It'S Perfect

It'S Perfect
Keluarga Lesmana


__ADS_3

Saga dan Lesya akhirnya melanjutkan perjalanan mereka untuk mencari rumah untuk mereka tinggali. namu dari siang hingga menjelang sore hari, belum ada satupun rumah yang cocok dengan mereka.


"ini rumah yang ke lima Saga, gimana kalo nanti kita gak cocok lagi? padahal udah mau malem ni!"Lesya terlihat letih dan duduk didapan rumah yang sederhana, namun masih cukup besar untuk ditempati dua orang.


"ya udah, biar aku aja yang tanya-tanya sama pemiliknya. siapa tau nanti cocok."


Lesya saat ini hanya memperhatikan suaminya yang tengah berbincang dengan pemilik rumah yang akan disewakan.


setelah sekitar lima belas menit, kini Saga kembali menghampiri Lesya.


"udah deal sayang, mendingan kita langsung masuk. kayaknya mau ujan juga ni.." Saga menatap ke arah langit yang terlihat gelap. selain hari sudah petang, mendung juga cukup tebal kali ini.


ketika Saga dan Lesya memasuki tempat tinggal baru mereka, Lesya yang sudah merasa lelah pun semakin merasa berat untuk menggerakkan tubuhnya. terlebih ia harus membersihkan ruah itu karena banyak sekali debu.


"sayang, kalo kamu capek istirahat okey! biar aku aja yang bersihin!" tutur Saga sembari mengusap lembut kening istrinya yang berkeringat.


namun Lesya tidak membiarkan suaminya membersihkan rumah itu sedirian. ia justru memegang tangan suaminya dan segera bangkit dari duduknya. "hei ayolah aku gak selemah itu Saga.."


"aku gak ngomong kamu lemah mba Lesya, aku cuma gak mau nanti istriku lemas saat di atas ranjang,hemm?" sahut Saga dengan kedua alis yang terangkat dan menarik ujung bibirnya.


"dasar bocah mesum!" Lesya mencubit pinggang Saga cukup keras hingga membuat Saga meringis kesakitan.


"oh.. jadi aku mesum?" ucap Saga seraya meraih pergalangan istrinya,saat itu Saga mendongak menatap istrinya yang sudah berdiri dihadapannya dengan senyum menyeringai.


Saga menarik istrinya hingga terjatuh diatas pangkuannya. Lesya yang melihat tatapan suaminya bergidik ngeri, karena saat itu Saga teelihat ingin memakan Lesya dengan tatapannya. dan benar saja dengan dugaan Lesya, Saga menarik tengkuk Lesya dan kini Saga semakin mengikis jarak mereka.


"aduh maaf, saya kesini cuman mau nganterin kunci rumah yang terbawa sama saya"


saat itu Saga dan Lesya sedikit memberi jarak. dengan menyengir kuda Saga mengambil kunci rumah yang diberikan oleh pemilik rumah yang mereka sewa. "heh makasih bu"


"iya dek sama-sama" sang pemilik rumah pun bergegas untuk pergi, namun ia kembali menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke arah Saga dan Lesya. "oh iya dek, lain kali pintunya jangan lupa ditutup ya" sambung Pemilik rumah dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


"tu kan Saga, gara-gara kamu ni. jadi malu tau. kaya maling kepergok ngambil jemuran!" wajah Lesya bersemu merah mengingat kejadian yang baru saja ia alami.


"hehehe.." Saga terkekeh sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"udah lebih baik kita lanjutin beresinnya. nanti kalo gak kelar-kelar, kita gak bisa istirahat"


Akhirnya Saga dan Lesya saat ini benar-benar fokus untuk membersihkan rumah mereka. dan setelah memakan waktu beberapa jam akhirnya mereka menyelesaikannya.


"fuuhh.." Saga menghempaskan tubuhnya di atas sofa ruang tamu, ia terlihat sangat letih. tanpa ia sadari ia tertidur di atas sofa tanpa membersihkan diri saat Lesya sibuk menata pakaiannya didalam lemari.


mengetahui suaminya yang tertidur diatas sofa, Lesya memilih untuk mandi terlebih dulu. setelah itu ia baru akan membangunkan suaminya.


dan benar saja, setelah selesai membersihkan diri, Lesya segera membangunkan suaminya.


"Saga, bangun.. apa kamu gak mau mandi?" setelah mengatakan itu, Lesya segera mengambilkan handuk untuk Saga. dengan muka bantalnya, Saga berjalan ke kamar mandi dengan malas.


"lebih baik aku mulai masak, tadi siang aku sudah membeli beberapa bahan makanan walaupun gak banyak"


Lesya mulai berkutat di dapur, saat itu penampilannya benar-benar berbeda. Lesya yang hanya mengenakan kaos oblong over size dan hot pan dengan rambut yang ia cepol terlihat begitu cantik dimata Saga yang baru keluar dari kamar mandi.


Lesya terkejut saat lengan yang cukup kekar melingkar di pinggang rampingnya. saat itu Saga yang hanya mengenakan handuk yang melilit sebatas pinggang membuat dada bidangnya menyentuh kaos dari istrinya. namun setelah mengetahui itu adalah suaminya, Lesya terus melanjutkan kegiatan memasaknya dengan Saga yang terus memeluknya dengan manja.


"kenapa aku baru tau setelah hampir satu tahun kita menikah?"


"maksud kamu?" Lesya menoleh ke arah Saga yang saat itu meletakkan dagunya diatas pundak Lesya.


"Saga.. sana pakem baju, aku masih masak malah kamu usilin. nnti kalo gak enak, salah kamu loh.." protes Lesya dengan tingkah suaminya yang semakin manja.


"cium pipi dulu dong, baru aku gak usil lagi"


saat itu karena tidak ingin terus diusili suaminya, Lesya hendak mengecup pipi Saga. namun Saga yang cerdik segera menganti pipinya dengan bibirnya.


CUP


sontak hal itu membuat Lesya membulatkan kedua matanya. sementara Saga, ia justru tersenyum penuh kemenangan dan segera melenggang pergi ke kamarnya untuk mengenakan pakaiannya.


Lesya pun hanya menggeleng sembari mengukir senyum diwajahnya. "Saga ada-ada saja.. masih bisa usil di tengah keadaan kaya gini!"


sementara Lesya dan Saga yang sibuk dengan rumah baru mereka, saat ini justru Saka sangat kesal dengan melihat segala keromantisan adikya.

__ADS_1


"aku nyuruh kalian memata-matai mereka bukan untuk bikin aku kesal!" Saka mematikan sambungan telfonnya setelah melihat foto yang di ambil oleh anak buahnya dari luar jendela tempat tinggal Saga dan Lesya.


"aku gak boleh ngebiarin mereka tenang. sepeetinya mulai besok aku harus membuat rencana untuk membuat kalian bertengkar!"


_


keesokan paginya, Saga berangkat ke sekolah dengan motornya. sementara Lesya mulai memcari pekerjaan untuk membuktikan kepada ibu mertuanya, bahwa dia bisa hidup sederhana dengan Saga. dan ia bertekad bukan hanya untuk sanggup hidup sederhana, tetapi menjadi sukses walaupun dimulai dari nol.


"kayaknya aku harus daftar di perusahaan ini, siapa tau ada lowongan yang cocok untukku!"


dan benar, tidak ada satupun perusahaan yang bisa menolak pegawai seperti Lesya. setelah lolos wawancara kerja, Lesya hendak kembali ke rumahnya, karena ia akan memulai pekerjaan dari esok hari.


"lebih baik aku naik ojek aja biar lebih hemat" saat Lesya menunggu ojek yang ia pesan, tiba-tiba seseorang melempar botol yang masih berisi air dari dalam mobil. merasa tidak terima, Lesya menghentikan mobil itu.


"tolong hentikan mobil anda!" Lesya berdiri tepat dihadapan mobil yang tengah melaju pelan. dan orang dari dalam mobil itupun keluar.


"lo cadi mati ya?" pekik seseorang yang baru keluar dari mobil.


"bisa gak si, anda kalo buang sampah jangan sembarangan! selain mencemarkan lingkungan, anda juga bisa melukai orang lain!"


"salah siapa lo berdiri disitu? ah iya.. gue tau, lo pasti sengajakan biar gue ganti rugi karena ngenain lo, yakan?"


"denger ya, saya gak pernah cari masalah. tapi karena sikap anda yang gak taat peraturan dengan buang sampah sembarangan, saya berhak nasehatin anda!"


Lesya menatap nyalang laki-laki yang terus berdebat dengannya.


"lo berani sama gue? lo gak tau gue siapa ha?"


"saya memang tidak mengenal anda. tapi, mau anda sekaya apapun, jangan kira anda bisa seenaknya. tolong patuhi peraturan. dan karena saya harus segera pulang, saya tidak akan meladeni anda lagi. tapi kalo sampek saya masih lihat anda terus bertingkah seperti ini, saya tidak akan tinggal diam!" karena ojek pesanannya telah tiba, akhirnua Lesya segera pergi dari tempat itu.


"awas aja kalo sampek ketemu, gue bakal bikin lo nyesel udah berani sama seorang Arga Lesmana pewaris dari keluarga LESMANA !"


.


.

__ADS_1


.bersambung


.


__ADS_2