It'S Perfect

It'S Perfect
Mendapatkannya Dengan Cara Apapun


__ADS_3

Andi dan Via berada di ruangan Lesya dimana Dylan lah yang memanggil mereka. Saat itu keduanya merasa bingung, tidak biasanya Dylan memanggil Via dan Andi. biasanya apapun selalu ia urus bersama dengan Yoo joon.


"aku memanggil kalian berdua karena aku ingin kalian pergi menemui klien kita yaitu klien dari Arles company. karena hari ini aku tidak bisa menghadirinya."


"baik Pak" jawab Via dan Andi bersamaan.


Setelah mendapat perintah dari Dylan, Via dan Andi bergegas untuk pergi ketempat yang sudah dikatakan oleh Dylan.


didalam mobil Via hanya menatap keluar jendela tanpa mengatakan apapun sehingga membuat Andi beberapa kali melihat ke arahnya.


'semenjak saat itu Via sering diemin gue, apa dia marah banget sama gue? harusnya dia gak marah dong, gue kan gak sengaja! atu Via marah karna itu first kiss nya dia, susah Andi, kenapa si lo pakek mau ngagetin dia eh malah jadinya justru kita ci*man' Andi merutuki dirinya sendiri.


Andi kembali menatap ke arah jalan, dan kini Via berganti melirik ke arah Andi. yang fokus mengemudi.


'Andi diemin gue terus? apa karena kejadian itu sikap Andi berubah sama gue. untung aja gue gak langsung kepedean, ya walaupun itu gue yang gak sengaja nyium dua, tapi itukan gara-gara dia sendiri. gue gak tau apa niatnya deket-deket gitu, yang ada gue ketiduran terus gue kaget dan tau-tau-' Via tidak melanjutkan ucapannya karena jujur saja saat itu dia sangat malu.


selang beberapa saat mereka bermonolog didalam benak mereka, Mobil mereka sudah berhenti di sebuah kafe. Dylan memang mengatur pertemuan dengan kliennya di tempat yang kini didatangi oleh Andi dan Via.


"emm Via, dimana kita duduk? "


"sesuai perintah pak Dylan, kita seharusnya di meja nomor sembilan."


"ya udah ayok, sambil kita periksa berkasnya sebelum klien kita datang"


setelah beberapa menit, klien yang mereka telah tiba.


'wah cantik banget?' batin Via, dan saat itu Andi tersenyum tipis melihat Via yang membuka mulutnya dengan segera Andi menyenggol tangannya agar Via kembali dari lamunannya.


"selamat pagi bu, saya Andi dan ini Via. kami perwakilan dari G. PRO CORPORATION"


ucap Andi semuanya mengulurkan tanganya..


"kalian yang datang, lalu dimana Dylan?"


"pak Dylan sedang ada urusan bu, makanya kami yang mewakilinya" sahut Via.


"ya sudah langsung saja kita bahas apa yang sudah dibicarakan melalui via online kemarin"


Cukup lama mereka membahas pekerjaan mereka. hingga setelah satu jam lebih mereka baru selesai. dan saat ini akan di lanjutkan dengan acara makan siang


"emm.. aku dengar bos kalian sedang mengandung?"

__ADS_1


" Iya benar bu Sharena, tapi ibu tau darimana?"


"Kalian tau kan bos kalian itu sangat terkenal, sehingga tiap gerakannya slalu diketahui oleh banyak orang. jadi tidak herankan jika aku tau kamu dia sedang hamil!"


"iya bu"


"Kenapa Dylan tidak datang? apa doa sakit?"


"tidak bu Sharena, pak Dylan sedang ada urusan seperti yang saya bilang tadi bu"


"apa urusannya lebih penting dari ini?"


"kami tidak tau bu"


"Lalu Lesya? apa dia juga tidak bisa datang?! "


"yang kami tau bu Lesya sedang berlibur dengan suaminya bu, dan selebihnya kita tidak tau." pungkas Andi.


Andi sengaja langsung berkata seperti itu, karena ia tau jika Sepupu Sharena yaitu Arga mempunyai sesuatu niatan yang Andi sendiri tidak tau, namun feelingnya mengatakan bahwa ia tidak boleh terlalu mengekspos berita tentang Lesya.


"ya sudah ya bu sepertinya meeting kita hari ini sudah selesai. jadi, saya dan Via harus segera kembali ke kantor"


"ya baiklah,silahkan kalian kembali ke kantor."


"bagaimana Sharena, apa kamu sudah mendapatkan info tentang Lesya? "


"dari informasi yang aku dapatkan dari asisten Lesya, dia sedang berlibur dengan suaminya. tapi sayangnya sebelum aku menanyakan dimana mereka berlibur, asistennya itu langsung berpamitan"


"okey kerja bagus, aku hanya perlu memeriksa kemana dia pergi."


"tapi bang Arga, untuk apa si kamu masih kepo sama kehidupan cewek pembawa sial itu? oops" Sharena mengernyitkan dahinya karena ia mengatai Lesya. padahal ia selalu Berpura-pura dihadapan Arga jika dia sudah tidak dendam kepada Lesya.


"Sharena, lain kali jangan berkata seperti itu. kamu sudah tau kan cerita yang sebenarnya?"


"iya sorry bang, ya udah aku mau lanjut makan"


mereka mengakhiri obrolan mereka dan melanjutkan kegiatan mereka masing-masing.


"kalau begitu aku akan menyuruh Doni untuk mencari kemana Lesya pergi dengan anak bau kencur itu.


tidak lama Doni datang karena mendapat panggilan dari Arga.

__ADS_1


"ada apa Arga, kenapa lo manggil gue kesini?"


"gue mau, lo cari kemana Lesya dan Saga pergi berlibur. aku ingin hasil secepatnya"


"baiklah" Doni kini kembali keruangannya setelah Arga tidak membutuhkannya.


Saat itu Arga menatap layar ponselnya dimana ia menyimpan foto Lesya didalamnya. "sudah terlalu lama aku membiarkannya bersama anak itu bang Arvin. jadi aku akan mulai mendapatkannya kembali, dengan cara apapun"


"Via, gue mau ngomong sama lo" didalam perjalanan kembali ke kantor Andi memberanikan diri untuk memulai pembicaraan.


"Vi, gue mau tanya sama lo" ucap Andi yang masih sembari mengemudikan mobil yang mereka naiki.


"kenapa Ndi? "


"gue cuman mau nanya sama lo." Andi menjeda ucapannya, ia kembali menimang-nimang apakah dia akan bertanya tentang yang dia pikirkan atau ia urungkan. pasalnya Andi takut ucapannya akan semakin membuat Via mendiamkannya.


"lo mau tanya apa Andi? "


"gini Vi, apa lo masih marah karena kejadian waktu itu? "


Via terdiam ketika Andi menanyakan hal itu terhadapnya. namun Via berusaha untuk menutupi rasa malunya ketika membahas hal-hal seperti itu.


"emm"


"lo lupain aja Via, gue tau kita punya kehidupan masing-masing. jasi ciuman itu anggap aja kita nggak pernah lakuin, karena memang itu ketidak sengajaan kan? "


deg


'jadi Andi mau lupain gitu aja? padahal itu first kiss gue. dan gue gak bisa lupain itu gitu aja! '


"heheh" Via menyengir kuda menanggapi ucapan dari Andi. "ya sebaiknya begitu Andi" sambungnya.


"jadi gue mohon kita kayak dulu lagi, gue gak suka kalo lo sering diem kaya kemaren-kemaren Vi. gak enak banget lo yang biasanya cerewet banget tiba-tiba diem kaya ayam kesambet kan?"


"hehe iya Andi, kemarin itu gue diam hanya karna gue lagi mikirin ibu gue. karena semenjak kita menikah kita belum pernah mengunjungi ibuk kan? "


"astaga, gue kirim alo masih marah soal kejadian waktu itu Vi? okey, kalo gitu akhir pekan besok kita ke tempat nyokap lo! "


'seharusnya gue seneng lo ngajakin ke rumah ibuk. tapi gue juga sedih karena lo nyuruh gue ngelupain gitu aja kejadian itu Andi. apa kamu masih berharap bisa bersama dengan bu Lesya Andi? atau justru kamu saat ini memikirkan wanita lain? " kini Via justru memikirkan tentang Sharena yang terlihat begitu cantik dan menawan jadi tidak menutup kemungkinan jika Andi jatuh hati dengan Sharena.


.

__ADS_1


. bersambung


__ADS_2