It'S Perfect

It'S Perfect
Jangan Makan Yang Berbahaya


__ADS_3

Sesampai di rumah sakit, seperti layaknya seorang suami yang mencaskan istrinya, Arga menunggu Via di depan ruang penanganan. Dan saat itu Andi dan Doni pun telah sampai.


"Arga, bagaimana dengan Via? " Tanya Doni, yang memang hanya memanggil nama bosnya tanpa embel-embel tuan, karena Doni memang terbiasa memanggil nama Arga jika tidak berada di kantor atau dihadapan orang banyak.


"Dokter sedang menanganinya" Balasnya dan kembali menatap ke arah pintu ruangan.


Sementara itu Andi hanya melihat Arga dan bergantian Doni. Ia merasa jika saat ini bukan hanya Doni yang menaruh hati kepada istrinya, tetapi atasan Doni pun sama.


Setelah beberapa saat seorang dokter keluar dan menanyakan siapa suami dari pasien yang ia tangani.


"Saya suaminya dok"


Mendengar Andi menjawab pertanyaan sang dokter, Arga dan Doni seketika menatap Andi dengan tatapan yang berbeda.


"Begini pak, istri Anda terlalu banyak mengkonsumsi buah nanas. Sebenarnya nanas aman untuk kehamilan, namun jika mengkonsumsinya terlalu banyak juga tidak baik Pak, karena Bahaya nanas bagi kehamilan umumnya dikaitkan dengan adanya kandungan enzim bromelain di buah tersebut. Enzim bromelain ini bersifat proteolitik yang dapat memecah protein di dalam tubuh. Selain itu, juga dapat memancing kontraksi, sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan perdarahan dan keguguran."


"Jadi saya harap lain kali bapak tolong lebih memperhatikan apa yang istri bapak konsumsi ketia sedang hamil"


"Baik dok, lain kali saya akan lebih memperhatikannya"


"Baik Pak saya tinggal dulu" Ucap sang dokter seraya meninggalkan ruangan Via.


Setelah kepergian dokter, Andi segera masuk untuk menemani Via yang masih terbaring lemas. Dan disusul oleh Arga dan juga Doni.


"Via, apa masih sakit? " Andi terlihat cemas melihat Via yang masih terlihat sangat pucat.


"Enggak kok Andi, cuman gue masih lemes banget" Lirih Via.


"Lain kali jika kamu tau kamu hamil, jangan makan apapun yang berbahaya untuk kandunganmu. Jika kau tetap ceroboh, kau akan menyusahkan orang disekitarmu"


Ucapan Arga kali ini justru membuat Via merasa bersalah dan menitikkan air mata. Hal itupun membuat Doni tidak tinggal diam.


Ia berdiri di samping ranjang "maaf nona Via, aku yang menyebabkan ini. Maafkan aku"


Doni memang merasa sangat bersalah karena memang dirinyalah yang membawakan Via rujak hingga membuat perutnya kesakitan dan nyaris merenggut bayi yang ada didalam kandungannya.


"Jadi tolong jangan menangis, jika ada yang harus disalahkan adalah aku bukan dirimu" Tambahnya lagi.

__ADS_1


"Tidak pak Doni, memang benar yang dikatakan oleh tuan Arga. Aku sangat ceroboh dan membahayakan anakku sendiri" Via kembali menangis.


"Jadi ini gara-gara ulah lo Don? Lain kali jangan bersikap seperti itu yang akan membahayakan orang lain. Dan kenapa lo bawain dia rujak, Apa kalian sedekat itu sampai lo harus bawain lo rujak?"


Reaksi Arga kali ini benar-benar membuat Andi kesal. Ia merasa Arga sudah berlebihan, Andi menganggap jika ini bukanlah kapasitas Arga.


"Maaf tuan Arga, sepertinya sikaomu sudah berlebihan. Jika memang harus ada yang marah adalah aku, karena aku adalah suami Via sekaligus ayah dari janin yang di kandungnya yang nyaris tiada" Selorohan Andi membuat Arga juga menyadari sikapnya yang berlebihan terlebih hanya untuk seorang perempuan yang tidak ada hubungannya dengannya.


_


"Saga, apa kamu akan pergi? " Tanya Lesya sembari memeluk Saga dari belakang dengan dagunya yang ia letakkan diatas pundak Saga dengan bibir yang mengerucut.


"Sebenarnya aku tidak ingin pergi, tapi ini adalah kegiatan kampus sayang. Jadi mau tidak mau aku harus pergi selama beberapa hari disana"


Saga memang harus mengikuti beberapa kegiatan kampus yang berada di luar kota, dari mulai seminar hingga ia juga harus menemui beberapa orang penting untuk membuat cabang baru Coffee shop miliknya semakin banyak peminat meskipun sudah sangat banyak yang mengenal Coffe shop miliknya, namun Saga juga ingin melebarkan lebih luas lagi usaha yang ia miliki saat ini.


"Baiklah, tapi kamu jangan lupa hubungi aku jika kamu tidak sibuk Saga"


Saga berbalik dan memeluk erat Lesya. Dan hal itu membuatnya ingin menyentuh lebih istrinya. Begitupun dengan Lesya yang mengikuti permainan dari suaminya.


Kecupan kecil di seluruh bagian wajahnya membuat Lesya membalas dan membuat Saga semakin liar, hingga tangannya yang bergerilya mulai dari leher jenjang istrinya dan perlahan ke tempat lain.


Lesya menatap kepergian suaminya. Setelah mobil Saga yang sudah tidak terlihat ia teringat jika hari ini ia harus menemui Yoo joon untuk menganyar Yoo joon check up.


"Aku harus segera ke rumah Joon, hari ini dia harus check up ke dokter"


Liyora yang mendengar hal itu segera mengikuti Lesya. Sementara Saka, Saka mulai mengerjakan sesuatu untuk mengerjakan beberapa hal untuk membuat usaha yang ia rintis bersama dengan Liyora tanpa sepengetahuan siapapun menjadi lebih maju.


"Joonie, apa kamu lama menungguku? "


"Sama sekali Sya, aku lagi makan ini ni ada yang ngirim makanan. Dita temen kamu"


"Dita? "


Saat itu Yoo joon ingin menyuapi makanan itu, namun Lesya menepisnya. Wajahnya yang semula ceria menjadi murung karena Yoo joon memakan makanan dari Dita, orang yang saat ini benci karena mengira Dita mengkhianati sahabatnya.


"Jangan makan lagi Joonie, atau kamu mau aku tidak mengantarmu ke rumah sakit? Aku sudah terlambat ke kantor, aku tidak mau membuang-buang waktu lagi dengan menunggumu menghabiskan itu."

__ADS_1


"Ada apa Lesya, kamu tidak suka dengan menungguku makan, atau kau tidak suka dengan seseorang yang mengantarnya?"


"Tidak, aku hanya tidak ingin terlambat ke kantor karena hati ini aku akan bertemu dengan investor penting Joonie"


"Baiklah mari kita berangkat"


Disepanjang perjalanan menuju rumah sakit Lesya hanya terdiam sembari mengemudikan mobilnya tanpa berbincang dengan Joonie.


'Aku mengenalmu sudah sangat lama Sya, aku tau jika kamu tidak menyukai seseorang! Dan sepertinya aku harus mencari tau siapa Dita, apa dia berbuat tidak baik sehingga kamu bersikap seperti ini! Aku tau kamu seseorang yang tidak akan membenci seseorang tanpa alasan Lesya. Dan kebaikan kamu adalah salah satu hal yang sulit membuatku untuk menemukan perempuan yang bisa menggantikanmu dari dalam hatiku'


Sesampainya di rumah sakit, Lesya langsung menemui dokter karena ia sudah membuat janji sebelumnya untuk Yoo joon. setelah menunggu sekitar satu jam, Dokter mengatakan bahwa Yoo joon masih belum sepenuhnya pulih sehingga Lesya harus lebih memperhatikannya terlebih dengan apa yang Yoo joon konsumsi.


Dan akhirnya hal itu membuat Lesya mengajak Yoo joon untuk menemaninya belanja.


"kamu kenapa ngajakin aku ke sini Sya? "


"aku mau beli bahan makanan biar nanti aku masakin kamu Joonie. lagian art kamu belum balik kan dari kampungnya? "


"tapi aku bisa beli makanan Sya, kamu gak perlu repot kayak gini. lagian kamu juga harus ngurusin bayi gede kamu itu kan? "


"huh? " Lesya yang menyadari siapa yang dimaksud oleh Yoo joon pun terkekeh. "Joonie, gitu-gitu dia suami aku loh calon dari anak aku ini" Lesya mengusap-usap perutnya seperti anak kecil sehingga membuat Yoo joon mengusap kepala Lesya dengan gemas.


"nan eommaga doego sipjiman yeojeonhi ne aicheoleom haengdonghae, Sya


[udah mau jadi ibu masih aja kelakuan mirip bocah kamu, Syarat]


"waenya, joonie, na jinjja eolin-ae gatjanh-a!"


[memang kenapa Joonie, aku memang menggemaskan seperti anak-anak kan!]


Saat itu Lesya kembali membuat Yoo joon tersenyum lebar dan mencubit pipinya, namun tidak menyakitkan.


"ye ye, dangsin-eun maeu gwiyeobda. manjog heum?


[ya ya, kau memang sangat menggemaskan. puas hmm?]


" terus saja kalian bertingkah seperti itu. dengan begini aku bisa lebih mudah.embuat Saga mempercayai jika kalian memiliki hubungan dan membuatnya pergi dan kembali denganku" ujar Liyora yang mengambil gambar Lesya ketika bersama dengan Yoo joon.

__ADS_1


.


. bersambung


__ADS_2