
Persidangan kini sudah dimulai, dan pengadilanpun secara berurutan melakukan serangkaian seperti biasa saat orang hendak melakukan persidangan berpisah.
'sepertinya aku benar-benar akan berpisah dengan Saga!'batin Lesya sudah lemas.
"tunggu bapak hakim!" terdengar suara dari pintu masuk ruang persidangan.
sontak hal itu membuat semuanya menoleh kearah sumber suara.
"Dikta, Alden?" ucap Saga
di sisi lain kini Liyora sudah berada di depan rumah Saga, ia sudah menanti kepulangan Saga dengan status barunya, yaitu Duda! dan ia saat ini lebih bersemangat lagi karna akan membuat Saga menjadi suaminya.
selang beberapa menit akhirnya keluarga Saga pun sampai dirumah mereka. saat itu Liyora segera turun dan langsung menghampiri Saga.
"kamu, kenapa kamu kesini?" tanya nyonya Darmawan.
sebelum menjawab pertanyaan dari nyonya Darmawan, Liyora mencium tangan orangtua Saga. ia lalu berdiri disebelah Saga dan hendak meraihnya, namun Saga segera menjauhkan dirinya dari Liyora.
"Sayang, ayo aku bantu kamu turun!" ucap Saga seraya membuka pintu mobilnya.
dan saat itu Liyora melihat Lesya lah yang turun dari dalam mobil, mendadak wajah yang tadinya berseri, saat ini menjadi merah padam karna kesal. dan tiba-tiba saja Liyora menarik Lesya dengan kasar.
"lo gak tau malu ya? jelas-jelas udah cerai, masih aja lo ikut ayah dari calon anak gue pulang!" Liyora berjalan memutari Lesya "lebih baik lo balik sana, keberadaan lo gak guna disini!" Liyoran mendorong Lesya dengan kuat, namun Saga yang sigap segera menangkap Lesya dan jatuh tepat didalam dipelukannya.
"jangan sentuh istri gua, Liyora!" bentak Saga yang sedikit mendorong Liyora, dan hal itu membuat Liyora tersentak. selain karna suaranya yang keras, Liyora juga terkejut karna Saga masih menyebut Lesya sebagai istrinya.
"Saga jangan dorong-dorong dong! inget, aku masih mengandung anak kita Ga.."
"anak siapa yang kamu maksud Liyora?"sarkas Saga.
"ya anak kitalah Saga, anak siapa lagi?"
kini Lesya pun mendekat kearah Liyora, sesekali ia melihat kearah perut Liyora dan menatapnya penuh selidik."lebih baik kamu pulang Liyora, kasihan anak kamu. nanti kalau kamu kecapean, itu bisa membuat bayi yang ada didalam perut kamu bahaya lo!"
"gak usah sok nasehatin gue!" pekik Liyora, Liyora pun segera menggandeng tangan Saga. "Saga kamu kapan nikahin aku? dan kenapa cewe tua ini masih disini?"
🔊gue harus gimana dong, mana mereka paksa gue tes DNA. nanti kalo mereka tau gue gak hamil, rencana buat bikin Saga nikahin gue bisa berantakan.
__ADS_1
gue sengaja ke kafe bentar biar gua bisa cari cara buat bikin mereka gak tau kalo gue gak hamil, pokoknya kalo gue ketahuan lo juga harus tanggung jawab. gue gak mau tanggung sendiri.
iya itu salah lo kenapa lo buang sembarangan tespack lo waktu di sekolah.
"itulah yang terdengar dari rekaman cctv, entah dengan siapa Liyora berbicara lewat telefon. tapi memang lo gak hamil anak gua!" ujar Saga sembari memasukkam ponselnya di dalam saku celananya.
dan hal itu seketika membuat Liyora berkeringat dingin. saat itulah Liyora ingin melarikan diri, namun Alden sudah menahannya lebih dulu
"dan siapa yang hamil Liyora?"
"bukan urusan kalian!" tukas Liyora sembari memberontak.
"ini jadi urusan kami karna saat ini siswi sekolah kita ada yang hamil di luar nikah!"
"katakan siapa Liyora? atau lo ingin gua mengadukan ini kepihak sekolah!" kini Dikta pun angkat bicara.
Liyora saat itu menatap Saka seakan bertanya apa yang harus ia lakukan, namin Saka justru membuang muka dan terlihat kesal karna rencananya untuk mendapatkan Lesya telah gagal setelah apa yang ia lakukan.
"atau mau gua sebar video kalo lu pura-pura hamil dan jadi pelakor!" sahut Alden y*ang saat itu memang sedang merekam semuanya melalui kamrena ponsel miliknya.
"dalam hitungan detik ni video bakal jadi konsumsi publik, dan lu bakal dapet image buruk dimata orang- orang. jadi lebih baik lu bilang siapa yang hamil! atau..satu..dua..ti-"
"lu si gak oerlu bilang siapa cewe itu, tapi lu suruh dia langsung datang kesini!"
"kalian selesaikan ini, mami mau antar papi kalian. papi kelelahan karena itu papi sama mami harus kedalam"
"iya mi, dan untuk papi, papi harus istirahat ya" ucap Lesya dan di angguki oleh kedua mertuanya.
cukup lama mereka menunggu seseorang yang sudah dihubungi oleh Liyora untuk datang. saat itu semuanya terlihat sangat antusias, namun berbeda dengan Saka yang justru terlihat semakin kesal.
"sebenernya mana si anaknya, penasaran gua!"ucap Alden yang sudah tidak sabar.
"sabar Al, lagian lu semangat banget? harusnya disini Saga yang beraikap kaya lu, eh ini malah lu yang kaya cacing kepanasan" sahut Dikta.
mendengar ucapan Dikta, Alden ingin membalas. namun ia mendadak terdiam saat kedatangan seseorang, yang ternyata sudah ia kenal.
"Friska!" ucap Alden.
__ADS_1
"jadi lu orangnya Friska?" Saga pun mendekat ke arah Friska. "lu kenapa si Fris mau maunya kerja sama dengan Liyora buay ngancurin rumah tangga gua!"
"Saga tenang, kita denger dulu apa alasanya lakuin ini!" saat itu Lesya menenangkan Saga agar tidak terlalu terbawa oleh emosinya.
"gue cuman mau bayi gue nanti ada bapaknya, soalnya bapaknya gak mau tanggung jawab" ucap Friska yang saat itu melirik ke arah Alden. dan Alden yang mengetahui hal itu, ia segera mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"terus siapa ayah daru bayi kamu Friska? apa kamu mau anak kamu dirawat oleh orang lain setelah kamu mengandungnya? apa kamu juga setega itu bikin rumah tangga orang lain hancur?" saat itu Lesyalah yang lebih emosional.
"tenanglah sayang, sekarang kita sudah baik-baik saja!" Saga mengusap lembut tangan Lesya untuk menenangkannya.
"dan lebih baik lu bilang siapa bapak bayi itu Friska?" sambungnya lagi.
'aduh mati gua, jangan- jangan tu bayi tumbuh dari benih gua?' Alden semakin berkeringat, ia terlihat sangat panik sehingga membuat Dikta mengernyitkan dahinya.
"lu kenapa Al, lu sakit?"
"emmhh.. kayaknya gua gak enak badan Ta, gua balik dulu ya?"
Alden pun bergegas untuk pergi.
"tunggu Alden lo mau kemana? lo gak mau tau siapa ayah dari bayi gue?"
"gu gue gak enak badan, lagian gak penting juga buat gue!" Alden sedikit terbata menanggapi ucapan Friska.
"tapi gue minta lo disini karna gue mau bilang, sebenernya ayah dari anak gue itu.." Friska menjeda ucapannya, dan saat itu ia melangkah lebih dekat kearah seseorang.
"Friska kamu gila, dia suamiku! mana mungkin dia ngehamilin kamu?"
"itu kenyataannya!" tukasnya.
"tadi Liyora, dan sekarang kamu Friska!" ucap Saga.
.
.
.
__ADS_1
.bersambung