It'S Perfect

It'S Perfect
Mba Istri


__ADS_3

Arga menyungggingkan senyumnya ketika melihat Lesya yang sedang kecewa dengan apa yang dilakukan oleh gadis yang sudah berani mencium suaminya didepan umum.


Arga memang selalu mengikuti Lesya, saat itu ia menjadi salah satu pengunjung denga pakaian santainya dengan mengenakan masker wajah. sehingga Lesya tidak bisa mengenalinya.


"tapi sedekat apa laki-laki itu dengan Lesya? sepertinya dia memiliki perhatian khusus. dan Lesya pun kelihatannya sangat dekat, dia sampai mempunyai panggilan kepada Yoo joon."


"gue gak nyangka dia bisa punya teman seperti Yoo joon, seorang anak pengusaha sukses yang melebarkan sayap diluar Negeri! sepertinya gue gak bisa remehin Lesya. tapi gue akan terus bikin lo nyesel karna lo udah khiantin bang Arvin!" Arga mengepalkan tangannya.


saat ini Arga masih terduduk didalam mobilnya sembari mengawasi perumahan yang ditinggali oleh Lesya. Arga turun dari mobilnya setelah melihat kepergian Yoo joon dari rumah Lesya.


Arga memilih untuk lebih dekat dan bersembunyi dibalik pohon besar yang ada di dekat halam rumah Lesya. saat itu Arga melihat Lesya yang termenung dihalaman rumahnya. namun saat ia ingin pergi, seekor ular mematuk lengannya.


"argghh..." Arga mengerang keskitan. dan hak itu mwmbuat Lesya berlari ke arahnya.


"pak Arga? apa yang bapak lakukan disini?" melihat ada seekor ular yang tidak jauh daei tempat itu, pandangan Lesya tertuju kepadan lengan yang terua dipegangi oleh Arga.


"astaga, pak Arga dipatuk sama ular itu?"


tanpa berpikir panjang, Lesya menyesap bekas gigitan ular kemudian ia meludahnkannya. dan hal itu dilakukan oleh Lesya beberapa kali.


dan saat itu Lesya mengambil sebuah kain daei dalam rumahnya. ia mengikatkan kain itu kelengan Arga untuk mencegah penyebaran bisa ular yang takutnya masih tersisa.


"taksi" Lesya memanggil taksi untuk ia gunakan membawa Arga ke rumah sakut terdekat.


"pak supir, tolong antar kami ke rumah sakit terdekat ya"


"baik bu"


sang sopir melajukan kendaraannya cukup cepat. saat itu Arga memperhatikan wajah Lesya yang terlihat cemas.


"ada apa pak? apa terlalu sakit?"


"enggak kok, gue cuman sedikit lemes" ucap Arga.


'lagi-lagi lo tolongin gue. sebenernya lo orang seperti apa Lesya? dan lo gak mikir kalo perbuatan lo itu bahaya buat lo sendiri.'


"sshhh" Lesya mendesis dan memegangi kepalanya yang terasa sedikit pusing.


"ada apa Lesya?" Lesya hanya menggeleng, namun setelah beberapa saat ia mendadak tidak sadarkan diri.


"Lesya.. bangun sadarlah!" Arga menepuk-nepuk wajah Lesya.


"pak tolong lebih cepat"


akhirnya setelah menempuh perjalanan lima belas menit, Arga dan Lesya telah sampai di rumah sakit. saat itu dokter langsung menangani mereka berdua karena Arga sudah mengatakan penyebab mereka datang kesitu.

__ADS_1


setelah mendapat penanganan dokter, Arga hendak pergi dari ruangannya. namun saat itu dokter yang melihatnya melarangnya.


"sebaiknya anda istirahat pak, meskipun racun itu sudah dibuang seperti yang bapak bilang tadi, tapi bapak perlu istirahat."


"tapi dok, saya harus memeriksa keadaan Lesya"


"saat ini istri anda sudah ditangani oleh dokter dan masih belum sadarkan diri pak! bapak sangat beruntung ya, mempunyai istri seperti bu Lesya. dia tidak perduli dengan keselamatannya sendiri untuk menolong bapak. tapi anda tenang saja, dokter sudah mengeluarkan sisa bisa yang terhisap oleh istri anda. kalau begitu saya permisi!"


tanpa mengindahkan ucapan dari dokter, Arga bersikeras untuk tetap melihat keadaan Lesya. saat itu Arga masuk keruangan Lesya yang tengah berada disebelah ruang rawatnya.


Arga duduk disebuah kursi disamping ranjang Lesya. ia memandangi wajah Lesya yang terlihat pucat. 'kenapa lo nyelamatin gue? harusnya lo gak perlu menghisap bisa yang ada ditangan gue, dengan begitu gue bakal semakin yakin buat hancurin lo, tapi kalo udah kaya gini, apa bener lo sejahat seperti apa yang gue pikir atau ternyata pikiran gue yang salah!'


mendadak Arga menjadi gusar. perasaan bencinya perlahan mulai memudar setelah mendapat perlakuan-perlakuan baik dari Lesya. bahkan ia sudah ditolong oleh Lesya beberapa kali tanpa menghiraukan keselamatan Lesya sendiri.


meninggalkan Arga yang tengah gusar. karena melihat postingan di akun media sosial, Saka segera mendatangi Coffee shop dimana Saga bekerja.


ketika Saka tiba, dirinya dibuat tertegun oleh pemandangan antrian di Coffe shop yang dipenuhi oleh remaja yang didomibasi oleh perempuan. ia sengaja datang sedikit lebih malam, namun ia tidak menyangka pengunjung masih sangat banyak.


Saka beejalan dengan angkuhnya membelah barisan para gadis. seketika saat itu semua mata tertuju ke arah Saka yang menghampiri Saga.


"aku ingin bicara denganmu Saga!"


"aku harus meracikkan kopi untuk mereka kak, kak Saka bisa menungguku di sana!" Saga menunjuk salah satu ruangan yang khusus untuk pegawai.


"aku menunggu disana saja" tukasnya dan pergi kesebuah tempat duduk yang baru saja ditinggalkan oleh pengunjung.


*gue denger tadi itu kakanha kak Saga lo, pantesan aja gak kalah cakep.


mana rapi gitu, pasti dia kerja diperusahaan besarkan.


bolehlah kalo gak dapat adiknya, abangnya juga boleh*.


suara pujian terdengar dari para gadis yang tengah mengantri. hingga setelah memakan waktu dua jam lebih, Saga baru bisa menemui Saka.


"minumlah kak" Saga menaruh secangkir kopi racikannya.


"aku kesini hanya untuk menanyakan ini" Saka menyodorkan ponselnya.


"astaga, aku sampai tidak ingat untuk membahas ini dengan cewe itu" Saga kemudian mengingat ketika Lesya tidak ingin dia yang menagntar, dan justru Yoo joon lah yang ia suruh untuk mengantarnya kembali kerumah. "Lesya, lebih baik aku telfon sekarang"


"tunggu Saga, kamu harus menjelaskan tentang foto itu!" hardik Saka.


"nanti aku jelasin kak, tapi akuharus menghubungi Lesya."


Saga beberapa kali mencoba untuk menghubungi Lesya, namun tidak sekalioun Lesya mengangkat telfon dari Saga. dan hal itupun membuat Saga resah.

__ADS_1


"gue chat ajalah"


sayang, kenapa kamu gak angjat telfon dari aku?~


"kenapa gak dibales si? ah ya.. gua tau gimana biar Lesya bales chat dari gua."


mba istri, jangan marah dong. tadi itu bukan aku lo yang cium, dan si Elsa juga nyium aku gak bilang makanya aku gak tau kalo dia mau cium aku mba istri sayang~


"huh, gua yakin setelah gua manggil dia kayak gini pasti istri kesayangan langsung bales. dia kan gak suka kalo aku panggil mba"


"Saga, jawab pertanyaan kakak tadi!"


"aku gak ada apa-apa sama cewek itu kak, dan aku juga gak tau apa tujuan dia posting itu!"


"terus istri kamu?"


"itu dia kak, aku harus buru-buru pulang karena dari tadi Lesya gak angkat telfon dan gak bales chat dari aku"


"ya udah kakak ikut kerumah kamu ya" Saga mengangguki ucapan Saka.


saat itu Saga segera melajukan motornya dalam kecepatan tinggi. tidak hanya itu, Saka yang mengimuti dengan mobilpun sama. halnya dengan Saga yang mengemudikan mobilnya dengan kencang.


setelah beberapa menit menemouh perjalanan, Saga melihay pintu rumah yang terbuka dengan ponsel milik Lesya yang tergeletak di atas bangku di teras rumahnya.


"sayang.. aku pulang.." Saga mencari keberadaan Lesya, ia menyusuri tiap sudut rumahnya. namun ia tidak menemukannya sama sekali.


"jangan-jangan Lesya pergi karena marah sama kamu Saga!" ujar Saka.


"tapi ini aneh kak, kalo dia marah dia pasti bawa hp dia juga dong."


Saga terlihat sangat bingung memikirkan dimana keberadsan istrunya saat ini.


"itu, itu mobil tuan Arga! kenapa ada disini?" ujar Saka sembari mununjuk ke arah mobil yang terparkir dibawah pohon besar dekat rumah Saga.


"coba kita cek"


setelah memeriksa, kakak bersadik itu tidak menemukan siapapun ada di mobil tersebut.


"gua yakin ini ada hubungannya sama tu orang, awas aja kalo dia berani macem-macem sama istri gua!" sorot mata membunuh terpancar dari kedua mata Saga. begitupun dengan Saka.


'kalo sampek tuan Arga berani melakukan itu, aku sendiri yanga kan menghabisinya!' Saka mengepalkan tangannya.


.


.bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2