It'S Perfect

It'S Perfect
Menikah Lagi


__ADS_3

Setelah mendapat jawaban dari Dita, Yoo joon segera bergegas kembali kerumahnya untuk menyiapkan perjalanannya menyusul Lesya menggunakan jet pribadi milik kuarganya.


tidak memakan waktu lama Yoo joon tengah sampai di tempat tujuannya. sesampainya disana ia mencoba menghubungi Lesya, namun hingga beberapa kali Yoo joon terus menghubungi Lesya tidak satu kalioin Lesya mengangkatnya.


"ah iya, kenapa aku tidak menghubungi Dikta. untung saja aku meminta nomornya dari perempuan tadi"


Yoo joon tidak ingin membuang waktu dan segera menghubungi nomor Dikta.


"halo.. apa dengan ini Dikta ? "


" ... "


"aku Yoo joon, aku ingin tau kalian saat ini berada dimana. aku akan menyusul kalian"


"... "


Yoo joon bergegas menuju hotel dimana Dikta dan Alden membawa Lesya kesana dalam keadaan pingsan.


Yoo joon yang melihat Lesya tidak sadsrkan diri segera mendekat dan memeriksa Lesya. pandangannya tidak bisa berbohong. siapa saja yang melihat pasti bisa menyimpulkan bahwa Perhatian Yoo joon bukan sekedar dari seorang sahabat, melainkan perhatian dari seorang pria untuk wanita.


"apa yang terjadi, kenapa Lesya bisa seperti ini? "


"tadi mba Lesya menemui polisi yang menangani kasus yang di alami oleh Saga. dan polisi mengatakan bahwa kecelakaan ini sepertinya direncanakan bahkan kemungkinan besar jika Saga tidak selamat. karena itulah mba Lesya pingsan seperti saat ini" ujar Dikta.

__ADS_1


"itu berarti saat ini polisi belum menemukan Saga? " Yoo joon menatal Dikta dan Alden bergantian, dan keduanya menggeleng bersamaan.


"Saga" pekikesya yang tersadar dan mengeluarkan banyak keringat dingin. dengan segera Yoo joon memberi Lesya segelas air putih.


"Joonie... " rengek Lesya yang segera memeluk Yoo joon dengan sangat erat.


"Joonie.. Saga Joonie.. heu...heu.."


"tenanglah Lesya, apa yang dikatakan oleh Polisi belum tentu itu benarkan? lagi pula tidak ada yang tau saat ini saga dimana. jika polisi mengatakan kemungkinan besar Saga tiada, itu berarti kungkinan besar juga jika Saga masih hidup"


"dan apa yang dikatakan oleh kak Yoo joon itu memang benar mba Lesya" sambung Alden.


Setelah mengatakan hal itu Alden memilih untuk keluar, ia merasa terlalu sesak melohat Dijta yang bahkan tidak sekalipun melihat kearahnya.


Sementara itu di tempat lain kini Andi yang tengah menunggu ibunya sakit dikejutkan oleh acara pertunangan yang sudah direncanakan oleh keluarganya dengan alasan ibunya yang sakit.


"mama, apa yang mama lakukan? Andi sudah mempunyai istri, Andi tidak mungkin menikah lagi ma! " protes Andi.


"mama tau itu, tapi kamu menikahinya karena nenek kamu Andi. dan karena nenek mu sudah meninggal, kau bisa menceraikan nya dan menikah dengan gadis pilihan mama! "


"mama, apa mama tidak memikirkan perasaan Via kalo Andi menceraikan nya dan menikahi gadis lain! "


Dengan mudahnya ibu Andi hanya terkekeh. ia lalu bangkit dari duduknya dan mendekat ke arah Andi.

__ADS_1


"kamu pikir mama besarin kamu buat jadi orang kere Andi? kita menjadi seperti saat ini itu gak mudah Andi. jadi mama mau kamu menikahi gadis yang sepadan, bahkan yang lebih dari kita" jawab ibu Andi.


"Andi gak bisa ma, karena saat ini Via hamil anak Andi"


Sontak hal itu membuat Kedua bola mata ibu Andi membulat sempurna.


"kalau begitu suruh dia menggugurkannya. mama gak sudi punya cucu dari dia Andi"


"mama" sarkas Andi yang mulai kehabisan kesabaran.


"jadi kamu berani bentak mama gara-gara gadis itu Andi? "


"bukan begitu ma, Andi hanya tidak suka mam menyuruh Andi buat gugurin calon anak Andi sendiri ma! "


"baiklah, sekarang kamu pilih mama atau istri kamu. karena jika. kamu pilih dia, jangan pernah anggap mama ini mama kamu!" ucap ibunya dan berlalu pergi.


Andi yang merasakan dilema besar hanya bisa meraup wajahnya dengan kasar. meskipun anak yang ada di kandungan Via bukanlah anaknya, tetapi Andi tidak mungkin tega menyuruh Via menggunakannya bahkan meninggalkannya.


"sial, gue harus gimana sekarang! "


.


. bersambung

__ADS_1


__ADS_2