
Ketika mendapati Saga yang masih hidup, Dikta melupakan kesedihannya sekejap. namun bayangan tentang kebersamaannya dengan Alden ketika mereka masih bersama pun memenuhi pikiran Dikta kembali. hal itu pun membuat senyumnya yang mengembang di wajahnya perlahan memudar.
"ada apa Ta, lu gak seneng gua masih idup hmm? "
"lah gua inget kalo lu masih idup mba Lesya gak jadi Janda dong"
"duh" Saga menoyor kepala Dikta yang menggodanya. setelah itu keduanya terkekh bersama, dan sekaligus membuat Saga mencari keberadaan Alden yang biasanya tidak pernah lepas dari Dikta.
Selain Lesya, orang yang mengetahui hubungan Dikta dengan Alden adalah Saga. jadi heran jika Alden kali ini tidak bersama dengan Dikta.
"loh, tu anak satu kemana? " tanya Saga sembari menatap Dikta.
"ya dia gak mungkinlah disini Ga, Alden baru kemaren lusa dia nikah smaa Dita"
"apa? bukannya-"
"Saga, lebih baik kamu istirahat ya. kamu baru aja kembali dan aku yakin saat ini kamu letih, kamu juga butuh berganti baju agar kamu tidak masuk angin kan?" Lesya tau jika saat ini perasaan Dikta sedang tidak baik-baik saja. hingga ia sengaja mengalihkan pembicaraan dengan menyuruh Saga untuk beristirahat.
Sementara Dikta yang menyadari ucapan Lesya, ia segera memberitahu dimana kamar yang akan di tempati oleh Saga dan juga Lesya.
"oh ya, ini itu kamar kalian. kalian bisa tidur disitu"
"terimakasih Dikta" ucap Lesya tersenyum manis dengan Elgara di gendongannya.
"baiklah, kalo gitu aku harus pergi. aku harus mengurus sesuatu" tukas Yoo joon dan berlalu pergi meninggalkan apartemen milik Dikta.
Jujur saja saat itu Yoo joon juga kembali mengingat tentang pernikahan antara Dita dan juga Alden yang membuat relung hatinya tergores dan meninggalkan luka yang dalam setelah ia kembali mengingat siapa seseorang yang benar-benar ia cintai.
Yoo joon keluar dari apartemen dengan perasaan kacau. ia begitu terluka dengan keputusan Dita yang memilih untuk menikah dengan Alden.karena perasaannya yang tak karuan, Yoo joon melajukan mobilnya cukup kencang hingga ia hampir saja menahan seseorang yang menyebrang jalanan secara tiba-tiba.
shiit
Untung saja Yoo joon segera menginjak pedal rem nya dan tidak menabrak orang tersebut. Yoo joon mengerutkan dahinya dan menelisik siapa orang yang hampir saja ia tabrak.
"bukannya itu Andi? "
Yoo joon turun dari kendaraannya dan mendatangi Andi yang tengah terdudukdi trotoar jalanan.
__ADS_1
"Andi" panggil Yoo joon.
Andi yang tertunduk segera mendongak dan melihat seseorang yang baru saja menghampirinya.
mengetahui orang yang ada dihadapannya adalah Yoo joon, ia pun bangkit dan memasang wajah senormal mungkin.
Tetapi Yoo joon tidak bisa dibohongi ketika melihat mata Andi yang memancarkan kesedihannya.
"pak Yoo joon, apa ada yang bisa saya bantu? "
"apa kau ada masalah? "
"tidak pak, saya hanya merasa lelah! " Andi beralasan.
Ketika Andi dan Yoo joong berbincang, Rizza dan juga ibu Andi datang bersamaan. "kau harus bertanggung jawab! kau hampir mencelakai calon suamiku" pekik Rizza tidak sopan membentak Yoo joon yang saat itu berdiri membelakanginya.
Bukannya menjawab ucapan dari Rizza, Yoo joon justru terpaku menelisik raut wajah Andi yang berubah drastis ketika Rizza dan ibunya datang. saat itulah Yoo joon yakin jika ada masalah dengan Andi.
"hei, aku bicara denganmu. apa kau tuli? " Rizza semakin meninggikan suaranya, Rizza pun tak ragu memukul punggung Yoo joon cukup keras hingga membuat Yoo joon menoleh ke arahnya.
Rizza membuka mulutnya lebar ketika melihat seorang yang ada dihadapannya begitu tampan bak aktor drama yang sering ia saksikan dari layar televisi maupun layar ponselnya.
"maaf nona, kalau begitu aku akan membawa calon suamimu ini ke rumah sakit. aku akan bertanggung jawab karna membuatnya seperti ini" balas Yoo joon sembari menarik Andi dan mendudukkannya di kursi samping kemudi.
Tanpa berbicara apapun lagi, Yoo joon bergegas melakukan kendaraannya dalam kecepatan yang cukup kencang hingga ia tidak mendengar ketika ibu Andi memanggilnya.
"kamu gimana si Rizza kenapa kamu diem aja? kamu malah melongo kayak gitu" oceh ibu Andi.
'astaga ni nenek lampir cerewet banget si, aku kan masih ngeliatin oppa aku' batinnya kesal.
Meninggalkan Rizza yang masih berimajinasi tentang Yoo joon, saat ini Andi di bawa oleh Yoo joon ke sebuah kafe untuk ia ajak bicara. setelah sampai di sebuah kafe, Yoo joon membiarkan Andi untuk menenangkan dirinya dan meminum minuman yang sudah ia pesankan.
"ehem, Andi. boleh aku bertanya?" Yoo joon mulai membuka pembicaraan.
"ya pak, bapak mau menanyakan hal apa kepada saya?" sahut Andi sembari meletakkan secangkir teh yang baru ia minum.
"kenapa perempuan tadi menyebutmu sebagai calon suaminya? bukankah kamu sudah menikahi Via karyawan dari kantor Lesya!"
__ADS_1
Andi menarik nafas dalam dan membuangya kasar. pandangan matanya turun dan memijat pangkal hidungnya sekilas.
"saya baru saja menandatangani surat cerai pak, dan itu artinya aku sudah bercerai dengan Via"
"apa? bukankah dia sedang mengandung anakmu dan sebentar lagi melahirkan? "
"bahkan sekarang dia sudah melahirkan pak. dan ibuku menyuruhku untuk bercerai"
"jadi kau menuruti ibumu meskipun kau sudah menikah dan punya anak? "
Lagi-lagi Yoo joon terus mencecar Andi dengan berbagai pertanyaan yang ada dibenaknya. padahal Yoo joon adalah seseorang yang tidak banyak bicara. namun ia teringat dengan hubungannya dengan pernikahan Andi dengan Via, dimana dia adalah salah satu penyebab menikahnya antara Andi dan Via. saat itu dialah yang menabrak Nenek Andi hingga kritis dan meminta Andi untuk menikahi Via di sisa umurnya.
"sebenarnya aku tidak ingin bercerai pak, tapi Via lebih dulu mengakhiri dengan menandatangani surat tersebut "
"apa penyebabnya? bukankah seharusnya kalian sudah saling cinta karena kalian sudah memiliki seorang anak. tidak mungkin kan jika kalian belum saling cinta? "
'saya sudah sangat jatuh cinta dengan Via pak, tapi entah Via cinta atau tidak. yang jelas dia dengan mudah menandatangani surat cerai itu. dan anak itu bukanlah anakku, tapi aku tidak akan membiarkan orang-orang menganggap Via seperti apa yang di ucapkan oleh laki-laki yang tidak bertanggung jawab seperti tuan Arga'
melihat Andi yang hanya terdiam dengan tangan yang menggenggam erat seperti orang yang tengah meredam emosinya, Yoo joon menggerakkan telapak tangannya dihadapan Andi.
"Andi, apa kau mendengarku? "
"emm iya Pak saya mendengar bapak! " sahutnya sembari menetralkan emosinya.
"lalu kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku barusan"
"sebenarnya Via menjadi berubah sangat dingin dengan saya karena saya sudah bertunangan dengan Rizza tanpa memberitahunya pak. tapi saya melakukan itu karena ibu saya mengancam tidak akan berbicara dengan saya lagi jika saya menolaknya! "
"baiklah aku mengerti sekarang! " ucap Yoo joon sembari mengangguk-angguk mendengar penjelasan Andi.
"Alden gue gak mau ya kalo kayak semalem, gue bisa ngos-ngosan lah"
terdengar suara yang sangat tidak asing di telinga Yoo joon hingga membuatnya menoleh. dan pandangannya bertemu dengan pandangan dari orang yang baru saja berbicara.
"kak Yoo joon"
.
__ADS_1
. bersambung