
Ketika menyadari bahwa dirinya dan juga Dita saling menatap, Yoo joon segera mengalihkan pandangannya. gelak tawa yang tadi terdengar mendadak menjadi sangat hening.
"baiklah Andi, lebih baik kita ke rumahku sekarang. kita bicarakan masalahmu di rumahku, itu akan lebih baik" ucap Yoo joon agar terhindar dari Dita yang bersama dengan Alden.
Jujur saja Yoo joon belum terbiasa melihat Dita yang kini sudah resmi menjadi istri Alden. hal itu benar-benar menjadi sebuah pukulan keras bagi Yoo joon. Yoo joon bahkan menganggap dirinya mungkin memang tidak pantas bahagia, setelah ia mengingat tentang Lesya yang bahkan juga tidak menjadi miliknya, kini ia semakin yakin jika dirinya memang ditakdirkan seberuntung orang lain yang bisa menjalani hidup mereka dengan pasangan yang mereka cintai. Setelah bersusah payah mencari obat hatinya yang kehilangan cinta pertama, ia justru tergores semakin dalam ketika obat tersebut menjadi milik orang lain.
"mari pak" tempat Andi
Ingin rasanya Dita menghentikan Yoo joon, namun ia menahannya ketika ia melihat Yoo joon yang bahkan menghindari tatapan matanya.
Yoo joon melajukan kendaraannya sangat kencang hingga membuat Andi mengerutkan dahinya.
'apa yang aku pikirkan,! kenapa aku memikirkan ucapan Dita tadi. tentu saja dia melakukan itu karena mereka sudah menikah' Yoo joon terus terngiang dengan ucapan Dita. perasaannya semakin carut marut dengan apa yang ia dengar terlebih saat itu Dita begitu gembira berbicara dengan Alden.
"pak Yoo joon, apa kau baik-baik saja?" Selorohan Andi berhasil menyadarkan Yoo joon yanh tidak bisa melupakan pertemuannya dengan Dita dan juga Alden.
__ADS_1
"astaga, kita tidak bisa pergi ke rumahku sekarang Andi. karena aku yakin anak buah Zora ada di sekitar rumahku. lebih baik kita ke apartemen Dikta sekarang"
"siapa Zora pak? dan kenapa dia mengirim anak buah ke rumah anda? " tanya Andi bayangan masih bingung.
Yoo joon pun mengemudikan mobilnya sembari menceritakan apa yang tengah di alami oleh Saga, hingga Andi mengerti akan apa yang terjadi saat ini. selang beberapa saat akhirnya mereka tengah sampai.
Ketika berada di dalam apartment, Lesya memperhatikan Yoo joon yang terlihat tidak bisa fokus dengan kegiatan yang ia lakukan.
"ada apa Joonie? kenapa kau terlihat sedih seperti itu?"
Sontak ucapan Yoo joon membuat Dikta menoleh ke arahnya dan bergegas mendekatinya.
"kau bertemu dengan mereka kak Yoo joon? "
"sayangnya iya" timpal Yoo joon " terlebih mereka membahas sesuatu yang tidak harus di bahas.
__ADS_1
"kita lupakan itu. tapi ada apa denganmu Andi? " kini Lesya mendekat ke arah Andi.
"Andi, apa ada masalah? "
Andi pun menceritakan apa yang terjadi dirumah sakit ketika Ayah dan juga tunangannya menyuruhnya untuk bercerai.
"astaga Andi, lalu kenapa kau menandatangi surat itu? apa kamu ini tidak memikirkan perasaan Via saat itu? apa kamu tidak tau jika apa yang di ucapkan perempuan itu tidak seperti yang ada didalam hatinya. dia tentu terluka melihatmu sudah bertunangan, harusnya kamu meminta maaf Andi.
Perasaan Andi mencelos ketika mendengar ucapan Lesya yang semakin membuatnya gundah.
Saga yang saat itu baru turun dan keluar dari dalam, membuat Andi terjingkat.
' apa aku melihat hantu di siang hari seperti ini? ' batin Andi yang mulai takut kareena Saga semakin mendekat.
.
__ADS_1
bersambung