It'S Perfect

It'S Perfect
Terjadi Sesuatu


__ADS_3

Arga menemani Rea cukup lama, hingga tanpa ia sadari seseorang yang bersamanya menemani Rea sudah terlelap di sebuah sofa. guratan di dahi Via menggambarkan betapa lelahnya ia. meskipun banyak sekali orang yang menganggap remeh tugas seorang ibu, tetapi beda dengan kenyataannya.


Ibu yang senantiasa menjaga anaknya entah saat keadaan sehat ataupun sakit. dan ibu tidak memikirkan keadaanya sendiri demi merawat anaknya. hal itu terlihat jelas dengan keadaan Via yang saat ini tidak memperdulikan kesehatannya sendiri.


Untuk seorang ibu yang baru melahirkan, tentu saja ini tidak baik. bahkan Via terlihat begitu kurus untuk ukuran seorang ibu yang baru saja melahirkan, harusnya bisa lebih terlihat berisi.


Tekanan yang terjadi selama beberapa bulan terakhir memang tidak mudah untuk Via. hingga tanpa ia sadari, ia begitu stres dengan apa yang ia hadapi.


"aku akan pergi dulu, biar besok aku kembali. Via juga terlihat sangat letih hingga tertidur seperti itu."


Sebelum pergi, Arga meraih tengkuk Via dan juga kaki Via. ia membenarkan posisi Via agar tidak sakit ketika terbangun. sementara itu, Rea masih tertidur pulas dan sedikit menggeliat.


Hatinya terasa tertahan dan tidak ingin meninggalkan bayi mungilnya. Rea begitu menggemaskan, dan membuat keinginan Arga untuk tinggal lebih lama semakin besar. Namun urusan pekerjaannya sudah menunggunya, sehingga mau tidak mau Arga memutuskan untuk segera pergi.


_


"Setelah ini lebih baik kita ke rumah Lesya Andi, kita berhasil menjalankan rencana dari Yoo joon untuk membuat mafia biad*b itu menjadi target dari Polisi"

__ADS_1


Dylan begitu bersemangat dan mengajak Andi untuk pergi ke rumah Lesya. Andi untuk menuruti ucapan Dylan dan bergegas untuk pergi.


Ketika mobil Dylan berhenti di halaman rumah Lesya, saat itu Andi yang keluar lebih dulu mendengar suara ricuh dari dalam rumah. beberapa dari mereka bahkan meneriaki nama Zora dan juga Elgara.


"pak, sepertinya terjadi sesuatu didalam"


Mendengar ucapan dari Andi, Dylan segera bergegas ke dalam untuk melihat apa yang tengah terjadi. Dan saat itu sebelum Dylan membuka pintu, pandangan matanya tertarik sesuatu yang berada di lantai dua.


begitupun dengan Andi yang tatapan nya terpaut pada seseorang yang baru saja memanjat dengan tangga menuju lantai dua rumah tersebut.


Saga oun tak tinggal diam, kakinya melangkah dan mendekat ke arah Zora. melihat Saga yang semakin dekat, seulas senyum menyeringai dari wajah Zora.


Suasana semakin menegangkan ketika Zora mulai mengancam akan menarik pelatuk pist*l yang ia letakkan didekat Elgara.


"Tolong jangan melakukan apapun yang bisa membuatmu menyesal Zora,Please."


"Kalau begitu tinggalkan wanita itu dan datanglah dan nikahi aku sekarang juga Dewa" Teriak Zora.

__ADS_1


Entah sejak kapan, Yoo joon berada di belakang Zora. Dan hal itu membuat Lesya terkejut sekaligus membuatnya mempunyai harapan untuk menyelamatkan buah hatinya.


Apapun akan dilakukan eh Zora untuk cintanya. Egois memang, tetapi itulah yang terjadi jika cinta sudah turut campur dalam hidup.


Dengan bantuan Dylan, Yoo joon segera merebut pistol dari tangan Zora secara tiba-tiba dari belakang. Hal itu pun tidak membuat Zora menyerah. Zora semakin menggila dengan mengancam untuk melempar Elgara dari atas sana.


Namun karena terlalu fokus dengan Andi dan Dylan yang baru saja datang, Saga berlari dan meraih Elgara dari tangan Zora. dan dengan segera Zora bergegas berlari, namun saat itu polisi yang sudah dihubungi oleh Andi sebelum kedalam ruangan, segera masuk dan menangkap Zora


"syukurlah, wanita itu sudah dibawa ke tempat yang seharusnya" ucap Dylan.


Namun drama tidak berhenti disitu saja. Saat itu karena lengah, Zora mendorong Dylan hingga Dylan terjatuh dari tangga paling atas.


"Dylan"


.


. bersambung

__ADS_1


__ADS_2