
Dita tengah asik menyuapi Kenan dengan mendengarkan musik dari salah satu boy group asal Korea Selatan kesukaannya. namun tiba-tiba seseorang mebgetuk pintu dari luar.
"bentar ya Kenan, kaka bukain pintu dulu kayaknya ada tamu"
"okey"
Dita segera berlari dan membuka pintu ruang tamunya. 'siapa tau kak Yoo joon yang datang'
dengan mengukir senyum dai wajahnya dan memperlihatkan barisan gigi putihnya, Dita berharap itu adalah Yoo joon yang datang bertamu.
"tada.."
"Maya..?"
dan harapannya sirna begitu saja setelah ia membuka pintu rumah nya. dimana disana sudah ada Maya yang membawa tas yang berisikan baju miliknya untuk menginap di rumah Dita.
"hey kenapa lo kaget liyat gue? emang lo ngarepin siapa si.. ngarepin oppa-oppa Korea itu ya.."
Lagi-lagi Maya menggoda Dita tentang Yoo joon. tanpa Maya sadari Dita semakin merindukan kehadiran Yoo joon.
"apaan si May.. gue tutup ni pintunya"
"eits jangan dong Dita.. gue udah pengen tidurin ni"
"ya udah ayo masuk, jangan ngecengin gue mulu"
Maya segera mengikuti Dita dan segera menyapa Kenan yang tengah menghabiskan makanan nya. dan setelah ia selesai makan malam, Kenan segera masuk kedalam kamarnya.
brug
Maya merebahkan dirinya ditempat tidur Dita. "kamar lo nyaman banget si Dit, padahal kamar gue lebih besar lo dari ini! "
"iya.. iya tau kalo kamarnya lebih gede dari pada kamar gue" ucap Dita seraya ikut berbaring.
"eh Dit, hubungan lo sama Si oppa itu gimana si? "
"gimana apanya Maya?"
__ADS_1
"iya kayaknya dia itu ngasih perhatian khusus deh sama lo"
"sebenernya kak Yoo joon itu pernah ngungkapin perasaannya sama gue May-"
"demi apa Dita, terus.. terus..? "
"sstt dengerin dulu jangan main potong dong May"
"hehe.. oke.. oke.." Maya menyengir kuda.
"terus gue bilang kalo gue gak mau Terima siapapun sebelum adek gue sembuh May. dan kak Yoo joon nerima itu. sejak saat itu kak Yoo joon selalu ada buat gue, dan gue selalu bergantung sama dia May. dan sekarang gue kehilangan dia may, kak Yoo joon gak ada kabar beberapa hari terakhir May"
kini Maya mendudukan dirinya dan menatap Dita. ia lalu terlihat memikirkan sesuatu. "gimana kalo kita stalking IG nya aja Dit, siapa tau kita bisa tau sekarang dia lagi ngapain? "
"apa yang lo bilang bener May"
"ya udah kita pakek HP gue okey"
dengan segera Maya membuka layar ponselnya dan membuka akun media sosial milik nya dan mencari akun milik Yoo joon.
"eh Dit, coba lo liyat ini deh. bukannya ini oppa-oppa lo Dit. dia lagi sama siapa? kelihatannya mereka akrab banget"
"kayaknya mereka ada di pantai deh Dita, mana kelihatan cantik banget ya dia Dit"
perlahan airmata Dita jatuh dari pelupuk matanya. ia begitu kecewa melihat Yoo joon tengah bercengkrama dengan seorang gadis. bahkan saat itu Yoo joon justru menggendong gadis yang bersmanya.
tangis Dita semakin pecah ketika melihat Yoo joon menggendong gadis yang bersamanya. Dita teringat ketika Yoo joon bersikap manis dengannya namun di pergoki oleh Kenan dan membuat Yoo joon terkekeh bersama dengan Dita.
melihat sahabatnya menangis, Maya segera mematikan ponselnya dan memeluk Dita. "sabar Dita, mungkin aja emang oppa Yoo joon bukan jodoh lo. kalo emang dia cinta sama lo, dia gak mungkin kan sama cewek itu. tapi lo juga gak boleh nyalahin dia juga so Dita, abisnya lo gantungin dia si, mungkin dia butuh kepastian dan dapetin itu dari cewek ini"
"ihh Maya, sebenarnya lo mau belain gue apa belain kak Yoo joon si.."
"iya sorry Dita, tapi gue ngomong apa adanya tau. kalo gue yang ada di posisi oppa Yoo joon gue juga pasti bakal cari yang mau terima gue dan gak gantungin perasaan gue Dita. bayangin aja kalo lo di gantung kayak gitu, pasti sakit tau. apa lagi kalo lo sampek deket sama cowok lain"
saat itu Dita teringat saat ia dekat dengan Dylan. dan Yoo joon bersama dengan Dylan. Seketika Dita teringat ketika Yoo joon mengatakan sesuatu yang aneh seperti meminta izin kepada Dylan ataupun minta maaf kepada Dylan ketika berdekatan dengannya.
sementara itu di tempat lain Saga yang masih tertegun dengan pernyataan dari Dikta dan Alden sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi.
__ADS_1
pasalnya hubungan Dikta juga sudah mendapat dukungan dari Samuel, kakak dari Alden sendiri.
"ya udah ya Ga, kita harus balik, gua doain semoga mba Lesya lekas sembuh"
"okey, gua makasih banget sama kalian udah bantuin gua. tapi nanti, kita bicarain soal hubungan kalian. ada banyak hal yang mau gua tanyain sama kalian berdua! "
Saga kemudian meninggalkan Alden bersama dengan Dikta untuk menemani istrinya.
disepanjang perjalanan pulang Dikta dan Alden terus menatap satu sama lain dan mereka mulai membicarakan solusi untuk membuat kedua keluarga mereka menerima hubungan itu.
saat itu Alden terus merengkuh lengan Dikta yang tengah mengemudi. hingga akhirnya Dikta menghentikan laju mobilnya. ia sengaja meminggirkam kendaraannya.
"Kenapa Ta? apa mobilnya mogok? "
"nggak ada yang mogok kok Allah, aku cuman mau mandangin wajah kamu."
"Dikta" Alden memukul dada Alden yang semakin mendekat kearahnya.keduanya begitu merasa bahagia karena saat ini mereka sudah benar-benar bersama sebagai pasangan kekasih.
tin tin
sebuah klakson mengisyaratkan untuk mereka segera melakukan mobilnya. namun karena Dikta tidak segera melakukan mobilnya, orang yang naik mobil dibelakangnya mengetuk-ngetuk kaca mobil.
Alden dan Dikta pun segera keluar dari dalam mobil.
"Alden.. " ucap seseorang yang megetuk pintu mobil mereka. dan ketika orang tersebut melihat Alden yang keluar dari dalam mobil segera memeluk Alden dengan Erat.
"maaf, lo siapa ya? kenapa lo bisa kenal sama gue? "
"Alden, lo gak inget sama gue? gue Marsya, mantan lo waktu kita masih SMP. sontak Alden teringat ketika ia menjalin hubungan dengan perempuan yang bernama Marsya. dan hal itu membuat Dikta tidak suka.
" maaf Marsya, gue sama Alden harus segera pergi. "
"tunggu, lo Dikta kan? cowok paling dingin kayak kulkas dua pintu."
Dikta mengernyitkan dahinya. ia menjadi ingat semangat SMP banyak sekali yang ngatainya seperti kulkas karena sikap dinginnya kepada setiap orang.
Marsya lalu mengulurkan tangannya dan mencium pipi kiri dan kanan Dikta. sontak hal itu membuat Alden membulatkan matanya. Marsya memang seperti itu, ia akan langsung dekat dengan siapa saja meskipun mereka lama tidak bertemu.
__ADS_1
.
. bersambung