
Saga menggenggam lengan Lesya dengan erat namun tidak menyakitkan. dengan segera Lesya mengehempaskan tangan Saga.
bukannya menjauh, Saga justru menarik Lesya dalam dekapannya.
"ada apa dengan istriku, kenapa? apa kau malu karena ada asistenmu disini?" ucapan Saga membuat Lesya geram, Lesya lalu menginjak kaki Saga hingga pelukannyya terlepas.
"argh..." racau Saga.
saat itu Saga mengisyratkan untuk Andi supaya Andi meninggalkannya bersama Lesya.
"kau mau kemana Andi?" ujar Lesya
"biarkan dia pergi Lesya, apa kita mau bermesraan dihadapan asistenmu!" ucapan Saga semakin membuat Lesya kesal.
Lesya kemudian meraih Tasnya dan bergegas untuk keluar dari ruangan vip. lagi-lagi Saga menahannya.
"Saga hentikan, jangan bercanda!" hardik Lesya.
"ada apa Lesya, apa aku salah menjak bercanda istriku sendiri?"
"istri yang kamu tinggalkan?!" tukas Lesya.
Ssga menatap Lesya dengan menyunggingkan senyum diwajahnya. karena terus tersenyum, hal itu membuat Lesya meradang. "dengar Saga, aku harus pergi. aku tidak bisa melanjutkan kerja sama ini!"
"aku tidak menyangka istriku sendiri tidak profesional dalam bekerja!"Saga mengangkat sebelah alisnya masih dengan senyum yang tersungging diwajahnya.
"aku bukan orang seperti itu Saga!"
"kalau begitu kita harus melanjutkan kerja sama ini sayang. karena hanya perusahaan kamu yang bisa mengerti seperti apa yamg cocok untuk coffe shop kita sayang"
"karena demi profesional kerja, kita akan tetap bekerja sama. tapi ingat Saga, aku tidak mau kamu memanggilku seperti itu." hardik Lesya dan berlalu pergi.
setelah beberapa saat asisten Lesya masuk ruangan untuk menemui Saga didalam.
"baik pak, untuk melanjutkan kerja sama ini bapak harus tanda tangan disini"
Saga mengangguki ucapan Andi dan segera menanda tangani beberapa kesepakatan kerja.
"lalu dimana atasanmu sekarang?"
"bu Lesya ada urusan mendadak pak, jadi saya yang mewakilinya!"
__ADS_1
"baiklah sudah selesai, kamu bisa kembali ke kantor"
"baik pak, terima kasih atas kerja sama ini. saya undur diri pak"
Saga terduduk di sofa dengan melihat ke arah langit-langit ruangan. ia tersenyum ketika mengingat raut wajah istrinya yang terlihat kesal saat Saga mebggodanya.
"aku tidak menyangka kesalahpahaman itu akan membuat kamu sebenci ini denganku Lesya. tapi aku berjanji akan membuatmu kembali denganku, karna kamu masih istri sah dari SAGARA DARMAWAN. karna aku akan buktikan cintaku bukan sembarangan Lesya. tida seperti apa yang kamu katakan waktu itu!"
_Flashback On
seperti biasa, Saga pergi ketempat kerjanya ketika sore hari hingga larut malam. lengkap dengan masker dan topi yang ia kenakan agar tidak ada satupun orang yang mengenalinya.
namun saat itu orag yang paling dihindarinya justru mengetahui dirinya yang masih bekerja ditempat itu. "kamu kak Saga kan?" tanya seseorang itu.
Saga tidak menjawab sama sekali, ia fokus untuk meracikkan kopi untuk pengunjung yang baru saja memesannya. karen sampai beberapa kali tidak menjawab, orang tersebut melepas topi dan masker yang dikenakan oleh Saga.
"benarkan, kalo kamu memang kak Saga!"
dengan kesal Saga merampas topi dan masker yang ada ditangan orang itu. "dengar Elsa, gua gak suka kalau lo lancang kaya ini!"
"kak Saga ada apa si, kenapa kak Saga gak mau lepas masker?"
"ini bukan urusan lo? lo disini sebagai pengunjung coffe shop, bukan untuk introgasi gua, ngerti!"
karena tidak ingin mendengar ocehan dari Elsa, setwlah menyelesaikan kopi buatannya Saga memutuskan untuk pergi keruangan khusus pegawai. sesampainya didalam ruangan, Saga melepas kaos yang kenakan karena ingin berganti pakaian. namun tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang.
"eh apa-apaan ini!" Saga segera melepas tangan yang melingkar diperutnya. "Elsa! lo gak sopan banget si, main peluk-peluk gua." sambung Saga.
mendengar langkah kaki yang menuju keruangan tersebut, Elsa tiba-tiba merobek lengan baju yang ia kenakan.
"Aaaa....lepas, lepasin aku kak!"
Saga menatap Elsa tidak mengerti, dan seketika beberapa pegawai masuk dan melihat Elsa bersama dalam satu ruangan dalam keadaan yang tidak pantas.
"Saga! apa yang kamu lakukan sama Elsa?" tanya salah satu pegawai.
"kak tolongin aku, kak Saga mau nodain aku!" Elsa menangis sesegukan dengan memegangi lengan bajunya yang robek.
"astaga, bisa-bisanya lo nuduh gua Sa? gak ada sedikitpun gua ngelirik lo!"
"terus kalo lo gak berniat buruk, kenapa lo lepas baju lo?"
__ADS_1
"gua lepas kaos gua karna gua gerah dan mau ganti baju!"
"Saga!" saat itu kedatangan Lesya mendadak membuat Saga terperangah. "ternyata kamu memang gak pergi keluar negeri. dan ini kenapa kamu mau berbuat seperti itu Saga?" dengan mata yang berkaca-kaca, Lesya menahan air matanya agar tidak jatuh.
"ini gak seperti yang kamu pikir sayang!"
"jadi kamu memang sengaja gak mau ketemu sama aku dengan berpura-pura keluar negeri dan ternyata kamy masih bekerja dengan menyamar Saga! dan kamu justru.." Lesya menatap Saga dan bergantian Elsa yang terlihat ketakutan.
"sayang dengar.." Saga berusaha menjelasakan apa yang sebenarnya terjadi, namun Lesya meggeleng dan segera berlari keluar.
"Lesya.." Saga hendak berlari mengejar Lesya, tetapi ia dicegah karena ia dianggap hendak melecehkan Elsa.
saat itu segera orangtua Elsa dan Saga telah dipertemukan. saat itu orang tua Elsa meminta Saga untuk bertanggung jawab atas apa yang dilakukan oleh Saga terhadap Elsa.
"pi, mi. Saga gak penah ngapa-ngapain cewek itu!" sergah Saga.
"sudahlah Saga, sebagai laki-laki kamu harus belajar bertanggung jawab." ucap Saka.
"gak usah ngomongin tanggung jawab kak Saka. aku tau siapa kak Saka sebebernya, jadi jangan coba mengintomidasiku untuk apa yang gak pernah aki lakuin." seketika Saka terdiam mendengar ucapan Saga.
"apa yang kamu tatakan Saga, memang kakakmu kenapa?" tanya nyonya Darmawan.
"itu hanya urusan sesama lelaki mi!" tukas Saga.
'aku sengaja tidak mengatakan kebusukanmu kak Saka! aku tidak ingin membuat mami sama papi teeluka' batin Saga.
"berhenti ngobrolnya, sekarang lebih baik kamu menikahi anak saya. meskipun saya tidak rela Elsa menikah diusianya sekarang. tapi kami tidak ingin menanggung malu, jadi kamu harus bertanggung jawab"ucap ayah dari Elsa.
"maaf om, bukannya saya tidak mau bertanggung jawab. tapi memang saya tidak melakukan apapun sama anak om!"
"heeuuu...heeuuuu.. kak Saga tega banget si ngomong kaya gitu. kalian lihat kan keadaan pakaianku tadi, itu jelas-jelas perbuatan kak Saga! heeuuu...heuuu..." racau Elsa ditengah tangisannya.
"maaf tuan, bukannya karna apa-apa. tapi saya yakin anak Saya tidak pernah melakukan hal yang tercela seperti itu" ucap tuan Darmawan. "dan asal tuan tau, anak saya itu sudah memiliki istri, dan dia sangat mencintai istrinya!" sambung tuan Darmawan.
"kalau dia sudah beristri harusnya dia tidak melakukan hal yang memalukan itu tuan. disini putriku yang mebjadi korban, jadi Saga harys tetap bertanggung jawab!" tegas orang tua Elsa.
'heh kamu gak bisa menghindar kak Saga. kamu akan jadi suami aku' Elsa tersenyum licik
.
.bersambung
__ADS_1
.