
Saga menatap langit-langit kamarnya, ia memutuskan untuk meninggalkan rumah kontrakannya sekaligus meninggalkan kediaman Darmawan. saat ini Saga tinggal di sebuah kontrakan kecil.
_Flashback On
Saga membuka matanya, terasa nyeri disekujur tubuh dan juga wajahnya yang terlihat lebam dengan beberapa luka memar di sudut bibirnya.
"mami, papi?"
"akhirnya kamu sadar sayang, mami sangat mencemaskanmu sayang!" ucap nyonya Darmawan
saat itu Saga ingin bangkit dari posisinya, namun karena keadaan tubuhnya yang lemah, Saga pun ambruk di tempat tidurnya.
"kamu mau kemana Saga?" tanya Saka.
"aku mau ke rumah sakit kak, aku mau lihat keadaan Lesya. dia sakit!"
"kamu tidak perlu datang kesana Saga!" kali ini tuan Darmawanlah yang angkat bicara. mendengar ucapan dari ayahnya, Saga menautkan kedua alisnya. ia tidak mengerti kenapa ayahnya melarangnya untuk melihat keadaan istrinya.
"tapi Lesya itu istri aku pi, papi gak bisa ngelarang Saga buat nemuin Lesya!"
"mending kamu turuti ucapan papi Saga, Lesya itu gak baik.buat kamu!" sahut Ella menatap angkuh Saga yang terbaring lemas.
"jangan menilai istriku kalo, kamu sendiri gak bisa nilai diri kamu sendiri kakak ipar!"
"apa yang dikatakan Ella itu memang benar sayang" sahut nyonya Darmawan.
"kenapa kalian semua ingin aku menjauhi istrimu sendiri? padahal kami sudah menuruti tantangan mami, tapi kenapa mami bersikap sepeeti ini?" Pekik Saga yang memegangi perutnya yang terasa sakit.
"apa kamu ingat dengan orang-orang yang memukuli kamu dijalanan Saga?" tuan Darmawan menjeda ucapannya menatap Saga dengan lekat.
"semua orang itu adalah suruhan dari keluarga Guntara! mereka ingin kamu jauh dari putrinya, mereka tidak terima melihat Lesya mebjalani hidup sederhana. dan karena Lesya sakit, mereka juga ingin kamu sakit. karena mereka menganggap kamu lah penyebab keadaan Lesya saat ini!"
"apa? papa dan mama gak mungkin kaya gitu pi, walaupun terkadan papa keras, tapi dia gak mungkin setega ini dengan menyuruh orang untuk melukaiku!"
"baik, kalo kamu tidak percaya! tapi kamu akan percaya melihat ini!"
nyonya Darmawan menaruh amplop diatas nakas. saat itu Saga segera melibat isi amplop tersebut. dan benar dugaan Saga, amplop tersebut berisi surat gugatan cerai. didalamnya juga ada selembar surat tulisan tangan.
kamu harus menanda tangani surat ini. saya tidak ingin mempunyai menantu yang tidak berpenghasilan seperti kamu. putriku berhak bahagia. dia adalah orang yang kompeten, saya tidak ingin Lesya menyia-nyiakan hidupnya untuk laki-laki seperti kamu yang tidak bisa membahagiakannya. Lesya pantas mendapatkan pasangan hidup yang sepadan, tidak sepertimu yang selalu mengandalkan orang tua dan istrimu
__ADS_1
jedar
bagai tersambar petir, saat itu lerasaan Saga menjadi carut marut setelah membaca surat dari ayah mertuanya.
"lebih baik setelah kamu pulih, kamu ikut mami sama papi keluar negeri sayang. kamu bisa melanjutkan pendidikanmu disana tanpa dibayang-bayangi oleh perempuan seperti Lesya."
"terserah mami"
beberapa hari setelah Saga membaik, semua keluarga bersiap untuk kebandara karena saar itu Saga dan kedua Orangtuanya akan pergi keluar negeri. saat berada di area parkir bandara, Saga menatap keluar jendela dengan perasaan gusar.
'apa ini akhir dari rumah tangga kita Lesya? apa kamu sudah membaik?'
"ayo Saga, sebentar lagi kita akan berangkat"
Saga melihat sekelilingnya, saat itu ia melihat Saka dan Ella yang tengah mengurus segalanya. namun karena ia belum yakin, Saga memilih lari dari tempat tersebut.
"Saga kamu mau kemana?" teriak nyinya Darmawan.
_Flashback Off
setelah beristurahat cukup panjang, hari ini Saga memutuskan untuk berangkat kerja. karena saat itu ia memilih mengintrak ditemoat yang kecil disekitar Coffe shop.
'gua harus menghindar dari mereka. gua janji, gua akan nemuin Lesya setelah gua pantas untuk dia!'
Saga memutar motornya dan melaju kencang menuju ke rumah Alden. disana ia melihat Dikta dan Alden sedang membahas sesuatu.
"woe siapa lo? berani-beraninya lo ngintai rumah gau?" Alden meneriaki Saga yang ada di luar gerbang. ia tidak mengenali Saga karena saat itu Saga hanya menaiki motir matic dengan masker diwajahnya. ia juga mebgenakan hoodie agar tidak ada yang mengenalinya.
"tunggu Al, itu Saga! " lirih Dikta dengan menunjukkan pesan yang dikirm oleh Saga.
selang beberapa saat, Alden sudah mengajak Saga untuk masuk. saat itu air muka Saga terlihat sangat muram.
"kalo lu gak kuat jauh dari mba Lesya, lebih baik lu temuin dia Ga! gua lihat mba Lesya juga tersiksa kaya lu!"
"dari mana lu tau Ta?" tanya Saga penuh selidik.
"tadi mba Lesya nyariin lu kesekolahan, dan terpaksa gua sama Alden bohong. kita bilang sama mba Lesya sesuai permintaan lu!"
"gua bingung sama kalian, kenapa si kalian harus kaya gini?"
__ADS_1
" panjang ceritanya Al, yang jelas gua bakal nemuin istri gua, kalo gua udah pantes buat jadi suaminya. dan gua janji itu gak akan lama, gua akan buktiin sama papa kalo gua bisa bikin Lesya bahagia!"
"terus kalo sebelum lu berhasil, mba Lesya udah disamber sama orang gimana Ga?"
mendengar perkataan dari Alden me.buat Saga cemas dan gundah. namun ia berjanji tidak akan menemui Lesya sebelum ia pantas untuk Lesya.
"gua yakin, sebelum itu terjadi, gua bisa buktiin kalo gia bisa bikin istri gua bahagia dan hidup layaknya seorang dari keluarga Guntara." tegas Saga.
saat itu Dikta menepuk-nepuk punggung Saga untuk memberinya semangat. tidak berhenti disitu saja, Dikta juga menunjukkan ketika Lesya berbicara dengan Saka.
pasalnya Saga tau siapa sebenarnya kakaknya setelah ia mendengar semuanya dari Dita ketika Saka bersekongkol dengan Friska dan juga Liyora saat itu.
"gua yakin kak Saka sevel banget lihat Lesya gak kemakan sama kebohongannya!" Saga mengukir senyum diwajahnya. ia semakin yakin untuk menjadi seseorang yang berhasil hanya untuk kebahagiaan Lesya.
"tapi gua heran, kenapa papa menginginkan gua cerai sama Lesya. setau gua papa memang orang yang keras dan sangat menyayangi Lesya. tapi dia gak akan bertindak gegabah yang akan melukai perasaan Lesya seperti ini!"
"omongan Saga bener. om Guntara itu sepertinya banyak sekali pertimbangan jika akan melakukan sesuatu. tapi kenapa kali ini ia memilih keputusan yang salah?" ucap Dikta.
saat itu terlihat Alden, Dikta dan juga Saga tengah berpikur keras. pasti ada penyabab kenapa tuan Guntara bertindak seperti itu.
"ada dua kemungkinan masalah gugatan cerai itu Ga!" ucap Alden.
"apa?" tanya Alden penuh selidik.
"pertama, itu rencanandari kak Saka. lu tau kan kak Saka itu licik!"
"lalu yang kedua?" Dikta menimoali ucapan Alden.
"bisa jadi om Guntara melakukan ini karena dia melihat seseorang yang lebih pantas, seperti Arga!"
mendengar pernyataan dari Alden, Saga berpikir keras. apa yang dikatakan oleh Alden memang tidak salah. Arga adalah seorang CEO yang menguasai beberap bidang usaha. tidak menutup kemungkinan untuk menjadikan Arga menjadi pendamping Lesya.
.
.
.bersambung
.
__ADS_1