
Disaat semua Video berhenti tersebar, Diva dan Giva kesal karena gagal membuat Dikta dan Alden malu karena kejadian malam itu.
untung saja Saga mengetahui lebih awal ketika video tersebut baru tersebar, hingga ia berhasil menghilangkan bahkan memblokir Video tersebut. bahkan Saga mengurus semua teman-teman mereka yang melihat kejadian ketika Alden menci*m Dikta begitupun sebaliknya.
Flashback On_
"kalian yang semalam berpesta dengan Al sama Dikta kan? "
semuanya mengangguk ucapan Saga.
"jadi kalian tau hubungan mereka? "
"tentu" sahut salah satunya.
"kenapa kalian diam saja, lebih baik kalian laporkan saja hal ini kepada pihak kampus agar mereka di keluarkan! ini jelas-jelas tidak bisa dibenarkan"
Saat itu seseorang mendekat ke arah Saga. ia menatap Saga begitu lekat.
"mungkin awalnya gue bakal lakuin itu. tapi disini gue sadar, gue gak bisa menghakimi mereka dan membuat masa depan mereka rusak. selama ini mereka tidak pernah menunjukkan hal itu di depan umum sehingga tidak akan mempengaruhi orang lain. bahkan hubungan mereka lebih mengarah ke arah yang positif"
"tapi itu salah, lebih baik kita adukan ini pada pihak kampus. agar orang lain tidak menganggap hubungan seperti itu benar! " ucap Diva.
Saat itu secara bersamaan semua teman Alden menghapus semua video yang ada di ponsel milik mereka. seketika hal itu membuat Diva dan Viva kesal.
"Negara punya Norma, tetapi manusia tidak bisa memilih untuk siapa mereka akan jatuh cinta dan kepada siapa"ucap salah satu dari mereka.
" mereka memang salah, tapi bukan kita yang menilai itu semua. biarkan mereka jalani hidup mereka. dan kita jalani hidup kita dengan versi terbaik kita masing-masing "
Saga tersenyum melihat kedewasaan yang ada pada teman-teman Alden dan juga Dikta. saat itulah Saga bisa bernafas lega.
Flashback Off_
Bahkan kini Saga mendatangi rumah Diva dan Giva bersama dengan Alden dan juga Dikta. disana mereka tidak mendapati Giva dan Diva.
"Dimana mereka, kenapa tidak ada dirumahnya? "
Sementara itu kini Arga dan Via di ajak oleh kliennya untuk berkeliling resort menikmati beberapa fasilitas yang tersedia di resort tersebut.
"tuan Arga dan nona Via, silahkan kalian nikmati fasilitas yang ada dan apapun yang ini kalian coba disini. saya akan kembali menemui anak-anak saya, jika memerlukan apapun kalian bisa bertanya kepada anak buah saya"
"Terima kasih tuan, ini benar-benar indah" balas Arga dengan senyum di wajahnya.
berbeda dengan Via yang terus melihat ke arah lain.
Usai klien tersebut pergi, Arga segera menghampiri Via yang sudah berjalan duluan ke arah sebuah penjual buah durian dan beberapa olahannya.
"nona Via, kau mau kemana?" pertanyaan Arga tidak mendapat balasan karena Via sudah lebih jauh meninggalkan Arga yang saat ini mengikuti Via.
langkahnya terhenti ketika melihat Via berdiri dan menunggu penjual buah durian membukakan durian untuknya.
"sepertinya ini akan sangat manis" Via hendak menyuap durian kedalam mulutnya, namun tangannya sudah lebih dulu di cekal oleh Arga. sementara durian yang lain berada di tangan Arga yang satunya.
Via menautkan kedua alisnya, tatapannya berubah kesal ketika mengetahui orang tersebut adalah Arga.
"kau ini kenapa tuan? apa anda ada masalah denganku? kenapa anda selalu mengganggku!"
Namun dengan sikapnya yang tenang dan justru mengulas senyum diwajahnya membuat Via semakin merasa kesal. dan berpaling dari Arga dan berpindah ke sisi samping penjual durian.
"pak tolong bukakan yang ini ya pak"
"baik mba"
"pak, semua durian yang ada disini saya beli, termasuk durian yang dipegang oleh wanita ini! "
__ADS_1
"tapi tuan, mba ini sudah memintanya untuk di buka" jelas sang penjual durian.
"tidak perlu memperdulikannya, dia belum membayar, itu berarti durian ini masih bisa ku beli. atau kalau kau menolak, aku bisa membuat tokomu ini di tutup"
"b-b-baik tuan"
"maaf ya mba, duriannya sudah habis"
rasa dongkol di dada begitu membuat Via kesal, ingin rasanya Via menghantamkan durian itu kewajah Arga yang tetap datar seperti tidak melakukan apapun.
Dari kejauhan Arga melihat Via yang terduduk di tepi jalan. ia mengerutkan dahinya sembari terus memperhatikan Via.
"sudah berapa lama dia duduk disitu? "
"sudah satu jam setengah lebih tuan, sejak tuan duduk disini sembari berkutat dengan ponsel tuan" ucap sang penjual durian yang kebetulan juga menyediakan kopi asli daerah itu. sehingga Arga memilih untuk menikmati kopi dengan melihat beberapa perkembangan bisnisnya melalui ponselnya.
"apa dia menangis? apa dia benar-benar menginginkannya? tapi bukankah durian tidak baik untuk orang hamil? "
"mungkin saja mba yang tadi sedang ngidam tuan, dan dulu saat istriku mengidam dia sampai menangis karena aku tidak membawakan apa yang istriku inginkan! "
"benarkah? benar-benar sampai menangis? "
"iya tuan"
"baiklah, tolong ambilkan yang ini dan ini uang untuk semuanya"
Arga akhirnya membawa satu durian yang sudah di buka. ia berjalan mendekati Via yang saat itu duduk membelakanginya.
"nona Vi-" ucapannya terhenti ketika melihat kedatangan Andi dengan sesuatu di tangannya dan berjongkok dihadapan Via.
Andi mengusap wajah Via dengan lembut. sontak hal itu membuat Via tertegun dengan kedatangan Andi yang tidak pernah ia duga sebelumnya.
"Andi, kenapa lo ada disini? "
"gue bawain lo ini" Andi membuka kotak yang ia bawa. seketika binar mata Via tidak bisa berbohong jika dirinya sangat senang dengan apa yang dibawa oleh Andi.
"satu-satu nanya nya ya Via"
"sekarang lo makan ini, tapi jangan banyak-banyak karena durian sebenarnya tidak di anjurkan untuk perempuan yang sedang hamil. tapi karena gue tau lo lagi ngidam gue bawain biar bayi kita gak ileran nantinya"
Tatapan haru terlihat jelas dimata Via, ia tidak menyangka jika Andi akan menerima bayi yang ia kandung saat ini. bahkan Andi lebih perhatian terhadapnya sejak dia hamil.
"udah buruan, atau mau gue suapin hmm? "
Via menggeleng sembari mengulas senyum tipis di wajahnya. setelah beberapa suap, Via menyudahi kegiatan untuk menyantap durian. karena Via juga tau jika Durian tidak boleh banyak-banyak di konsumsi oleh wanita hamil.
"gue udah selesai, sekarang lo cerita kenapa lo bisa ada disini? "
"oke, gue cerita"
Flashback On_
"berkas ini harus dapat tanda tangan dari bu Les ya, lebih baik aku mengantarnya di rumah sakit"
Andi memutuskan untuk mengantarkan berkas ke rumah sakit. namun ketika ia hampir sampai diruangan Yoo joon, ia mendapati seorang gadis yang berdiri di depan pintu.
"maaf kami siapa? "
"emm aku temannya kak Yoo joon kak, kakak ini siapa ya? "
"oh aku asisten bu Les ya, kenapa kamu tidak kedalam? "
"tidak apa kak, aku sedang melihat suami istri yang sangat lucu"
__ADS_1
saat itu Andi melihat kearah dalam dimana didalamnya Saga tengah membujuk Les ya yang tengah merajuk.
"ayolah mba istri jangan seperti ini" ucap Saga.
"jangan panggil aku seperti itu Saga"
"lalu aku harus memanggilmu siapa? " saat itu Saga justru mendapat tatapan yang tidak bersahabat dari Lesya.
"aku terbiasa memanggil sitriku yang lemah lembut itu Sayang, tapi kalau istriku mode galak, tentu saja aku panggil mba Istri, karena kamu terlihat lebih tua jika sedang marahkan? "
"Saga.. kamu benar-benar membuatku kesal"
Les ya membelakangi Saga dan hendak melapor kepada Yoo joon. meskipun Yoo joon masih dalam keadaan koma, tetapi Les ya selalu mengadu kepada Yoo joon jika ia dibuat kesal oleh Saga.
"Joonie, apa kau ta-"
kata-katanya terhenti ketika Saga mengeluarkan pisang coklat di hadapan Lesya.
"bagaimana, apa suamimu ini menyebalkan? "
"Saga.. " Lesya justru menangis melihat apa yang ia inginkan dibawakan oleh suaminya.
"tadi kau bilang tidak ada! kenapa sekarang ada? "
bukannya menjawab, Saga justru mengusap air mata yang ada dipelupuk mata Lesya.
"aku tidak akan membiarkan istriku menangis karena menginginkan makanan ini, dan aku tidak mau melihat anakku akan mengeluarkan liur terus menerus karena keinginannya tidak terpenuhi"
Saga lalu menyuapkan pisang cokelat kepada Lesya dan saat itu Lesya memeluknya dengan wajah yang berseri.
"mereka sangat lucu bukan? " Andi lalu menganggukinya.
"tapi ngomong-ngomong kamu siapa? aku Andi" Andi mengukurkan tangannya, dan dengan segera Dita meraih tangan Andi.
"aku Dita kak, senang berkenalan dengan kakak"
"yasudah mari kita kedalam"
"tidak kak, aku harus segera kembali. adikku pasti akan membutuhkanku karena dia juga baru menjalani operasi"
"baiklah aku akan kedalam"
Seusai meminta tanda tangan Andi memutuskan untuk kembali ke kantor, namun saat itu ia akan menghubungi Via terlebih dulu untuk menanyakan kabarnya.
namun ia menemukan sesuatu di media sosial milik Via.
𝙠𝙖𝙪 𝙖𝙙𝙖 𝙙𝙞𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣𝙠𝙪, 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙙𝙞𝙖 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙣𝙜𝙜𝙪𝙩𝙢𝙪 𝙙𝙖𝙧𝙞𝙠𝙪
itulah yang tertulis disana dengan sebuah gambar durian dengan gambar menangis. seketika Andi teringat saat ia melihat Lesya menangis karena menginginkan pisang cokelat.
"aku tidak akan membiarkanmu menangis karena durian Via"
Flashback Off_
"Andi.. lo bener-bener" Via menangis lalu memeluk Andi dengan erat.
"makasih ya Ndi, baru kali ini gue ngerasa kalo ada orang yang perhatian sama gue"
"ssstt, mulai sekarang gue bakalan terus perhatiin lo sama bayi ini. dan mungkin saja kita akan seperti pasangan suami istri yang lain "
Arga memutar kembali langkah kakinya dan mengembalikan durian itu kepada sang penjual. Arga dengan kesal kembali duduk dan berkutat dengan ponselnya.
"jadi dia menikah dengan anak itu? huh, apa benar dia mengandung benih dari anak itu? atau justru itu adalah anakku? "
__ADS_1
.
. bersambung