It'S Perfect

It'S Perfect
Klien Aneh


__ADS_3

Kontrak kerja telah selesai, Lesya kini kembali menjadi CEO di perusahaan J.Pro Corporation. Lesya kembali keperusahaan dengan penampilan barunya.


"pagi bu Lesya.." sapa Andi sang karyawan dengan pandangan kagumnya.


"pagi Andi" balas Lesya sembari mengangguk dengan senyum tipisnya memasuki ruangannya. setelah satu tahun lebih, Lesya baru memasuki ruang kerjanya.


tok tok


baru saja Lesya menduduki kursinya, seorang karyawan mengetuk pintu ruangan.


"permisi buk"


"ya, ada apa Andi?"


"hari ini ibu harus bertemu dengan klien kita bu!" tutur Andi.


"baik, jam berapa Andi?"


"sekitar pukul satu siang bu, tapi ada yang aneh dengan klien yang satu ini bu"


"aneh bagaimana maksud kamu Andi?" Lesya mengerutkan dahinya.


"dari awal klien kita yang satu ini tidak pernah datang sendiri, ia slalu diwakilkan oleh asisten pribadinya. namun entah kenapa hari ini ia ingin bertemu langsung dengan CEO perusahaan kita bu"


Lesya hanya terdiam memikirkan sesuatu. karena melihat Lesya yang belum merespon apapun, kini Andi kembali memanggil Lesya.


"bu Lesya.."


"uh iya.." dengan sedikit terhenyak Lesya kembali memasang ekspresi wajah yang tenang.


"apa bu Lesya sedang tidak enak badan? bagaimana kalau kita atur ulang saja meeting dengan kliennya bu?"


"tidak perlu, kita akan meeting hari ini!"


"baik bu"


-


di tempat lain Dikta merasa kesal karena melihat Liyora yang sudah berkeliaran bebas.


"tenangin diri lu lah ta, gua lihat semakin kesini lu semakin sering emosian. padahal waktu SMA lu lebih bijak dari ini!" ucap Alden sembari berselonjor disofa kamar Dikta dengan menikmati keripik kentang kesukaannya.


"enggaklah Al, perasaan lu aja! gua kaya gini cuman wory aja liyat cewek sebringas itu bebas berkeliaran."

__ADS_1


"yang gua heran itu, siapa yang mau jadi penjaminnya Ta? itu sebebernya yang bikin gua penasaran." celetukan Alden membuat Dikta terpaku.


"lu mikir gak si Ta, kalo ini ada hubungannya sama kak Saka!" sambung Alden.


"ini si harus kita selidiki Al"


"lu semangat gini, apa gara-gara Liyora udah bikin Friska meninggal. dan lu masih cinta sama Friska Ta?"


"iya emang kenapa Al, aneh kalo gua masih cinta sama Friska? lagian Friska itu udah tobat kok sebelum dia meninggal!" ucap Dikta dan kemudian terkekeh.


'jadi Dikta masih cinta sama Friska?'


"gak aneh si, gua cuman mastiin aja!" Alden kemudian memainkan gadgetnya tanpa melihat Dikta yang masih cengengesan.


"lu kenapa si Al, lu gak seneng kalo gua bilang gua masih cinta sama almarhumah Friska? lu gak suka karna lu juga cintakan sama dia?" Kini Dikta menatap Alden penuh selidik.


'gua mau pastiin lu suka apa enggak sama dia Al, jujur gua gak suka kalo lu bilang kaya gitu. gua berharap lu cemburu gegara gua bilang masih cinta sama Friska. jujur meskipun ini terlarang, tapi gua suka sama lu Al!'


entah sejak kapan Dikta memiliki perasaan terlarang terhadap Alden. namun dengan berjalannya waktu, dalam satu tahun terakhir Dikta semakin sadar dengan perasaannya. dulu ia begitu tidak perduli ketika Alden bergonta-ganti pasangan. namun akhir-akhir ini hanya melihat Alden akrab dengan teman perempuannya, Dikta gamlang sekali meradang.


"gua gak pernah suka sama Friska, dulu gua h*mil*n dia cuman gara-gara mabuk. itupun gua liyat Friska mirip banget sama mba Lesya!" ujar Alden tanpa melohat kearah Dikta yang ternyata mengepalkan tangannya dengan tatapn tajamnya.


"itu berarti lu masih suka sama mba Lesya Al?"


"maksud lu apa Ta? lu mau bikin gua sama Saga gak akur lagi! kalo lu tanyain hal ini dan didenger sama Saga, itu sama aja lu mau ngerusak persahabatan kita!" Alden beranjak pergi meninggalkan Dikta dikamar.


namun sebelum Alden berhasil memutar kenop pintu kamar, Dikta lebih dulu berdiri dihadapan Alden. Alden menatap Dikta yang menatapnya lekat. "gua gak ada niatan buat bikin persahabatan kita ancur! gua cuman mau pastiin perasaan lu le Friska. Alden!" tegas Dikta.


"buat apa lu mastiin perasaan gua le Friska hmmm? sebegitu gak rela lu kalo gua punya perasaan sama mendiang cewe lu?" Alden berusaha membuka pintu Kamar, namun Dikta justru mengunci pintu kamarnya.


"lu apa-apaan si Ta! kenapa lu malah kunci pintunya? gua mau keluar!" kini Alden mulai meradang dengan sikap Dikta yang menahannya di dalam kamar.


bukannya menjawab, Dikta justru melangkah dan semakin dekat dengan Alden, karena jarak yang semakin dekat Alden memundurkan langkahnya perlahan. hingga akhirnya Alden terjatuh diatas tempat tidur Dikta.


Dikta semakin mendekatkan dirinya dengan membungkuk diatas tubuh Alden hingga deru nafasnya terasa hangat menyapu wajah Alden.


'Dikta kenapa? kenapa dia bersikap kaya gini? kalo dia terus-terusan kaya gini, bisa-bisa gua lelas kontrol dan Dikta tau perasaan gua kedia. dan gua gak mau dia jaihin gua gara-gara ini!'


_


sebelum berangkat untuk meeting, Lesya lebih dulu mempersiapkan kembali apa yang akan ia bicarakan dengan klien yang belum pernah ia temui.


Lesya memerintahkan Andi untuk segera menyiapkan mobilnya. selang beberapa saat Andi yang sudah berada di tempat kemudi segera melajuka mobil tersebut dalam kecepatan sedang.

__ADS_1


cukup lama mobil mereka membelah jalanan yang dipadati kendaraan roda empat dan dua. disepanjang perjalanan, Lesya hanya memperhatikan bangunan-bangunan di pinggiran jalan.


setelah menempuh perjalanan empat puluh lima menit, Lesya tengah sampai disebuah Coffe shop, dan coffee shop tersebut dinamai dengan LEGAfeeshop atau LEGA coffee shop.


"namanya unik ya Ndi? Legafeeshop !"


"itu dia bu, kami memang tertarik karena selain kopinya yang enak, namanya juga sangat menarik bu!"


"lalu, dimana kita akan duduk Andi?"


"tadi saya mendapat informasi kita duduk di ruangan VIP bu!"


"permisi nona. saya adalah manager coffe shop ini." sapa manager coffe shop. "apa nona CEO dari perusahaan G.PRO CORPORATION?" sambung dang manager.


"iya, benar sekali pak"


"mari ikut saya"


Lesya dan asistennya akhirnya mengikuti manager tersebut kesebuah ruangan.


setelah manager tersebut mempersilahkan Lesya dan asistennya duduk, manager itu peegi meninggalkan mereka tanpa mengatakan apapun.


"ini kenapa sudah sepuluh menit belim ada yang datang Andi?"


"saya juga kurang tau bu, biar saya hubungi lagi bapak Sagara ya bu?"


"tadi kamu bilang siapa nama klien kita Andi?"


"Sagara bu!"


"suapa nama lengkapnya?"


"SAGARA DARMAWAN" ucap seseorang yang baru memasuki ruang vip.


Lesya dan Andi pun sontak menoleh kesumber suara. dan betapa terkejutnya Lesya ketika mengetahui klien yang ia temui adalah suaminya sendiri. setelah satu tahun lebih, ini kali pertama Lesya bertemu dengan suaminya lagi.


"kita tidak bisa bekerja sama dengan orang ini Andi, lebih baik kita pergi sekarang!" hardik Lesya yamg hendak beranjak daei duduknya.


seketika Saga mengenggam lengan Lesya, dan saat itu pandangan mereka bertemu. Saga menatap Lesya dengan intens, namun Lesya justru segera mengarahkan pandangannya kesembarang arah.


.


.bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2