep strong ganteng****
****semangat Kenan.. we are love you****
****you are my inspiration****
itulah beberapa gelintir komentar dari video yang ada di akun Bucinnya Dinan(Dita&Kenan) dimana akun tersebut selain ada di Youcube juga ada di aplikasi TokTok.
"tapi gue heran, siapa orang yang bikin ini semua? akun ini udah satu tahun lalu dibuat" ujar Dikta.
"oh ya Dita,kalo gue boleh tau selama ini ada nggak orang yang deketin lo?"
seketika pikiran Dita tertuju dengan seseorang yang slalu mendamoinginya satu tahun terakhir. "kak Yoo joon"
"huh, Yoo joon? lo serius Dit? "Alden terdengar sangat terkejut, pasalnya yang ia tahu Yoo joon sangat dekat dengan Lesya.
" tapi gue gak yakin kalo ini kerjaan Yoo joon." potong Dikta. "kalian tau kan sesibuk apa seorang Yoo joon, mana sempet dia ngelakuin ini semua? "
apa yang dikatakan oleh Dikta memang masuk akal, namun hal itu semakin membuat tanda tanya besar dibenak Dita yang awalnya menyangka Yoo joon orang yang membuat akun tersebut.
.
__ADS_1
. bersambung