
Saga melajukan motornya dalam kecepatan tinggi. dan saat ia tengah di perjalanan, hujan turun tiba-tiba dan saat itu Saga harus menduh yerlebih dulu.
"huh, bukannya itu kak Ella? sama siapa dia?" tiba-tiba perhatian Saga tersita oleh sosok wanita yang sangat ia kenal, yaitu kakak iparnya.
Saga tidak sengaja melihat kakak iparnya bersama seoang pria didalam sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan. ia melihat kakak iparnya yang tengah bermesraan dengan pria lain.
"gua harus ikutin mereka!"
akhirnya Saga memilih untuk mengikuti Ella yang pergi dengan seseorang yang tidak ia kenal. namun menurutnya laki-laki itu adalah orang yanh sama saat ia melihatnya bermesraan dengan Ella dihadapan kakaknya sendiri.
hingga Saga menghentikan motornya didepan sebuah rumah yang cukup mewah. disana ia melihat Ella yang masih melanjutkan aksinya dari dalam mobil hingga memasuki rumah. tanpa melewatkan apapun, Saga merekam semua yang Ella lakukan. "gua bakal jadiin video ini buat ngintrogasi kak Saka, sama istrinya." kemudian sesaat setwlah mengambil video, Saga yeringat tujuan aslinya saat ini.
"astaga, ini udah jam berapa? gua harus cepetan ke kantor Lesya. mana ujannya gak reda-reda lagi"
-
"gue yakin saat ini lo ketakutan karna di ruangan itu gelep banget." Arga tersenyum menyeringai dengan pemikirannya yang mengira Lesya saat itu begitu ketakutan.
Arga pun berjalan dengan santai menuju ruang pembukuan. setelah ia sampai di depan ruangan tersebut, Arga menyuruh penjaga kantor untuk menghidupkan kembali Listrik dikantornya.
klek
Arga membuka kenop pintu, pandangannya menyapu seluruh ruangan. namun saat itu dahinya berkerut karena tidak mendapati seseorang pun yang ada didalam sana.
'dimana Lesya? kenapa dia gak ada disini?'
saat Arga hendak meninggalkan ruangan tersebut, ia melihat ponsel Lesya yang tergeletak diatas lantai. saat itu Arga semakin mendekat ke arah ponsel dan saat ia hendak mengambilnya, ia melihat tangan Lesya.
"Lesya.." betapa terkejutnya Arga saat melihay Lesya yang sudah tidak sadarkan diri. ia kemudian berusaha membangunkan Lesya yang sudah pucat seperti mayat dengan menepuk-nepuk wajah Lesya, namun Lesya tak kunjung sadar.
"kenapa pakek pingsan segala si.. padahal dia kan bisa pakek lampu ponselnya, ini kenapa malah pingsan. padahal gue mau lihat ekspresi ketakutannya, bukan waktu dia pingsan kaya mayat gini kan!"
Arga mencoba membangunkan, namun lagi-lagi tidak ada respon dari Lesya. "gak ada pilihan lain, gue harus bawa dia keruangan gue." Arga pun mengangkat tubuh Lesya. sesekali ia memperhatikan wajah Lesya yang pucat pasi.
entah kenapa, saat itu tiba-tiba perasaan cemas timbul.
"lepasin istri gua!" seketika Arga mencari sumber suara yang baru saja meneriakinya.
saat itu, Saga yang melihat istrinya berada didalam gendongan pria lain. ia meradang dan segera mengambil alih Lesya dari tangan Arga.
"lo apain istri gua?" Saga terlihat panik saat melihat istrinya yang pingsan.
"bawa keruangan saya!" titah Arga. dan saat itu Saga segera menuruti Arga dan membaringkan Lesya di atas sofa ruangan Arga yang cukup luas.
"sayang bangun.."Saga menggosok-gosok punggung tangan Lesya dan sesekali meniupnya agar terasa hangat. "lo apain istri gua?"
'ini aneh! kenapa suami Lesya masih kekanakan sepeeti ini? dia tidak bisa bersikap sopan dengan orang lain. dan gue baru tau ternyata Lesya sudah menikah. kenapa gue gak cek biodatanya dengan teliti.'
__ADS_1
"saya gak melakukan apapun, tadi waktu listrik padam dia sudah pingsan seperti itu"
"astaga, istri gua pobia gelap!"
'jadi Lesya pobia sama gelap?' batin Arga yang kini mulai ikut panik.
"emm anda tenang, dokter sudah mebuju kemari"
setelah menunggu beberapa saat, benar apa yang dikatakan oleh Arga. Dokter sudah datang, saat itu sang dokter segera menangani Lesya.
"bu Lesya sudah sadar. dan kenapa bisa dia mengalami ini lagi? aku sudah pernah berpesan dengan tuan Guntara, jangan sampai ia terlaml sering mengalami hal semacam ini. ini bisa berakibat buruk untuk kesehatannya." ucap Dokter.
"tunggu dokter, saya mau bicara dengan anda"
Arga mengajak dokter itu keluar dari dalam ruangannya. ia mencari tempat yang lumayan jauh dari ruangannya. "maaf Dok, tadi anda mengatakan tuan Guntara bukan?" dokter itu mengangguki pertanyaan dari Arga.
"tuan Guntara yang anda maksud itu siapa? apa pemilik dari perusahaan G.Pro?" sambung Arga.
"benar pak. dan bu Lesya adalah putri dari tuan guntara sekaligus CEO dari G.Pro."
"baik terimakasih Dok, anda bisa kembali."
setelah kepergian sang dokter, kini Arga kembali memikirkan tentang Lesya. ia heran dengan apa yang dilakukan oleh Lesya dikantornya, pasalnya dia adalah anak dari pemgusaha terkenal. "itu berarti Lesya itu orang yang sama dengan orang itu? dan apa tujuannya bekerja disini?" Arga mengepalkan tangannya ia kembali mengingat peristiwa masalalu yang di alami oleh kakak kandungnya beberapa tahun lalu.
_Fkashback On
"jangan emosi sayang, abangmu mengalami kecelakaan saat menyelematakan anak kolega kita"
"gimana gak emosi ma? udah tujuh tahun Arga gak ketemu sama bang Arvin, dan seharusnya dia masih ada di tengah-tengah kita sekarang!" Arga begitu emosional hingga matanya terlihat memerah dengan air mata yang tertahan di pelupuk mata dan tangannya yang mengepal.
"dia nyelamatin anak siapa ma?" pekik Arga
" anak dari Guntara sayang. tapi itu semua bukan salah Lesya, sayang. abang kamu memang sangat..sangat mencintai Lesya, itulah penyebab abang kamu tidak memperdulikan keselamatannya sendiri ."
Arga menggeratkan giginya dengan rahang yang mengeras. pandangannya yang jauh dengan entah apa yang tengah ada di pikirannya. 'gue bersumpah, gue akan bikin lo menderita karna lo udah ngerenggut abang gue!'
_Flashback Off
💜💜
keesokan paginya terjadi di kediaman Darmawan. saat tuan Darmawan dan nyonya Darmawan tengah menikmati sarapan, Saka datang dengan wajah yang tegang.
"Saka, duduklah. kuta sarapan bersama!" tawar tuan Darmawan.
"sebenarnya ada yang ingin Saka bicarakan dengan papi!"
"pasti masalah kerjaan kan? nanti saja, lebih baik kita sarapan dulu!" balas tuan Darmawan.
__ADS_1
"iya Saka, lebih baik kita makan dulu" sambung nyonya Darmawan.
tuan Darmawan memang orang yang tidak bisa ditentang. apapun yang ia katakan, itulah keputusan. karena tau kebiasaan ayahnya, Saka memutuskan untuk sarapan lebih dulu, meskipun saat itu ia tidak bisa menikmati makanan yang dihidangkan di hadapannya.
setelah keluarga Darmawan menyelesaikan makan pagi. Saka ingin segera memberitahu sesuatu yang sudah ia tahan. namun lagi-lagi tuan Darmawan membahas topik lain.
"oh ya Saka dimana istrimu, kenapa dia gak ikut kesini?" tanya tuan Darmawan.
"sebenarnya ada sesuatu yang mendesak diperusahaan pi!"
"mendesak bagaimana Saka?" tanya nyonya Darmawan.
"beberapa investor kita menarik diri dan tidak ingin menanam sahamnya di perusahaan kita lagi pi. dan yang lebih parah mereka semua berpindah ke perusahaan milik Dylan, sepupu Lesya!"
"bagaimana itu bisa terjadi?" tuan Darmawan terlihat sangat kaget mendengar hal itu.
"Saka yakin ini karena tantangan mami untuk Lesya pi!"
"tantangan? Lesya? ada apa ini, kenapa tidak ada satupun yang aku tau?"
"iya pi, mami minta Lesya buat keluar dari perusahaannya dan hanya di bekali uang untuk menyewa rumah. dan selain itu semua fasilitas Saga mami cabut. dengan begitu Lesya dan Saga harus hidup dengan uang mereka sendiri!" ucap saka yang menggebu-gebu.
"apa? kenapa kamu lakuin ini mi? papi bener-bener-bener gak habis pikir!"
"ini semua demi Saga juga pi. mami gak suka sama Lesya setelah Lesya vetsikap anarkis. dan karena mami belum bisa membuktikan itu, mami nantang Lesya untuk itu, supaya mami tau apa Lesya tulus dengan Saga atau tidak setelah mereka tidak bergwlimang harta!" jelas nyonya Darmawan.
"dan mungkin kerena mendemgar hal itu Dylan yang sejak saat itu tidak suka dengan keputusan mami. dia sengaja menarik semua investor penting kita pi"
seketika tuan Darmawan menjatuhkam dirinya di atas kursi. ia memegang oangkal hidungnya. "jika itu yang terjadi, papi gak bisa nyalahin mereka. karena ini semua memang gak adil buat Lesya, mereka pantas untuk marah."
"tapi kalo ini berkelanjutan, bisa-bisa kita bangkrut pi" sahut Saka
sementara itu nyonua Darmawan terlihat cemas dan khawatir mendengar apa yang dijelaskan oleh Saka.
daan tanpa mereka sadari, semua ucspan mereka telah didengar oleh Yoo joon dan juga Dylan.
"mereka gak pernah tau kalo aku sudah memasang penyadap di rumah mereka." ujar Yoo joon yang menatap Dylan dengan senyum miringnya.
"dan dengan begitu kita akan tau siasaapa yang akan mereka gunakan untuk menarik kembali investor-investor itu."sambung Dylan
'sebenarnya aku gak suka melihat kejadian ini. tetapi karena kalian sudah versikap tidak adil dengan Lesya, kalian harus menerima ini sebagai awal kebangkrutan dari kalian!' batin Yoo joon.
.
.bersambung
.
__ADS_1
.