
Saat sinar matahari mulai masuk kecelah jendela kamar, Saga mulai membuka matanya. ia menggeliat dengan sekenanya .
"astaga, apa yang gua lakuin?"Saga menatap Lesya yang masih terpejam dalam keadaan yang belum memakai sehelai kainpun. saat itu Saga mencoba mengingat kembali yang terjadi semalam.
"samalam gua lakuin itu ke mba Lesya? mba Lesya pasti marah sama gua! kenapa si semalam gua gak bisa ngendaliin diri? tapi semalam emang badan gua kerasa panas banget, dan gua gak tahan setelah gua lihat mba Lesya pakai bathrob itu!"
💜💜
"pagi sayang..."Ella mengecup suaminya dengan senyum yang merekah.
"hei ada apa sayang, apa kau sangat bahagia setelah kita berhubungan di hoyel ini?"
Ella menggelengkan kepalanya dan teraenyum penuh makna. hal itupun membuat Saka mengerutkan Dahinya.
"lalu, kalau tidak bahagia karna itu kau senang karna apa?"
"aku yakin semalam Saga benar-benar menjadi suami Lesya seutuhnya" ucap Ella seraya berjalan ke dalam kamar mandi.
"hei apa maksudmu sayang?" saat Saka mengejar Ella, Ella justru menutup pintu kamar mandi dan memulai ritual mandi di pagi hari. sementara itu Saka menunggu Ella dengan rasa penasaran yang membuatnya gusar.
setelah beberapa saat, Ella keluar daei kamar mandi. dan tanpa membuang waktu Saka langsung bertanya kepada istrinya perihal yang ia bahas saat sebelum mandi.
"hei kau mandilah dulu setelah itu aku akan menceritakan semuanya"
"aku bisa memegang kata-katamu Ella?"
"hem.." Ella menggerlingkan matanya manja.
tanpa menunggu lama, Saka segera menyelesaikan mandinya bahkan lebih cepat dari biasanya ia mandi setiap harinya.
"hahaha" Ella terkekeh ketika menyadari suaminya yang benar-benar dibuatnya sangat penasaran.
"kenapa kamu tertawa Ella?"
"apa kamu tidak sadar suamiku, kamu mandi 15 menit lebih sebentar dari biasanya. apa ini semua karna Lesya?"
kini ucapan Ella sedikit lebih menyindir dari pada terkekeh.
"bukan begitu sayang, aku hanya ingin tau apa maksud dari ucapanmu."
Ella lalu berjalan dan duduk di pangkuan Saka yang saat itu hanya terlilit handuk di pinggangnya. "aku hanya membantu adikmu dan itu akan menguntungkan untukku sayang!" Saka kembali mengerutkan dahinya.
"aku tau mereka menikah karna terpaksa, dan aku yakin mereka belum melakukan hubungan suami istri. tapi kemarin aku membantu Saga sayang!"
"bagaimana kau bisa berpikir seperti itu, dan apa yang kau lakukan?"
"aku bisa melihatnya sayang, Saga bahkan masih sangat polos. dan aku hanya memberinya obat di dalam minuman saat ada di pesawat."
"obat apa yang kamu berikan untuk Saga?"
"obat per*ng*ang. dan obat itu hanya akan bereaksi empat jam setelah ia mengkomsumsinya. dan setelah itu aku yakin Lesya tidak akan menganggu hubungan kita lagi sayang!"
__ADS_1
'apa benar, sekarang Lesya sudah menjadi milik Saga seutuhnya?' tanpa Ella sadari, kini tangan Saka mengepal karena memikirkan Lesya dan Saga.
Sementara itu di Indonesia,
"Ta kita ke rumah Saga yuk, kangen gua sama my future wife!"
"ya udah ayok"
cukup lama mereka menunggu di depan rumah Saga, namun tidak ada seorangpun yang keluar.
"ah mending gua telfon ajalah. lagian Saga, rumah segede gini gak ada penjaganya"
Saka memang hanya mwnyuruh orang untuk membersihakan rumah itu di pagi hari, dan setelahnya orang itu akan pulang setelah menyelesaikan pekerjannya.
"heh Ga, lu dimana si? gua sama Dikta di depan rumah lu ni!"
"gua lagi di luar negeri, lagi liburan!"sahut Saga di seberang telefon.
"anj*r! lu honeymoon sama calon istri gua?" celetukan Alden berhasil membuat raut wajah Dikta berubah. kini Dikta mendadak muram, entah karena apa yang jelas saat ini suasana hatinya sedang tidak baik.
"woe cangkem lu gua rob*k ya, males gua ngomong sama pebinor!! gua tutup ni!"
"et et janganlah, gitu aja ngambek lu. ngomong-ngomong lu liburan sama siapa aja?" Alden begitu penasaran.
"sama kakak gua sama istrinya jugalah!"
"terus-terus itu gimana tidurnya, sekamar gak lu sama calon istri gua?"
klik.
"eh ni anak kurang ajar banget tiba-tiba matiin telfon gua. dan apa yang gua denger tadi, sekamar? honeymoon? ini gak bisa di biarin gua harus nyusul kesana!"
"maksudnya mba Lesya bulan madu sama si Saga? kenapa bisa tiba-tiba mereka bulan madu, bukannya Saga sama mba Lesya gak ada perasaan satu sama lain!" kini Dikta pun ikut penasaran.
"ini gak bisa di biarin Ta, kita harus ikut kesana!" Alden menatap Dikta serius.
"emang lu tau Saga keluar negerinya kemana?"
Alden pun mengacak rambutnya frustasi pasalnya ia lupa menanyakan di bagian negeri mana Saga dan Lesya honeymoon.
"gua lupa nanyain Ta, oh gua punya ide. pasti Liyora tau soal ini, ayok Ta kita kerumah Liyora!"
"kenapa gak di telfon aja Al?"
"gak bisa, ini penting jadi kita langsung kesana aja!"
Alden dan Dikta pun menuju rumah Liyora untuk menanyakan negara mana yang di datangi oleh Saga.
"apa? jadi Saga sama cewek tua itu liburan keluar negeri?"
"iya Liyora, emang lu gak di kasih tau sama Saga?" tanya Alden.
__ADS_1
"iya Ra, biasanya Saga selalu pamit kan sama lo!" tambah Dikta.
tanpa membalas ucapan dari Dikta, Liyora justru langsung mengambil ponselnya dari saku celananya. ia pun segera menekan kontak yang tertulis 'Sayang'.
"kok gak diangkat si, oke kalo gitu kita harus nyusul kesana!"
"tapi kitakan gak tau mereka kemana Ra"
sementara itu Saga melihat panggilan masuk yang tertera nama Liyora, ia justru tidak berani mengangkat telfon tersebut.
"mati gua, pasti Liyora bakalan marah kalo tau gua sama mba Lesya liburan! mana gua malah lupa gak pamit lagi."
PRANK...
akibat suara dari ponsel Saga yang ia banting, seseorang mulai kembali dalam kesadarannya.
"maaf mba Lesya, jadi kebangun deh!"
Lesya yang baru tersadar dari tidurnya, ia mengerjap-erjapkan matanya dan kembali mengingat sesuatu yang terjadi semalam. ia meremas selimut yang menutupi tubuh polosnya.
terasa perih di bagian tubuhnya juga di dalam hatinya. Lesya tidak menyangka akan di khianati oleh rekannya dalam pernikahan yang hanya berdasarkan kesepakatan.
Lesya lalu beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi. seusai keluar dari kamar mandi, Lesya hanya mengenakan handuknya dan kemudian membuka koper yang semalam tidak berhasil ia buka.
"mba, mba Lesya kenapa si lu diem aja.!"
Saat itu Lesya hanya melakukan apa yang ia ingin lakukan tanpa berbicara sedikitpun dengan Saga yang justru merasa kelabakan karena tidak mendapat jawaban dari Lesya.
"apa lu marah gara-gara kita semalam ngelakuin itu? santai aja kali mba Lesya, lagian sebenernya gua itu semalem ngelakuin bukan karna cinta, tapi gua yakin ada seseorang yang masukin sesuatu keminuman gua!"
deg
bagai tersambar petir saat Lesya mendengar ucapan Saga. mungkin Lesya akan memaklumi jika Saga mengatakan bahwa ia melakukan itu karena sudah tertarik dengan Lesya. namun karena ucapannya barusan,sebagai wanita Lesya merasa tidak di hargai sama sekali.
"jangan bicara jika ucapanmu itu adalah sampah!" Lesya berlalu meninggalkan Saga.
"kayaknya gua salah ngomong deh! eh mba tunggu"
Saga berlari mengejar Lesya, namun saat berada di lobi ia bertemu dengan Saka dan juga Ella.
"Saga, mau kemana?" tanya Ella.
"ngejar mba Lesya! dia lagi marah sama gua. ya udah ya gua gak ada waktu buat jelasin ke kalian" Saga pun melanjutkan untuk mengejar Lesya.
"tu kan sayang, pasti Lesya marah karna Saga semalam berhasil milikin dia seutuhnya!" Ella tersenyum puas.
sementara itu, rahang Saka mengeras karena merasa desiran di hatinya. ia merasa bahwa Lesya tidak harus dimiliki oleh Saga adiknya. "harusnya Lesya nikah sama aku dan menjadi istriku, bukan istri kamu Saga!"
.
.bersambung
__ADS_1