
Lesya sengaja duduk diteras rumahnya untuk menantikan Saga kembali dari tempat kerjanya. Lesya sudah menunggu Saga selama dua jam, namun Saga tak kunjung datang. karena Lesya yang merasa letih, ia tertidur dikursi teras.
Arga yang sejatinya mengikuti Lesya dari pulang kerja, memilih untuk keluar dari persembunyiannya untuk menghampiri Lesya yang tengah terlelap. Arga bersedekap dihadapan Lesya yang tidak tau saat ini sedang diperhatikan oleh Arga.
"wanita bodoh! bisa-bisanya dia nungguin bocah ingusan itu sampek ketiduran diteras seperti ini. apa lo gak tau kalo tidur diluar seperti ini itu mengundang kejahatan!" gumam Arga.
ting
mendengar suara notifikasi ponselnya membuat Lesya perlahan membuka matanya. namun sebelum ketahuan, Arga segera bersembunyi dibalik dinding.
"nomor tidak dikenal, untuk apa mengirimi ku sesuatu!" karena penasaran, Lesya akhirnya membuka isi pesan dari nomor yang tidak dikenal tersebut.
"Saga, dia dengan perempuan ini?" Lesya menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan.
"tapi aku tidak boleh terpancing dengan foto seperti ini. dari pengalaman, aku bisa belajar kali aku tidak boleh langsung mempercayainya." Lesya berusaha menenangkan pikirannya yang jujur saja merasa gusar.
menerima kabar tersebut tidak membuat Lesya berhenti menunggu suaminya pulang. ia bersikeras untuk menunggu suaminya hingga terlelap kembali. saat itu Arga kembali mendekat ke arah Lesya.
"sebenarnya apa yang lo lihat? gue jadi penasaran!" Arga yang juga penasaran mencoba membuka ponsel Lesya. namun ia tidak bisa membukanya karena terdapat kata sandi yang harus ia masukkan.
"ah iya, sidik jari"
Arga segera menempelkan jari Lesya untuk mengaktifkan ponsel milik Lesya. dalam satu sentuhan, Arga berhasil melihat pesan yang tadi dilihat oleh Lesya.
"pantas saja raut wajahnya berubah dalam sekejap. tapi kenapa lo masih nungguin bocah brengs*k yang udah khianatin lo? dasar gadis bodoh!" Arga menggeleng.
saat itu Arga menyibak rambut yang mebutupi sebagian wajah Lesya segera pergi ketika Doni memberi isyarat kedatangan Saga.
sesaat setelah Arga pergi, Saga telah sampai di rumahnya. ia melihat istrinya yang tengah tertidur dikursi teras. Saga berlutut sembari memandangi wajah istrinya. saat itu pandangannya berhenti menilik wajah istrinya.
sebelum ia mengangkat tubuh istrinya, ia mengecup kening istrinya yang membuatnya sering lupa, bahwa ia masihlah murid SMA. namun apa daya, seorang pria yang sedang jatuh cinta tidak bisa menahannya apalagi statusnya sekarang adalah suami istri.
setelah melakukannya, Saga lalu membawa istrinya masuk. ketika ia memasuki rumah, pertama kali yang ditemukan Saga adalah hidangan makan malam yang sudah disiapkan oleh istrinya. "kamu benar-benar istri terbaik sayang. disaat kamu sudah letih, kamu masih menyempatkan untuk memasak. tapi aku justru pulang terlambat."
Saga membaringkan istrinya ditempat tidur. saat itu Saga teringat, ia meninggalkan ponsel Lesya dimeja teras. Saga pun segera mengambil ponsel milik Lesya.
__ADS_1
"saat sendiri, apa yang kamu lihat mba istri?" ucap Saga sembari memutar-mutar ponsel dan tersenyum menatap Lesya yang terlelap.
Saga segera melihat ponsel Lesya, keadaan setelah ia membuka kunci layar ponsel milik Lesya sama persis ketika Arga membukanya sebelum Saga.
netra Saga melebar ketika ia membaca berita tentang dirinya dan juga Elsa.
Saga meletakkan ponsel Lesya diatas nakas. ia kemudian memperhatikan istrinya dengan perasaan gusar. ia khawatir jika saat ini istrinya akan marah dengannya. ia membelai wajah Lesya dengan lembut. karena gerakan itu, Lesya perlahan membuka kedua matanya dan menatap sayu suaminya.
"Saga.." seperti terkejut, Lesya sektika terduduk.
"hei tenang sayang, ini benar suami kamu Saga!" Saga tau saat ini istrinya merasa terkejut dengan kehadirannya. ia segera menenangkan istrinya.
Lesya kemudian membuang nafas pelan, tercetak senyum tipis yang meneduhkan. Lesya lalu mengusap lembut wajah suaminya yang terus memperhatikannya.
"apa kamu lapar Saga? aku sudah memasak makanan kesukaan kamu!"
bukannya membalas ucapan Lesya, Saga justru memeluk erat Lesya. Saga kemudian melepas pelukannya dan menatap dalam-dalam Lesya yang saat itu masih tersenyum.
"aku tau saat ini ada yang mengganggu perasaan kamu. tapi apa yang ada diberita itu tidak benar sayang, aku hanya mempromosikan coffe shop dengan vlog yang dilakukan oleh Elsa!" jelas saga.
"aku gak akan pernah khiantin cinta kita sayang. dan aku sangat beruntung mempunyai istri seperti kamu" Saga kembali memeluk Lesya dengan sangat erat. sesekali Saga mengecup pundak istrinya.
sementara itu Arga yang masih didalam mobil merasa kesal. alih-alih ingin menyaksikan Lesya dan Saga bertengkar, justru kebalikan dari yang ia harapkan. Arga justru melihat Saga yang mengec*p lembut bibir Lesya, dan entah kenapa saat itu Arga merasakan panas didalam dirinya.
-
"apa-apaan ini, aku harus beri pelajaran sama Saga. dia gak bisa giniin sahabatku!" Yoo joon meradang ketika membaca berita yang saat ini viral. Yoo joon yang merasa kesal sampai tidak menyadari saat dirinya mengenggam gelas begitu kuat, hinggga.
pyar
sebuah gelas pecah karena kekuatannya. dan pecahan dari gelas tersebut, meninggalkan luka ditelapak tangannya.
"astaga kak, biar aku obatin" ucap witers restoran yang didatangi oleh Yoo joon.
"tidak pa-pa, kami tidak perlu mengibatiku!" Yoo joon menolak, namun sang witers tetao mengobati luka Yoo joon dengan sangat telaten.
__ADS_1
"udah selesai kok kak, tadi kalo gak diobatin takutnya infeksi!"
"enghh, terima kasih..."
Yoo joon ingin menyebut nama witer yang menolongnya, namun ia belum mengetahuinua. seakan tau pikiran Yoo joon, witers itu menyebutkan namanya.
"namaku Dita kak, kakak tidak perlu berterima kasih. itu memang kewajiban kita menolong sesama." ucap Dita.
"tunggu sebentar kak, biar aku bawakan minuman baru." ucap Dita dan diangguki oleh Dita.
"bukankah dia masih seusia Saga, dia sidah bekerja?" Yoo joon terus memoerhatikan Dita yang saat itu megambilkam minuman untuknya.
"tunggu sebentar, apa kami masih bersekolah?" tanya Yoo joon
"emm iya kak!"
"kenapa kamu masih bekerja dijam segini? bukannya ini sudah lebih dari jam kerja kamu sebagai seseorang yang masih dibawah umur?"
"iya kak, tapi aku ngambil lembur. soalnya lumayan kan kak, bisa buat tambah pemghasilan. ya sudah ya kak aku lanjut kerja"
" hemmm" Yoo joon mengangguki ucapan Dita yang sudah pergi dari hadapannya.
saat itu Dita tidak langsung bekerja, ia memilih untuk pergi ke kamar mandi. ia memegangi dadanya.
"astaga.. jantung gue rasanya mau copot. diajak ngobrol sama oppa-oppa korea? mana tadi deket banget pas gue ngobatin lukanya!" Dita tersenyum sendiri ketika mengingat kejadian yang baru ia alami.
"oh ya, tapi kenapa ya gelasnya bisa pecah gitu aja?"
.
.
.bersambung
.
__ADS_1