
Dita terperangah ketika mendengar kebenaran antara Dikta dan juga Alden. selama ini ia mengira jika kekasih yang sangat di cintai Alden adalah seorang perempuan. namun semua itu hanyalah dugaannya, dimana kenyataannya seseorang yang sangat berarti bagi Alden tidak lain adalah sahabatnya yaitu, Dikta.
Dita pun di bantu oleh Dikta untuk bangkit dan duduk di sebuah meja makan bergabung dengan Alden. ia masih tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.
Saat itu Dita menatap Alden dan Dikta bergantian. Dita menarik nafas dalam, ia lalu membuangnya dengan kasar.
"bilang sama gue kalo apa yang gue denger barusan itu semua becandakan? kalian pasti mau ngeprank gue kan?"
Alden bangkit dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah Dita yang masih menunggu jawaban dari Alden dan Dikta.
perlahan Alden meraih tangan Dita dan menatapnya lekat.
"maaf Dita, kita narik lo kedalam hubungan semu dan hal itu supaya nggak ada yang tau soal hubungan kami, maaf kami egois" Dita terus menatap Alden yang saat itu tertunduk sembari mengusap lembut tangannya.
"Tetapi permainan kami tidak berjalan lancar hingga akhirnya gue lebih milih kesehatan papa dan karena itu Dikta marah mengira gue punya perasaan sama lo. tapi sekarang, gue udah memutuskan untuk nggak mengejar Dikta lagi Dita. dan setelah lo melahirkan, gue nggak akan melarang lo ngejar kak Yoo joon, karena gue tau perasaan kita nggak mungkin bersatu dan lo berhak membangun masa depan dengan orang yang lo cinta."
"Alden, apa maksud ucapan kamu yang nggak akan ngejar gue? apa kamu marah karna malam itu aku ngusir kamu dan bikin kamu sakit? tolong maafkan aku Alden, aku hanya tidak ingin merusak hubunganmu dengan Dita. dan setelah aku tau hubungan kalian, aku ingin kita mulai dari awal Al"
Dikta kini sudah tidak sungkan mengatakan perasaannya terhadap Alden di hadapan Dita yang masih sangat syok mengetahui yang sebenarnya.
"kalian bener-bener ya.. kalian tau kalian nggak seharusnya punya hubungan kayak gitu kan? "
"gue tau Dit, makanya gue udah mutusin buat nggak sama Dikta lagi"
"Alden"
"cukup Dikta, mending lo pergi dari sini, gue mau istirahat."
Meskipun Dikta masih belum menerima apa yang di ucapkan oleh Alden, terpaksa ia harus pergi karena memang Alden membutuhkan istirahat pasca dirinya di rawat.
"baiklah Alden, aku akan pergi. tapi aku akan kembali untuk membicarakannya kembali"
"itu keputusan lo Ta, bukan gue!"
Dikta pergi meninggalkan rumah Alden dan hanya tersisa Alden bersama dengan Dita. ketika keduanya masih saling diam, mendadak Dita merasa kesakitan.
__ADS_1
"Argh.. perutku.." rintihnya sembari memegangi perutnya yang terasa amat sakit.
Melihat kesakitan yang di alami oleh Dita, Alden segera membantu Dita untuk bangkit. namun karena rasa sakitnya sangat parah, Alden segera mengangkat tubuh Dita dan membawanya ke rumah sakit.
"permisi.. "
"permisi.. "
Alden melewati banyak orang yang berlalu lalang di koridor rumah sakit. hingga seseorang memanggilnya dan membuatnya berhenti sejenak.
"Alden, apa yang terjadi"
"kak Dylan, tadi Dita kesakitan hingga pingsan kak"
"ya sudah cepat bawa dia supaya cepat di tangani oleh dokter"
Alden mengangguki ucapan Dylan dan segera membawa Dita ke ruangan untuk penanganan.
Sementara itu saat ini Lesya bersama dengan Yoo joon masih berada di kantor Lesya. perlahan Lesya mulai tenang dan menghapus air mata di wajahnya.
Yoo joon semakin tidak tega melihat keadaan sahabatnya yang berada didalam dilema. tetapi Yoo joon juga tidak bisa berbuat banyak, karena Zora sudah memasang beberapa bom untuk mengancam Lesya. bahkan ia memiliki mata-mata ketika Lesya berusaha membuat anaknya jauh dari rumah.
"apa kamu tau Joonie, sebelumnya mungkin ini tidak pantas untuk aku bicarakan denganmu, tapi aku sudah melakukannya"
Yoo joon masih setia menunggu lanjutan dari ucapan Lesya yang sempat terhenti. Hingga Yoo joon berinisiatif untuk memberikan air minum kepada Lesya.
"minum dulu Sya" dengan segera Lesya meneguk air dari Yoo joon hingga tidak tersisa.
"aku menggail nama kamu setelah aku dan Saga bersama Joonie"
Tanpa di perjelas, Yoo joon sudah memahami apa maksud dari perkataan Lesya dengan menyebut 'bersama' yang itu artinya tidak perlu dijelaskan lagi.
Yoo joon terkejut jika Lesya akan benar-benar mengambil keputusan untuk membuat Saga membencinya dan meninggalkannya.
Karena tidak meu menambah kesedihan untuk Lesya, Yoo joon tidak berkomentar apapun atas tindakan yang sudah di lakukan Lesya yang sudah memanfaatkan namanya agar membuat Saga ragu dengan rasa cintanya. meskipun hal itu juga menyakiti perasaan Lesya yang begitu mencintai suaminya.
__ADS_1
Namun lagi-lagi, ia tidak bisa egois dengan mempertahankan suaminya dan membuat nyawa anaknya dalam bahaya.
Melihat hal itu Yoo joon kini kembali memeluk Lesya dengan lembut. tangannya mengusap rambut Lesya dan sesekali merapikannya.
"Sya, tunggu disini sebentar"
Yoo joon memutuskan untuk segera pergi dan meninggalkan Lesya sendiri didalam ruang pribadinya. ketika keluar, Yoo joon mencari seorang OB untuk mencari makanan yang sudah ia tulis diselembar kertas.
Setelah menyuruh orang mencarikan makanan, Yoo joon kembali kedalam ruangan Lesya dimana saat itu Yoo joon justru tidak mendapati Lesya. Yoo joon kembali keluar dan mencari keberadaan Lesya. Yoo joon begitu bingung karena tidak ada seorangpun untuk ia tanyain karena kali ini jam makan siang, dan semua karyawan mencari makan entah itu di kantin kantor, atau di luar restoran.
"Kamu kemana Sya" pandangan Yoo joon menyapu tiap sudut ruangan yang ada di kantor G.PRO namun Yoo joon masih belum menemukannya hingga akhirnya Yoo joon memutuskan untuk menghubungi Lesya. sudah beberapa kali Yoo joon mencoba menghubungi namun tidak pernah mendapat balasan dari Lesya dan kini ia kembali ke ruangan Lesya untuk mengambil jasnya dan hendak mencari Lesya yang takutnya pergi ke suatu tempat yang akan membuat hidup Lesya tidak baik.
Namun ketika Yok joon masuk, ia tidak menemukan di ruangan kerja Lesya. dan ia baru ingat jika ia melepas di ruang pribadi Lesya.
Ceklek
Kedua mata Yoo joon terpaku dengan sosok yang memakai bathrobe berwarna biru dengan rambut basah yang berdiri membelakanginya.
Namun Lesya yang mendengar suara pintu segera berbalik.
"Joonie kau kesini lagi? "
"m-m-maaf Sya aku kira kau tidak ada, makanya aku kesini untuk mengambil masku dan akan mencarimu, tapi karena kau ada disini aku akan segera keluar.
Yoo joon pun mendekat dan hendak mengambil jas miliknya, namun Lesya juga berjalan ke arahnya dengan membawa jas miliknya. namun saat itu Lesya tersandung.
brugh
"Lesya"
Lesya yang jatuh di atas Yoo joon yang berusaha menangkapnya namun ikut terjatuh pun segera melihat ke arah suara yang memanggil Kesya dengan penuh emosional.
.
. bersambung
__ADS_1