It'S Perfect

It'S Perfect
Sapu Tangan


__ADS_3

Saga masih saja menitikkan air matanya hingga membuat Lesya gemas. "Saga, aku sudah tidak papa kan? "


setelah melihat Lesya benar-benar baik, Saga kemudian berhenti menangis. dan hal itu membuatnya sangat malu ketika banyak orang melihatnya menangis saat berada di rooftop.


"sayang, hari ini kan hari terakhir kita disini, bagaimana kali kita pergi ke suatu tempat untuk menghabiskan waktu kita."


"memang kita mau kemana Saga? "


"sebentar, aku harus mengambil sesuatu didalam"


cukup lama Saga meninggalkan Lesya diluar. Hingga saat itu Lesya terlihat sangat bosan. menyadari Lesya yang mulai murung, Saga segera menemuinya. sebenarnya Saga hanya memperhatikan Lesya dari dalam sehingga ia sangat lama didalam.


"sayang, ada apa? kenapa wajahmu seperti ayam? "


"Saga jangan menggodaku, aku sangat bosan karna kamu meninggalkanku sangat lama! " ucap Lesya dengan bibir yang mengerucut.


"astaga jadi mba istriku ini marah hmm? "


"aku tidak marah, aku hanya bosan Saga" rengeknya.


"Baiklah kalau begitu aku akan menebus kebosananmu dengan sesuatu" ucap Saga dengan senyum yang mengembang Saga membawa Lesya kesuatu tempat.


"kita akan kemana Saga? kenapa kita berjalan ke arah hutan? "


"sudah, ikut saja" Lagi-lagi Saga memberikan kejutan untuk Lesya. dimana ia mengajak Lesya kesebuah tempat makan yang ada didalam hutan. dan Saga sudah memesan tempat tersebut dengan dekorasi yang membuat Lesya terpukau.


"karena tadi kita nggak jadi makan, lebih baik kita makan sekarang okey? sebenarnya aku menyiapkan tempat ini untuk nanti malam, tapi karena kejadian tadi aku sudah tidak bisa menunggu. dan aku sudah request tema nya aku ubah."


selang beberapa saat mereka kini telah sampai di tempat yang sudah Saga persiapkan untuk menyenangkan hati Lesya. sebuah makan siang yang sangat indah di sediakan oleh Saga yang begitu membuat berkesan di hati Lesya.


"permisi, hidangan appetizer sudah siap. silahkan dinikmati"


Lesya dan Saga mulai menikmati hidangan pembuka, dan berlanjut dengan hidangan utama. hingga saat ini hidangan penutup telah terlalu di hadapan mereka.


"Liyora, kenapa kita harus mengikuti mereka seperti ini Liyora. harusnya kita membuat rencana selanjutnya untukembuat mereka bertengkar" ucap Saka.


"tenang kak Saka, kakak lihat apa yang akan terjadi sebentar lagi"


"Saga, ini apa? "


Lesya menemukan Sebuah amplop didalam tudung saji makanan penutup


"aku tidak tau Lesya, coba kamu buka"


Lesya lalu membuka amplop tersebut, dimana yang isinya adalah sebuah sapu tangan dengan sebuah surat.


"Saga, bukankah ini milikmu? "


"coba aku lihat"


Saga memeriksa sapu tangan yang mirip dengan miliknya. dan ternyata sapu tangan tersebut memanglah milik nya.


"ini memang punyaku Lesya, lalu apa isi suratnya"

__ADS_1


Lesya membaca semuanya dari awal hingga selesai. perlahan rahangnya mengeras dan matanya yang memerah. ia menatap Saga penuh tanya.


"ada apa Lesya, ada apa denganmu? apa kamu sakit? "


Saga melihat Lesya yang terlihat syok, ia lalu meraih surat yang ada ditangan Lesya. ia mulai membacanya hingga selesai.


"ini tidak benar Lesya, aku bahkan tidak pernah bertemu siapapun disini! "


Flashback on_


Lesya terbangun dari tidurnya, saat itu ia tidak mendapati Saga berada disebelahnya. ia lalu melihat ponselnya dan melihat pukul berapa saat ini.


"ini masih jam Satu, lalu dimana Saga?apa dia ada dikamar mandi? "


karena sudah terlalu lama, Lesya memeriksa dikamar mandi. dan ia tidak mendapati Saga ada disana.


klek.


"Saga, kau dari mana? "


"emm.. itu aku baru saja mencari jaringan Lesya. karna didalam sangat susah! "


"kenapa? apa ada yang penting sehingga masih jam segini kamu membutuhkan jaringan. ini waktunya kamu istirahat Saga! "


"iya karena aku harus memeriksa laporan Coffee shop selama aku tinggalkan Lesya."


"itu kamu periksa besok saja Saga, ayo kita tidur Saga"


Flashback Off


"jadi ini alasanmu yang sebenarnya Saga? dan ini yang membuatmu mengajakku untuk berlibur di tempat ini? "


Liyora begitu senang melihat dimana Saga dan Lesya berdebat seperti saat ini.


"Liyora, sebenarnya apa yang kau lakukan? kenapa Lesya bisa semarah dan kecewa seperti saat ini? "


"kau nanti akan tau kak. dan aku bisa melakukan ini karena Saga yang keluar malam hati sehingga aku bisa memanfaatkannya." Liyora tersenyum licik begitupun dengan Saka yangerasa senang akan pertengkaran antara Lesya dan Saga saat ini.


_


"Alden, apa menurutmu orangtuamu tidak akan curiga kalau kamu cuma pura-pura suka sama Dita. gimana kalau mereka tau hubungan kalian itu cuman sebatas kesepakatan? "


Alden yang masih sibuk dengan Laptopnya, ia kemudian menutupnya dan duduk menghadap Dikta yang sedari tadi duduk dibelakangnya. Alden menatap Alden dengan senyum yang tersungging dibibirnya.


"entahlah Dikta, yang jelas saat ini aku hanya ingin kita berdua bersama. aku tidak ingin memikirkan yang lainnya." ucap Alden sembari menangkup wajah Dikta.


mendapat perlakuan manis seperti itu membuat Dikta semakin jatuh hati kepada Alden. tangannya perlahan meraih pinggang Alden.


"Dikta, jangan seperti ini. ini tempat kerja, nanti jika ada yang melihatnya bagaimana hmm?"


"tidak akan ada yang melihat kita Alden, lagi pula siapa yang berani masuk ke ruanganku?"


"tapi"

__ADS_1


cup


Alden menghentikan ucapannya karena mendapat serangan dari Dikta.


"Dikta sudah ku bilang ja-"


cup


Lagi-lagi Dikta mengec*p Alden hingga Alden tersipu mendapat serangan-serangan seperti itu. namun tidak dipungkiri Alden sangat menyukai sikap Dikta yang mendadak manis.


saat itu Alden memikirkan pembalasan untuk Dikta. perlahan jarinya menyusuri leher Dikta hingga membuat Dikta tak karuan. karena Alden yang terus menger*yangi tubuh Dikta, Dikta langsung menindihnya dan bersiapp menyerang lagi.


tok tok


"permisi pak Dikta, ini ada ibu anda ingin bertemu dengan anda pak"


"sudah, kami boleh pergi. biar aku langsung masuk"


Alden yang saat itu sudah tidak memakai baju, ia panik dan segera mencari kaosnya yang dilempar oleh Dikta ke sembarang arah.


"tenanglah, jangan panik. aku akan mengurus mamaku. dan kamu tetap didalam sini okey?" Dikta mengedipkan matanya hingga membuat Alden tersenyum dan berlalu keluar dari kamar yang ada diruangannya.


"astaga, sejak kapan Dikta menjadi genit seperti itu?" ucap Alden sembari mengenakan kaosnya dan kini ia berbaring dengan mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Dikta untuk mengatasi ibunya.


"mama, ada apa mama tiba-tiba datang kesini?"


"mama hanya rindu denganmu Dikta. apa kamu tidak merindukan ibumu ini? kamu sudah beberapa bulan tidak pulang ke rumah kan?"


"aku sangat sibuk mengurus resti dan kulaihku ma. jadi aku langsung pulang ke apartemenku untuk beristirahat"


"oh ya Dikta, kemana Alden? tadi mama keruangannya dia tidak ada!"


"emm sepertinya dia ada urusan diluar ma"


"aneh sekali, pegawaimu bilang dia bersamamu. dan mobil Alden masih ada didepan"


dug


"apa itu? "


Dikta panik karena Alden ada didalam kamarnya, namun terdengar sesuatu yang jatuh didalam sana. dan hal itu membuat Ibu Dikta hendak memeriksanya.


"emm mungkin itu hanya sesuatu yang jatuh ma"


"dan sesuatu yang jatuh pasti ada penyebabnya Dikta, biar mama periksa"


tanpa memperdulikan ucapan Dikta, ibunya langsung membuka pintu kamar tersebut. sontak kedua matanya membulat melihat apa yang ada didalam kamar.


"emm Dikta bisa jelasin ma"


.


. bersambung

__ADS_1


__ADS_2