
Andi menunggu Via di luar ruang operasi. tangannya terasa dingin karena menantikan Via di operasi oleh dokter. di satu sisi Andi cemas karena keadaan Via, dan disisi lain ia juga khawatir jika ibunya memintanya segera menikahi Rizza.
Selang beberapa menit Dokter keluar dan meminta Andi untuk masuk dan menemani istrinya yang baru melahirkan. matanya berbinar melihat Via yang memeluk anaknya di ranjang rumah sakit.
"Via, gue cemas banget karena lo lama banget didalam sini" Andi mengusap lembut. "dan gue seneng banget gadis kecil ini hadir di kehidupan kita, meskipun dia harus lahir lebih cepat dari waktu yang seharusnya" tambahnya lagi.
Ucapan Andi menjadi pengingat bagi Via, diaman ia harus bercerai dengan Andi ketika anaknya lahir. dan hal itu membuat Via menjadi sedih.
"lo kenapa Vi, apa ada yang sakit? "
"semua orang yang melahirkan entah itu normal atau sesar, mereka punya tingkat kesakitan masing-masing Andi." balas Via yang enggan menatap Mata Andi.
Andi yang mendapat sikap dingin dari Via, hal itu menyadarkannya tentang kelanjutan pernikahannya dengan Via. dimana ia harus menceraikan Via setelah melahirkan dan ia harus segera menikahi Rizza. gadis pilihan ibunya yang udah menjadi tangannya saat ini.
ceklek
__ADS_1
Seseorang membuka pintu dan membuat perhatian Andi dan Via buyar. keduanya menatap ke arah pintu yang terbuka. dimana mereka mendapati dia orang Laki-laki yang datang membawa bingkisan.
"pak Doni, kenapa anda dan fyan Arga datang kesini?" tanya Via yang jujur saja ia pun masih tidak percaya jika bosnya pun turut hadir.
"aku tadi menghubungi Andi, dan dia bilang kamuhrus segera operasi karena kamu terjatuh di dalam kamar mandi" ujar Doni.
"lalu kenapa tuan Arga datang kesini? "tanya Andi
"bagaimanapun di adalah orang kepercayaan Lesya, jadi aku akan berusaha menghargainya dengan menjenguknya ketika dia melahirkan" jawab Arga.
'bayi ini, ke apa aku tidak ingin dia melepaskan jariku yang dia genggam. dan kenapa dia begitu menggemaskan. aku harus mengambil sample rambutnya untuk mengetahui apa benar dia bukan anakku?'
Arga justru bermonolog didalam pikirannya. ia kembali mengingat kejadian yang ia lakukan sehinga membuat Via mengandung.
brak
__ADS_1
"cepat ceraikan dia sekarang Andi, mama gak mau punya mantu kayak dia"
Semua perhatian tertuju kepada ibu Andi yang menyuruh Andi menceriakan Via disaat Via masih sangat lemah seperti. saat ini.
"ma, kita bicarain itu nanti. ini bukan waktu yang tepat ma" tempat Andi
"tapi kamu benar-benar harus menceraikannya Andi. jika kamu terlalu lama bisa-bisa Rizza di rebut orang lain"
ibu Andi terus mendesak supaya Andi secepatnya menceraikan Via.
"tolong anda lebih terang nyonya. Via harus istirahat. lebih baik anda membiarkannya istirahat. aku yakin anda ini pernah melahirkan. jadi harusnya anda tau apa yang akan dilakukan oleh seorang perempuan yang baru melahirkan. dia harus banyak istirahat dan tidak tertekan" kali ini Arga angkat bicara dan hal itu membuat ibu Andi bungkam seribu bahasa.
.
. bersambung
__ADS_1