It'S Perfect

It'S Perfect
Kembali Renggang


__ADS_3

Hari ini Andi dan Via begitu sibuk karena mendapat kepercayaan dari atasan mereka. dan kali ini mereka harus pergi ke sebuah pesta untuk mewakili perusahaan.


"lebih baik lo ikut sama gue Via, gue bakal milihin gaun yang cocok buat lo nanti"


"nggak perlu Andi, gue ada kok gaun. waktu itu pak Doni memberiku gaun"


Sontak Andi mengerutkan dahinya. ia lalu berjalan dan membuka lemari milik Via. saat itu ia membuka-buka gantungan dan juga lipatan baju. "yang mana?" ujarnya.


"lo mau ngapain si Andi?"


"mana gaun yang dibeliin sama pak Doni?" Andi terus mencari, hingga tangannya memegang sesuatu yang tidak pernah ia miliki.


"ANDI" Via berteriak karena Andi memegang benda keramat miliknya. sementara Andi yang terkejut, ia menoleh ke arah Via dengan masih menenteng benda milik Via.


melihat barang miliknya berkibar di tangan Andi, Via segera merebutnya.


"Andi lepasin"


"emang apa si Via" Andi yang belum tau, ia justru menahannya dan melihat apa yang ia ambil.


"astaga" Andi melepasnya begitu saja setelah ia melihat apa yang saat ini di tangannya.


wajah Via bersemu merah karena malu. ia lalu segera memasukkan b*a miliknya kedalam lemari dan menutup lemarinya.


"udah lo keluar sana Andi, gue mau mandi mau siap-siap ke acara nanti"


Andi yang merasa canggung pun segera pergi dari kamar Via. di luar pintu Andi mengingat sesuatu yang ada ditangannya. entah kenapa pikirannya justru kini beralih ke sangat pemilik dari barang tersebut.


"mikir apa si gue? inget Andi, walaupun Via udah dah jadi istri lo, tapi kalian nikah secara paksa. tanpa cinta" gumam Andi sembari menuju ke kamarnya.


didalam kamar, Via sangat malu begitu mengingat b*a miliknya tersangkut di tangan Andi yang saat itu benar-benar penasaran dengan gaun yang diberikan oleh Doni.


setelah cukup lama Via bersiap, ia keluar dan mendapati Andi tengah menunggunya dengan duduk di sifa ruang tamu.


tap tap tap


langkah kaki Via membuat Andi menoleh ke arahnya. dan saat itu Via berhasil menyita perhatian Andi dengan mengenakan gaun dari Doni.


Jujur saja Andi tidak suka karena gaun tersebut dibelikan oleh Doni. namun tidak bisa ia pungkiri bahwa gaun tersebut memenangkan sangat indah di kenakan oleh Via malam ini.

__ADS_1


"Andi a-ayo"


dengan suaranya yang terbatas, Via memberanikan diri untuk memanggil Andi terlebih dulu. namun bukannya menyaut panggilan Via, Andi justru hanya menatap Lekat Via. sontak hal itu semakin membuat Via merasa malu, terlebih ketika ia mengingat apa yang sempat terjadi.


_


Dita terhenyak ketika mengetahui kenyataan bahwa Yoo joon mengalami koma. Dita menangis tanpa suara.


"kak Dylan, bagaimana ini kak.


" tenanglah Dita, Yoo joon pasti akan baik-baik saja. "


"lebih baik kamu bawa Dita ke ruangan Kenan kak Dylan. biar aku dan Dikta yang menunggu disini" ucap Alden.


"apa yang kamu katakan memang benar Alden, aku akan membawa Dita ke ruangan Nolan." setelah mengatakan hal itu Dylan benar-benar membawa Dita ke ruangan Kenan.


"Dikta, apa kamu baik-baik saja? " setelah ditinggalkan oleh Dylan dan Dita, Alden berani menunjukkan perhatiannya untuk Dikta.


Tanpa Ragu Alden memeriksa badan Dikta yang terkena darah milik Yoo joon. raut kecemasan sudah terlihat jelas semenjak Dikta baru datang.


"hei, sudah jangan cemas. aku tidak pa-pa kan? " Dikta menangkup wajah Alden dan mengusapnya lembut.


Dikta lalu mendekat ke telinga Alden. "aku sangat gemas melihatmu khawatir denganku, kalau saja kita dirumah aku tidak akan melepaskanmu Alden"


sontak mendengar Alden berkata seperti itu membuat Alden membulatkan kedua matanya, karena jarang sekali Dikta menggoda Alden seperti itu.


"Dikta jaga sikapmu, nantinjika ada yang melihat bagaimana? "


bukannya menuruti ucapan Alden, Dikta justru semakin mendekat hingga Alden menempel dengan tembok dan disusul oleh kekangan Dikta.


"tapi pacarku ini benar-benar membuatku gemas, bagaimana aku bisa menjauh darimu hmm? "


"Dikta hentikan, jangan menggodaku terus"


Lagi-lagi Dikta justru semakin mendekatkan dirinya mengikis jarak antara mereka, Dikta semakin mendekatkan wajahnya dan, "aku makan menghubungi mba Lesya. karena dia satu-satunya orang yang dekat dengan kak Yoo joon di Indonesia kan? "


Dikta lalu menarik dirinya dan mengambil ponselnya untuk segera menghubungi Lesya dan juga Saga. sementara itu Alden bisa bernafas lega karena Dikta sudah menjauh dari dirinya sehingga kekhawatirannya takut dilihat oleh orang lain hilang.


Stelah beberapa menit akhirnya Lesya datang dengan ditemani oleh Saga. raut kecemasan tercetak jelas diwajahnya.

__ADS_1


"Dikta, Alden, bagaimana dengan Joonie? "


"dia mengalami koma mba, dan Dokter mengijinkan kita melihat keadaan yang setelah beberapa menit lagi" jelas Dikta.


"bagaimana ini bisa terjadi Dikta?"


"yang aku lihat, tadi saat dijalan, Kak Yoo joon bertabrakan dengan mobil dari berlawanan arah yang melaju kencang. dan saat itu kak Yoo joon terpental dari dalam mobil mba"


mendadak Lesya menjadi lemas. ia memegangi dadanya yang terasa sesak mendengar keadaan Yoo joon saat ini.


"sayang hati-hati, sini aku bantu" Lesya menggerakkan telapak tangannya untuk memberi tahu Saga agar tidak membantunya.


"Alden, apa kau bisa membantuku ke dalam? bukankah aku sudah boleh melihatnya?"


saat itu Alden melihat Saga, dan Saga mengangguki Alden. dengan segera Alden membantu Lesya untuk kedalam.


"sebenarnya ada apa Ga? kenapa mba Lesya menolak sama bantuan lo? "


"ada kesalahan pahaman Ta, sepertinya ada yang sengaja membuatku dan Lesya seperti saat ini"


"bagaimana itu bisa terjadi Ga? " sahut Alden yang baru keluar.


"aku juga tidak tau Alden, saat itu aku ingin memberi kejutan makan malam buat Lesya. namun terjadi sesuatu akhirnya makan malam gua ubah jadi lunch romantis, tapi saat di akhir ada yang memberi Lesya sebuah amplop yang berisi surat. dan dilamnya mengatakan Terima kasih karna aku sudah rela menemuinya dengan beralasan liburan untuk Lesya" jelas panjang lebar Saga menceritakan semuanya.


"tapi lu yakin kalo lu bener-bener gak lakuin itu Ga? " celetukan Alden berhasil membuat Saga menghunuskan tatapan tajam kepada Alden.


"apa maksud lu Al, gua bukan orang kaya gitu! "


"eit, jangan emosi Ga. tenangin diri lo! " ucap Dikta.


"abisnya doi lu itu bikin gua kesel Ta! "


"ssttt, jangan kenceng-kenceng Saga."


"okey, kita lupain itu sekarang, sebaiknya kita mulai menyelidiki siapa dalang dari itu. kita juga gak mau itu bisa ngeganggu kandungan mba Lesya! "


"itu dia Al, Ta, itu yang guankhawatirin. kalian tau kan Lesya pernah mengalami keguguran, gua gak maubsampai itu terjadi karena dia stres gegara orang yang gak bertanggung jawab kirim-kirim surat kaleng kayak gitu"


kini semuanya terdiam memikirkan siapa yang menyebabkan hubungan Saga dan Lesya kembali renggang.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2