
Ting tung
Bell rumah berbunyi, saat itu Ketika Saga dingin menyusul Lesya yang lebih dulu ke kamar memilih untuk membuka pintu lebih dulu.
"Saga, kau sudah pulang? bagaimana dengan liburanmu dan Lesya? "
"semuanya baik, kalau begitu aku kembali ke kamar kak" semenjak ucapan Yoo joon tadi, Saga kembali menjaga jarak dengan Saka dengan tidak terlalu terbuka dengan rumah tangganya.
Saga baru sadar, jika ia tidak sebentar hidup dengan kakaknya. yang tentu saja ia ingat, seorang Saka adalah seorang yang ambisius. sejak dulu apapun yang ia menargetkan harus terjadi. semua itu terbukti dari pekerjaannya dan juga pilihannya menikahi Ella meskipun menolak perjodohannya dan permintaan dari kedua orang tuanya.
Setelah Saga pergi ke kamarnya, Saka dan juga Liburan terkekeh. tanpa mereka tau bahwa ada Yoo joon yang masih berada di tempat itu tanpa mereka tau karena Yoo joon yang sempat pergi ke kamar mandi setelah berbincang dengan Saga.
"kamu tau kak Saka, sepertinya rencana kita akan berhasil! "
"tentu saja Liyora, apapun yang aku inginkan pasti akan terjadi."
Seseorang menyunggingkan senyumnya ketika melihat Saka dan Liyora tengah kegirangan karena mereka berpikir rencana yang mereka buat akan berhasil.
'baiklah, bersenang-senang lah kalian. aku akan memberikan hal itu sekarang. tapi lihat saja nanti, aku akan memberi kalian pelajaran. dan untuk Saga, kau harus berjuang dulu saat ini. setelah aku tau kau benar-benar layak untuk sahabatku, maka aku akan mempermudah untukmu mendapatkan kembali kepercayaan Lesya'
Setelah berbicara dengan dirinya sendiri, kini Yoo joon memilih untuk kembali menemui Dita. ia berpikir untuk mengatakan tentang Alden yang sudah memiliki seseorang yang ia cintai.
"kenapa kamu harus memilih Alden Dita? mungkin saja jika orang itu, Dylan, aku tidak akan menganggumu dengannya. karena aku tau, Dylan adalah irangbyang baik dana ku yakin dia bisa menjagamu."
Belum hilang rasa kecewanya karena Dita memikih orang lain sebagai calon suaminya, kini Yoo joon justru harus dihadapkan dengan mengetahui Alden yang memiliki orang lain selain Dita. dan hal itu membuat Yoo joon tidak tenang.
"mungkin usahaku mencarikan donor untuk Kenan, itu tidak cukup bagimu Dita. tapi aku sekarang lega karena teman kecilku itu sudah mendapat jantung yang tepat dari seorang perempuan yang sangat baik"
Brak
Yoo joon semakin melajukan mobilnya cukup cepat, ia berharap akan segera bertemu dengan Dita, namun peristiwa naas terjadi ketika mobil yang berlawanan arah melaju tidak terkendali dan menbrak mobil yang dikendarai oleh Yoo joon.
Yoo joon yang terpental dari dalam mobil, kini tidak sadarkan diri. hingga banyak orang yang berkerumun untuk melihat keadaannya.
Sirine Ambulance terdengar sayup-sayup di telinganya, namun Yoo joon kembali pingsan hingga seseorang mengangkatnya kedalam ambulance dan di larikan ke rumah sakit.
Sementara itu kini Kenan yang sudah sadar dari operasi yang ia jalani, ia terus menanyakan Yoo joon meskipun keadaannya masih lemah. dan hal itu membuat Dita bersedih harus menjelaskan apa. karena yang Dita ketahui Yoo joon sudah tidak perduli dengan mereka berdua.
"Kenan, lebih baik kamu istirahat ya. nanti kalau kak Yoo joon sudah datang, kakak akan memberitahumu okey? "
karena sudah lelah bertanya, akhirnya Kemana mengangguki ucapan Dita dan kini Kenan sudah kembali terpejam. Dita yang sudah tidak tahan melihat adiknya yang terus menanyakan Yoo joon, ia memilih untuk keluar dari ruang rawat Kenan dan diikuti oleh Dylan. sementara Alden yang menemani Kenan didalam.
__ADS_1
"kenapa si kak Dylan, kenapa kak Yoo joon bohong. kenapa dia bohongin Kenan? padahal dia bilang sendiri kalo dia bakalan nemenin Kenan operasi. dan sekarang? sekarang dia malah milih nemenin perempuan itu." air mata yang menganak sungai di usapnya kasar dengan wajah yang begitu terlihat kesal sekaligus kecewa.
"tenangkan dirimu Dita, apa yang kau pikirkan tentang Yoo joon itu tidak benar"
"cukup kak Dylan, jangan karena dia temanmu kakak terus membelanya."
masih dengan kemarahan Dita berlari untuk keluar dari gedung rumah sakit, dan Dylan hanya mengikutinya. namun saat itu Dita justru menbrak seseorang yang berjalan masuk kedalam gedung hingga Dita terjatuh.
" Sorry.. sorry, aku tidak sengaja." ucap seseorang tersebut.
"iya tidak apa, ini juga salahku" Ucap Dita sembari bangkit dan menatap orang yang bertabrakan dengannya.
"Dikta" sontak Dikta langsung menoleh ke arah Dita.
"Dita, lo disini? "
tap tap tap
suara lari seseorang yang menyusul Dita membuat keduanya menoleh. dan saat itu Dikta juga mengerutkan dahinya karena Alden juga ada dibelakangnya.
"kak Dylan, kau juga ada disini? dan Alden? "
tanpa menunggu lama Alden berlari dan mendekati Dikta. ia memeriksa badan Dikta dengan cemas. dan hal itu membuat Dylan mengerutkan dahinya.
"Ta, kamu kenapa? "
"ehem..gua gak pa-pa kok Al" Dikta sembari mengisyaratkan kepada Alden agar tidak terlalu memperlihatkan perhatiannya. dan untuk saja Alden segera menyadarinya.
"gua cuman syok aja lihat darah di baju lu Ta, sebenarnya ini darah siapa? "
"ini darah kak Yoo joon Al. oke gua gak punya banyak waktu, gua harus cepet-cepet nyusulin kak Yoo joon nanti gua bakal cerita sama kalian"
mendengar nama Yoo joon disebut oleh Dikta ia berlari mengikuti Dikta, begitupun dengan Alden dan juga Dylan.
"Dikta, ada apa dengan kak Yoo joon? dan bagaimana bisa dia denganmu?"
"nanti dulu Dita, gue mau urus administrasi dan melengkapi semuanya"
Akhirnya Dita menunggu Dikta untuk mendapatkan semua jawaban yang ada dipikirannya. selang beberapa saat Dikta telah selesai mengurus semuanya.
"Dikta apa yang terjadi sama kak Yoo joon? " berulang kali hal itulah yang di tanyakan oleh Dita. tidak mampu di pungkiri, meskipun ia telah kecewa dengan Yoo joon, namun rasa cemasnya begitu besar.
__ADS_1
"tadi ketika aku membeli buah untuk aku bawa ke sini menjenguk Kenan, aku melihat dia mobil yang bertabrakan. dan ketika aku melihatnya, aku merasa kenal dengan mobil itu. dan ternyata benar itu adalah mobil kak Yoo joon. dan ketika aku melihatnya, kak Yoo joon sudah tidak sadarkan diri karena tubuhnya terlempar keluar hingga tadi waktu di ambulance kak Yoo joon Kritis"
brugh
Mendadak kaki Dita menjadi lemas. ia benar-benar merasa tidak kuat, setelah tadi cemas memikirkan operasi Kenan, kini dia harus mendapati Yoo joon dalam keadaan kritis.
tangisnya pecah dan saat itu Dylan membantunya untuk bangkit. "tenanglah Dita.. semua pasti akan baik-baik saja"
"tadi aku sangat marah padanya karena mengabaikan Kenan demi orang lain. tapi sekarang, Kak Yoo joon justru kritis, dan aku tidak belum memarahinya kan? "
meskipun Dita mengatakan hal itu, ia tidak benar-benar ingin memarahi Yoo joon. justru Duta berharap Yoo joon tidak mengalami kecelakaan seperti saat ini.
"dan ada yang harus kamu tau Dita"
Dita mendongak dan menatap Dylan yang saat ini merengkuhnya.
"Yoo joon sebenarnya sangat memperdulikan mu dan Kenan, bahkan dia pergi ke luar negeri demi mendapatkan donor jantung itu Dita!"
"paa maksud dari ucapanmu kak Dylan?"
"donor yang saat ini menjadi jantung Kenan, itu Yoo joon yang mendapatkannya. dan perempuan yang kau lihat bersama Yoo joon di dalam media sosialnya, itu adalah orang yang mendonorkan jantung untuk Kenan. karena dia tau hidupnya tidak akan lama karena penyakitnya. dan Yoo joon akhirnya berinisiatif untuk menemani perempuan itu sebelum ajal menjemputnya "
Hati Dita mencelos ketika mengetahui apa yang ia tuduhkan terhadap Yoo joon tidaklah benar.
"kenapa aku benar-benar bodoh... hiks hiks.. bagaimana bisa aku berpikir buruk kepada kak Yoo joon? "
Dan ketika dokter keluar Dikta dan Alden segera menanyakan keadaan Yoo joon disaat Dita tengah menangis dipelukan Dylan yang berusaha menenangkannya.
Mendapati Dokter yang sudah berlalu pergi Dylan segera menanyakan kepada Alden dan Dikta. "apa yang dikatakan eh Dokter? ".
" iya, apa yang dikatakan oleh dokter? apa kita sudah bisa melihatnya didalam? "
"belum Dita, kita harus menunggu satu jam untuk melihat keadaan kak Yoo joon" ucap Dikta.
"dan dokter bilang.. " Alden sempat menjeda ucapannya hingga membuat Dylan dan Dita manatapnya serius. "dan kak Yoo joon mengalami Koma" sambungnya.
"apa? ko-ma?"
.
. bersambung
__ADS_1