
Kepanikan Yoo joon kali ini tidak tanpa alasan. Karena Kesya yang pingsan begitu lama, Yoo joon segera membawa Lesya ke rumah sakit terdekat.
"Kalian, tolong selidiki lebih lanjut. Jika perlu datangi daerah dimana terakhir titik ponsel Saga berada" Titah Yoo joon dan di angguki oleh Alden dan juga Dikta.
Sesampainya di rumah sakit, Yoo joon menerima panggilan dari Dylan yang saat itu ingin berbicara dengan Lesya.
"Lesya sedang tidak baik, dia pingsan sejak tadi" Ucap Yoo joon sembari melihat kedalam ruangan melalui kaca pintu ruangan.
"Apa? Pingsan? Kalian ada rumah sakit mana, biar aku menyusul kalian" Balas Dylan di seberang telefon.
"Kami ada di rumah sakit luar kota! "
"Kenapa kalian di luar kota dan aku tidak tau?"
"Nanti akan ku telfon kembali, saat ini aku akan melihat keadaan Lesya"
Setelah mengakhiri panggilannya dengan Dylan, Yoo joon segera menemyi dokter yang baru saja keluar dari ruangan.
"Dokter, bagaimana keadaan Lesya? "
"Pasien mengalami syok berat tuan, jadi tolong jagalah suasana hatinya. Jangan sampai pasien mengalami syok yang berkelanjutan. Jika hal itu terus terjadi, maka bisa berakibat fatal untuk janin dan juga ibunya" Jelas sang dokter.
Mendapat penjelasan dari dokter, Yoo joon merasa begitu cemas. Ia pun segera menghubungi anak buahnya untuk menambah personil dan mencari keberadaan Saga. Entah itu Saga dalam keadaan hidup ataupun tidak.
"Ah iya aku harus menghubungi Dylan."
Saat itu Yoo joon mencoba menghubungi Dylan, namun hingga beberapa kali Dylan tidak.enjawab panggilannya.
"Astaga Dylan, kemana dia? "
Baru saja Yoo joon menghentikan ucapannya, ia mendapat telefon dari seseorang yang sejak tadi berusaha ia hubungi.
__ADS_1
"Kau dari mana saja, aku menghubungimu sejak tadi? "
"Aku baru saja mengantarkan Dita untuk membeli vitamin untuk Kenan, Yoo joon. Baiklah bagaimana?"
Yoo joon mulai menceritakan semua yang di alami oleh Kecelakaan Saga hingga keadaan Lesya saat ini.
"Ssshhh" Lesya mendesis dengan memegangi kepalanya yang terasa pusing. "Apa tadi Dylan menelfonmu Joonie? " Sambungnya yang kini mengubah posisinya dengan duduk.
"Iya Sya"
"Aku ingin berbicara dengannya Joonie" Dengan segera Yoo joon memeberikan ponselnya kepada Lesya.
"Halo Dylan, bagaimana dengan proyek kita?"
Itulah Lesya, meskipun ia sedang tidak sehat, Lesya masih berusaha mengurjs perusahaannya.
"Itulah yang memang ingin aku bicarakan Lesya, tapi bagaimana dengan keadaanmu saat ini? "
"Aku sedang tidak baik Dylan. Tapi katakan apa yang ingin kamu katakan? "
"Oh ya Dylan, tolong tangani perusahaan dengan baik dan doakan aku segera menemukan Saga! "
Setelah berbincang cukup lama, Dylan menghentikan obrolannya dan segera pergi ke plkantir Lesya untuk menemui Andi dan Via.
"Andi, Via, hari ini aku harus menyusul Lesya keluar kota. Jadi kalian harus pergi bersama Arga untuk menemui klien kita yang akan datang sore nanti"
"Baik Pak" Balas Andi dan Via bersamaan.
Hari sudah menunjukkan waktu pulang. Andi dan Via bersiap untuk pergi ke sebuah restoran diakan Dylan sudah mengaturnya untuk menemui klien mereka.
Mulut Andi terbuka begitu saja melihat Via yang berdandan dengan sangat baik dan terlihat begitu manis dengan balutan dress berwarna peach.
__ADS_1
Melihat raut wajah Andi, Via melambaikan tangannya di hadapan Andi. "Andi ada apa? "
"Tidak Via, malam ini kau sangat cantik"
Via tersipu mendapat ucapan seperti itu dari Andi. Namun Via tidak ingin berlama-lama dan segera mengajak Andi untuk berangkat.
Sesampainya mereka di dalam restoran, Via menatap datar Arga yang sudah lebih dulu sampai.
"Lain kali datang lebih awal, karena hari ini adalah pertemuan yang penting"
"Tapi ini hanya untuk menemani makan malam Pak" Ucap Andi.
"Ya walaupun seperti itu, kalian harus tetap tepat waktu." Ketus Saga.
"Karena klien belum datang, aku harus ke kamar kecil lebih dulu" Ucao Andi dan berlalu pergi yang menyisakan Via yang hanya berdua dengan Arga.
Saat itu terlihat jelas jika Via sangat membenci Arga setelah ucapan Arga yang begitu merendahkannya.
'Aduh.. Kenapa perutku mendadak sakit? ' batin Via.
Arga yang melihat raut wajah Via merasa curiga. Namun Arga tidak mengatakan hal apapun.
Dan akhirnya Makan malam bersama klien mereka pun usai. Setelah kepergian klien mereka, Via tumbang dan membuat Andi begitu cemas.
"Via.. Bangun via.. " Ucao Andi yang berusaha menyadarkan Via.
"Dia sangat pucat, bawa saja dia kerumah sakit" Usul Arga.
Dengan segera Andi membawa Via kerumah sakit dan diikuti oleh Arga. Arga terlihat begitu cemas sama halnya dengan Andi.
'Apa Via akan baik-baik saja? Apa bayinya tidak apa-apa? " Batin Arga cemas.
__ADS_1
.
. Bersambung