It'S Perfect

It'S Perfect
Laki-Laki Beristri


__ADS_3

Hari ini adalah akhir pekan, dimana Lesya sangat menantikan hari ini. pasalnya ia dan Saga akan sama-sama libur kerja dan menghabiskan waktu berdua.


pagi hari,Lesya sudah berkutat didalam dapur dengan sayuran-sayuran yang sudah ia beli kemarin sore. ia sengaja menyiapkannya agar ketika ia bangun tidur, ia bisa langsung meniapkan sarapan untuk Saga.


disaat Lesya tengah fokus mengolah sayurannya, ia merasakan sebuah tangan besar yang melingkar diperutnya yang rata. Lesya mengembangkan senyumnya seakan ia sudah tau siapa sipemilik tangan yang saat ini memeluknya erat dari belakang.


sementara Lesya yang masih terus fokus dengan masakannya, perlahan Saga menyusuri dan mencium ringan leher Lesya. kegiatan Saga tersebut ternyata membuat gelenyar tersendiri dan membuat Lesya berpaling dari masakannya dan beralih menatap suaminya yang tengah tersenyum nakal.


"Saga, aku masih masak. jangan mengangguku!" protes Lesya yang kemudian fokus kembali dengan masakan yang tengah ia buat.


"siapa yang mengganggu? aku hanya sangat suka dengan bagian ini. dan kamu gak bisa melarang aku menyukai istriku kan?" Saga nekat menciumi tengkuk Lesya hingga setelah masakan itu matang, Lesya segera mematikan kompornya dan beralih menghadap kearah Saga dengan tatapan kesalnya.


"ada apa ini? ada apa dengan wajah istriku?"


Lesya yang mendengar ucaoan Saga, seketika ia menyentuh wajahnya. "ada apa? apa ada sesuatu" tanya Lesya sembari meraba-raba wajahnya.


Cup


"ada ini!" dengan singkat Saga mengecup bibir ranum milik istrinya. dan saat itu pula pipi Lesya berubah bersemu merah akibat apa yang dilakukan oleh suaminya.


"sudah Saga, aku masih harus memasak. jangan menggodaku terus!" gerutu Lesya.


"oh.. jadi ini menggoda hemm?" Saga menggerakkan alisnya keatas dan kebawah dengan seringainya.


"apa si Saga, jangan membuatku malu!" lirih Lesya sembari mendorong tubuh Saga sedikit menjauh darinya.


saat itu Lesya bergeser untuk mengambil sesuatu, namun Saga yang jail justru mengangkat tubuh istrinya hingga terduduk diatas meja masak. dengan cepat Saga mengunci tubuh istrinya dengan tangannya yang cukup kekar.


"Saga.."


Lesya mendorong kembali suaminya, namun kali ini Saga tidak membiarkan istrinya lari. dengan cepat tangan Saga memegang pinggang istrinya.


saat itu Saga semakin mengikis jarak antara dirinya dan juga Lesya. dan ketika Saga melihat sasaran didepannya..


tring..


ponsel Saga berdering, karena memanfaatkan ponsel Saga, Lesya langsung turun dari meja dan kembali melanjutkan kegiatannya untuk memasak.


Saga yang selesai bicara dengan seseorang didalam telefon, ia mendekat ke arah Lesya dengan senyum tipisnya. melihat gelagat yang berbeda dari Saga, Lesya menatap dalam mata suaminya.


"ada apa Saga, apa ada sesuatu?"

__ADS_1


"emm hari ini aku harus bekerja!" ucapnya dengan sendu.


"dari pagi, atau malam hari seperti biasa?"


"dari pagi, manager bilang aku akan mendapat bonus jika hari ini aku menurutinya untuk bekerja sejak pagi!" tutur Saga.


"emm tidak apa, setelah sarapan aku akan ikut denganmu menemanimu bekerja!"


seketika rona wajah Saga berubah menjadi ceria. ia begitu senang ketika istrinya mengatakan akan menemaninya untuk bekerja. "benarkah.."


"emm.." anggukan dari Lesya membuat Saga sangat senang, saat ia mengira istrinya akan kecewa dan marah, justru hari ini Lesya membuat kejutan yang benar-benar membuat Saga gembira.


setelah selesai dengan kegiatan dirumah, Saga dan Lesya bergegas untuk ke coffee shop tempat Saga bekerja. ketika mereka sampai, disana terlihat para gadis berkerumun.


salah satu gadis yang berkerumun melihat kedatangan Saga dan juga Lesya. karena orang yang mereka tunggu sudah tiba, saat itu tidak memperdulikan Lesya yang berjalan disamping Lesya terpisah dengan Saga yang sudah ditarik oleh para gadis yang sudah mengantar Saga ke meja dimana Saga selalu meracikkan kopi untuk mereka. "kalian sabar, nanti pasti gue bikinin."


"iya buruan kak, kita udah oada aus ni.."


'tapi aku harus ngomong sama Lesya dulu'


ketika Saga ingin berbicara, ia sudah digiring oleh pengunjung sekaligus para fansnya sehingga ia tidak sempat berbicara dengan istrinya.


"minggir dong, kita udah antri dari tadi. situ baru dateng main deket-deket sama kak Saga!" celotehan itu keluar dari salah satu pengunjung coffee shop.


brugh


Lesya terjatuh dan membuat lututnya terluka akibat banyaknya gadis-gadis yang berdesakan. Saga yang masih fokus membuat kopi, ia tidak melihat ketika istrinya terjatuh bahkan terluka.


"bangunlah biar aku bantu" tawar seorang laki-laki.


Lesya yang masih mengusap kakinya yang terkena debu, ia mendongak ke arah seseorang yang membantunya untuk bangkit.


"joonie?"


"Lesya? astaga, kenapa bisa sampai terjatuh kaya gini" Yoo joon membawa Lesya disebuah meja yang terletak disudut ruangan agar tidak terganggu oleh banyak gadis yang mengantri memesan kopi hingga berfoto dengan Saga.


"kamu tunggu disini, biar aku carikan obat."


setelah meminta obat kepada pihak coffe shop, Yoo joon segera kembali untuk mengobati lutut Lesya yang terluka. saat itu Lesya yang mengenakan dress sebatas lutut membuat kakinya mudah tergores ketika membentur tanah ataupun lantai.


perlahan Yoo joon membersihkan darah dan mulai mengobatinya. "apa ini sakit?"

__ADS_1


"sedikit" balas Lesya dengan sedikit mengernyitkan dahinya.


"tahan, sebentar lagi selesai!" tutur Yoo joon sembari sesekali meniupi luka Lesya agar mengurangi rasa perih di lukanya.


seusai mengembalikan kotak obat yang ia minta dari pelayan, ia duduk dihadapan Lesya. ia melihat kemana arah pandangan Lesya. saat itu ia belum mengetahui siapa barista yang membuat kopi. namun ketika ia perhatikan dengan seksama, ia menjadi paham kenapa air muka Lesya terlihat tidak suka.


"Saga! Saga bekerja disini Lesya?"


saat itu Lesya sedikit tersentak mendwngar pertanyaan dari Yoo joon karena ia yang terlalu fokus dengan apa yang ia lihat. "ehh iya. udaj satu minggu dia kerja ditempat ini Joonie!"


"apa kamu tau jika setiap dia bekerja, dia selalu mendapat perlakuan dan perhatian seperti itu dari pengunjung?" tanya Yoo joon dengan penuh selidik.


Lesya menggelengkan kepalanya. Lesya jujur dengan sahabatnya, karena memang Saga tidak pernah mengatakan apapun. "setiap kembali dari sini, Saga hanya mengatakan coffe shop ramai. dan aku tidak menyangka akan seramai ini joonie!"


Lesya mendadak geram ketika melihat seorang gadis tiba-tiba mencium pipi Saga sekilas. Lesya tidak tahan dan hendak mendatangi gadis tersebut, namun Yoo joon menahannya. "jangan Sya, kamu tenang okey?"


"apa kamu bilang Joonie? tenang? kamu gak akan pernah tau rasanya pasangan kamu di cium oleh wanita lain karena kamu belum menikah! aku harus memperingatkan dia."


*wah Elsa cantik banget ya, kayaknya mereka pacaran deh. Saga aja dicium gak nolak dia juga gak marah


iya kayaknya mereka pacaran


tapi gue rela kalo mereka pacaran, walaupun gue ngefans sama Saga, tapi kalo pasangannya secantik itu gue gak pa-pa.


iya pasti pacaran! secara, Elsa itu selebgram tercantik, mana ada yang bisa nolak dia yakan*?


itulah yang terdengar ditelinga Lesya, hal itu semakin membuat Lesya merasa terbakar. "kamu denger kan Lesya, cewe itu selebgram. kamu bisa diserang sama pendukung cewe itu!" tambah Yoo joon.


"tapi Saga itu suami aku Joonie!"


"itu yang harus kamu tau Lesya. jika saja Saga sadar kalau dia laki-laki beristri, dia akan tau batasan untuk apa yang harus dilakukan oleh pria yang memiliki istri, Lesya!"


saat itu juga Lesya terduduk dan memikirkan apa yang diucapkan oleh sahabatnya. 'apa yang dikatakan Joonie juga tidak salah. jika Saga tegas, gadis-gadis itu tidak akan mendekatinya seperti itu, bahkan sampai menciumnya!'


.


.


.bersambung


.

__ADS_1


.


__ADS_2