
Lesya terus menyibukan diri dengan pekerjaanya di kantor meskipun saat ini pikirannya berkecamuk tentang hubungan Saga dan juga Liyora yang semakin hari semakin membuat Lesya merasakan nyeri di hatinya.
Lesya lalu menutup layar tabletnya dan mengetuk-ketukan jarinya di atas meja, matanya yang memandang kosong dengan pikiran yang gusar "gimana nanti kalo mami telfon? apa aku harus berbohong?!"
Drrrrtttt drrtttt
baru saja Lesya memikirkannya, belum satu detik berlalu ibu mertuanya menghubunginya lewat panggilan video.
"tenang Lesya, lebih baik kamu mengangkatnya supaya mami gak curiga!"
tuk
"halo mi, mami ada apa video call Lesya?"
"ini sayang, tadi mami nyuruh Saga buat anter kue kesukaan kamu. apa Saga sudah sampai sayang?" ucap nyonya Darmawan diseberang sana.
"iya mi, kuenya enak banget. Lesya sampek kekenyangan lo mi!"
"beneran enakkan sayang kamu gak cuman bikin mami seneng kan?"
"iya bener mi, pokoknya kue bikinan mami favorite Lesya sekarang"
"duh mantu mami yang satu ini pinter banget kalo bikin mami seneng! oh iya sayang, dimana Saga? kenapa dari tadi dia gak kelihatan?"
"ada mi Saga sedang istirahat di ruangan Lesya, apa mami mau Lesya bangunin Saga?"
"gak perlu sayang, kasihan Saga tadi baru pulang sekolah mami langsung nyuruh dia kesana. oh ya sayang Saga juga belum malan tadi!"
"iya mi tadi Saga udah makan bareng Lesya kok mami jangan khawatir ya"
"syukurlah, kamu memang istri yang terbaik buat Saga. ya sudah ya sayang, ini mami lagi belanja nanti kita sambung dirumah ngobrolnya ya sayang."
"mami kok pergi sendiri kenapa gak nyuruh bibi aja belanjanya mi?" Lesya terdengar begitu mengkhawatirkan kondisi ibu mertuanya yang baru keluar dari rumah sakit.
"mami bosen di rumah sayang, jadi kamu jangan khawatir ya. mami udah baik-baik aja kok sayang, ya udah mami belanja dulu ya sayang"
tut
__ADS_1
panggilanpun selesai, kini Lesya kembali melanjutkan pekerjaanya.
waktu verjalan cukup cepat hingga tak terasa jarum jam sudah menunjuk pukul
lima sore, Lesya pun bergegas untuk pulang.
cukup lama Lesya berada di jalanan yang lumayan padat pengendara lainnya. sudah tiga puluh menit berlalu Lesya baru sampai, namun ia mendengar suara yang cukup kencang.
"ada apa didalam, seperti ada yang berdebat?" Lesya oun segera memasuki rumahnya.
ketika ia sampai di ruang tengah, Lesya mendapati semua anggita keluarga ada didalam. entah apa yang terjadi, namun Saga dan ibu mertuanya terlihat bersitegang.
"sayang.." nyonya Darmawan tiba-tiba memeluk menantunya erat.
"maafin mami sayang, mami gagal mendidik anak bungsu mami sehingga menjadi suami yang buruk buat kamu!"
"mami jangan bicara seperti i-" belum selesai Saga dengan ucapannya, nyonya Darmawan sudah mengisyaratkan Saga untuk berhenti berbicara dengan sebelah telapak tangannya.
nyonya Darmawan lalu menyeka air matanya dan sedikit memundurkan posisinya agar bisa menatap Lesya.
"mami.." lirih Lesya, perlahan jemarinya mengusap lembut wajah ibu mertuanya menghapus sisa-sisa air mata. "ini ada apa mi, kenapa mami bicara seperti itu?"
"kenapa mami bilang kaya gitu?" Lesya menatap lekat ibu mertuanya dan setelah beberapa saat ia menatap anggita keluarga yang lain.
"kenapa kamu bohong kalau Saga sedang tidur Lesya, kenapa kamu gak bilanh kalo dia ninggalin kamu di kantor demi jalan sama Liyora?"
"bukan gitu mi, Lesya cuman gak mau ini akan buruk sama kesehatan kalian. kalian bersua penting buat Lesya, jadi Lesya gak mau kesehatan kalian berdua memburuk."
"Lihat Saga! Lihat istri kamu, dia tidak sama sekali menyalahkan kamu. dia justru memperdulikan kesehatan kamu, apa Lesya kurang untuk jadi istri kamu?"
kini semuanya menatap ke arah Saga, termasuk dengan tuan Guntara dan juga Yoo joon. semuanya menunggu jawaban apa yang akan Saga berikan.
"mami, mba Lesya itu cuma pencitraan! dia ngomong kaya gitu pasti punya maksud tertentu! dia sok-sokan bilanh kesehatn kita berdua penting, padahal itu cuman alibinya biar tetap tinggal disini. karena kalo sampe dia marah terus cerai sama Saga, dia bakal susah buat deketin kak Saka!"
Lesya membulatkan kedua matanya saat mendengar apa yang diucapkan oleh suaminya. begitupun dengan kedua orangtuanya yang tidak habis pikir dengan pemikiran Saga terhadap Lesya.
"dan apa mami tau! dia itu selingkuhannya mba Lesya!" Saga menunjuk ke arah Yoo jon berdiri. sontak tuduhannya itu membuat Yoo joon tersentak.
__ADS_1
"tolong jaga bicara kamu Saga! apa kamu tau, tuduhanmu ini bisa melukai hati istri kamu!" balas Yoo joon yang masih berusaha tenang.
"huh kalian berdua gak usah mungkir dari hubungan kalian dengan dalih persahabatan. zaman sekarang mana ada persahabatan antara laki-laki dan perempuan?" tatapan tajam Saga begitu membuat perasaan Lesya nyeri.
"coba mami sama papi lihat foto ini!" Saga menunjukkan sebuah foto dari ponselnya. "aku yakin kalian sudah merencanakan tentang ini, kalian sudah merencanakan untuk tinggal bersama di rumah gua kan. dan lu mba Lesya, lu itu bener-bener gak punya harga diri ya. lu masih ngejar kakak gua dan sekarang bawa selingkuhan lain kerumah!"
Lesya menggelengkan kepalanya, ia lalu menatao kedua mertuanya yanh saat itu juga menatapnya. Lesya lagi-lagi menggelengkan kepalanya.
"apa semua yang dikatakan Saga benar Lesya?" tanya tuan Darmawan.
"enggak pi, Lesya gak ada sama sekali niatan un-"
"gak usah ngelak deh mba Lesya, gua tau lu itu dulu juga terpaksa nikah sama gua kan? dan gua yakin alasan lu nikah sama gua itu karena mau deketin kak Saka kan?"
"jaga bicara kamu Saga! dan untuk tante sama om, aku harap kalian mengenal Lesya dengan baik."
"mami, papi, Lesya gak pernah berniat buat deketin kak Saka lagi. karena Lesya tau kak Saka udah punya istri. dan Lesya gak akan rebut kak Saka dari mba Ella."
Lesya lalu berjalan ke arah Saga, ia semakin dekat dengan Saga yang saat ini tinggal beberapa jengkal saja jaraknya dari Lesya. Lesya menatap dalam-dalam manik mata Saga. "bisa-bisanya kamu nuduh aku kaya gitu Saga? apa kamu gak pernah ngerasain rasa cinta aku ke kamu?"
Lesya berbicara dengan suara yang bergetar. mata yang sudah berkaca-kaca terus menahan air mata yang ada dipelupuk matanya yang hampir tumpah. "aku tau mungkin saat ini kamu gak inget sama sekali tentang pernikahan kita, hubungan kita. tapi apa hati kamu gak pernah ngerasain perasaan aku yang tulus ke kamu Saga?"
"Lesya..." Lirih Yoo joon
"apa kamu gak perduli tentang perasaan aku? aku ini bener-bener cinta sama kamu Saga. tolong, tolong jangan biarkan kata-kata kamu perlahan mengikis rasa itu Saga!"
raut wajah Saga mendadak menjadi tak menentu. entah mengapa ia merasakan nyeri di hatinya saat melihat bulir air mata yang mulai jatuh dari pelupuk mata Lesya.
"sayang maafin Saga yang udah nuduh kamu sayang, mami yakin secepatnya Saga akan mengingat kamu!" kini nyonya Darmawan menarik Lesya kedalam dekapannya.
sementara itu, tuan Darmawan pergi begitu saja. ia terlihat terpengaruh dengan foto yang di tunjukkan oleh Saga. sedangkan Saga saat ini memilih untuk masuk kedalam kamarnya, dan tinggalah Lesya didalam pelukan ibu mertuanya juga Yoo joon yang masih berdiri memperhatikan Lesya.
.
.
.bersambung
__ADS_1
.
.