It'S Perfect

It'S Perfect
Dengan Siapa Dia Saat Ini


__ADS_3

Jarum jam terus berputar tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, Lesya pun bergegas untuk pulang. namun saat ia membuka pintu ruangannya, ia di kejutkan dengan seseorang yang sudah berdiri di balik pintu.


"kak Saka, ada apa?"


"apa aku tidak di persilahkan untuk duduk?" Saka menyunggingkan senyumnya dengan alis yang terangkat.


"oh ya silahkan masuk kak, duduklah."


Lesya duduk di sofa seberang Saka. Lesya lalu menghubungi seseorang untuk mengantarkan dua cangkir kopi. setelah itu ia kembali memperhatikan Saka yang masih belum mengucapkan apapun seusai dipersilahkan duduk oleh Lesya.


"sebenarnya ada yang mau aku sampaikan, tapi-" Saga menjeda ucapannya. ia kembali menatap Lesya dengan tatapan yang sulit di artikan oleh Lesya sendiri.


"tapi aku harap kamu jangan bertindak gegabah!"sambungnya lagi.


"memang apa yang ingin kak Saka sampaikan?" dengan wajah serius, Lesya menatap Saka yang mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya.


Saka meletakkan ponselnya dengan sebuah gambar yang membuat Lesya sedikit terkejut. tapi meakioun begitu, Lesya berusaha menenangkan dalam hatinya.


Lesya menarik nafas dalam kemudian membuangnya dengan berat. "kenapa kak Saka nunjukin ini ke aku?"


"sebenarnya aku hanya tidak tega jika kami harus terluka lebih dalam, dengan foto ini aku harap kamu bisa.mengambil keputusan!"


Lesya mengernyit saat Saka mengatakan hal itu, ada yang aneh dengan sikap Saka saat mereka berdua ataupun saat mereka bersama dengan keluarga mereka.


"kak Saka, aku tau ini salah! tapi aku juga tidak bisa membuat kondisi Saga memburuk!"


"baiklah, itu semua adalah pilihan kamu Lesya. aku hanya mengkhawatirkan perasaanmu. aku tau dulu aku menyakiti kamu, maka daei itu saat ini aku ingin melihat kamu bahagia Lesya."


"tolong jangan bahas itu lagi kak, aku sudah tidak ingin mengingat-ingat masa lalu yang menurutku hanya membuka luka lama kembali. dan hal itu akan membuat mental kita juga gak baik!"


"emm apa kamu akan pulang sekarang?" pertanyaan Saka di angguki oleh Lesya dengan senyum tipis yang terukir di bibirnya.


"kalau begitu mari pulang bersama, sepertinya cuaca hari ini agak buruk. diluar hujan deras dengan petir yang lumayan kencang, aku khawatir jika kamu menyetir sendiri."


"tidak apa-apa kak, aku terbiasa sejak dulu! aku hanya tidak ingin merepotkan."

__ADS_1


"tidak sama sekali Lesya, mari!"


Lesya terdiam, ia terlihat berpikir sejenak. namun jika dipikirkan lagi hal itu lebih baik. akhirnya Lesya pun menyetunui tawaran dari kakak iparnya untuk pulang bersama.


Saka dan Lesya pun bergegas menuju mobil. cukup lama mereka berada di jalanan yang sangat padat pengendara. suasana di dalam mobil semakin mencekam dengan petir yang menggelegar.


'dengan cuaca seperti ini aku bisa berlama-lama berdua denganmu Lesya. entah sampai kapan aku harus berpura-pura menjadi kakak ipar yang sewajarnya. entah sampai kapan aku akan bisa memilikimu Lesya. yang jelas, lambat laun aku akan tetap berusaha supaya kamu kembali menjadi milikku seperti yang seharusnya!" Saka terus melirik Lesya yang tengah duduk disamping pengemudi.


sementara itu di rumah, Nyinya Darmawan sangat cemas karena menantunya belum kunjung kembali. ia mondar mandir melihat kearah depan untuk mengecek menantunya, apakah sudah kembali.


Saga yang melihat ibunya mondar mandir pun tak tahan untuk bertanya."mami kenapa si dari tadi mondar mandir kayak setrikaan?"


"ini loh Saga, isyri kamu belum pulanh daei kantor. mami khawatir, apalagi hujannya deres banget di tambah ada petir juga"


"mami gak usah berlebihan, mba Lesya itu udah gede mi! pasti dia nanti juga pulang kok!"


mendengar ucaoan dari putra bungsunya, nyonya Darmawan segera mendekat ke arah Saga. ia begitu cepat meraih telinga Saga dan menariknya.


"ak.. aw.. sakit mi" Saga mengusap telinganya yang memerah dan terasa seperti terbakar.


"hahaha.." Saga tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan dari ibunya yang memang sangat konyol. "mami sejak kapan si belajar ngelawak"


"mami gak ngelawak Saga! beneran ni mami masukin kamu ke perut lagi biar gak ceplas ceplos ngomongin istrinya."


"aduh mami, mami jangan sebut istri.. istri terus dong mi! sebut aja Leysa atau lesyi atau lele juga boleh"


bamun seketika Saga memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit. melihat hal itu, nyonya Darmawan segera mendudukkan Saga ke sofa ruang tengah."kamu kenapa Saga? apa masih sakit?"


Saga hanya menggelengkan kepalanya sekilas. 'kenapa waktu gue bilang lele, kayaknya gak asing banget? emang ada apa sama yang berhubungan dengan Lele? apa Lele mempunyai makna tersendiri.


ya, Saga memang pernah mendengar seseorang memanggil Lesya dengan sebutan lele. mungkin karena itu ia merasakan sesuatu yang menyeruak di kepalanya hingga terasa sakit.


tingtung..


"nah itu pasti Lesya pulang"

__ADS_1


nyonya Darmawan berbalik dan melihat seseorang yang datang. namun dugaanya ternyata salah, jusyru yang datang adalah Yoo joon bersama dengan suaminya.


"papi, Yoo joom kalian sudah pulang?" nyonya Darmawan kembali sendu saat orang yang datang bukanlah seseorang yang ia harapkan


"ada apa mi, kenapa mami muram?" tanya tuan Darmawan sembari melepas jas yang ia kenakan untuk ke kantor.


"ini pi, Lesya belum juga pulang!"


"mungkin saja Lesya masih di kantor mi!"tuan Darmawan menimpali uccapan istrinya.


"enggak kok om, Lesya sudah dijalan. katanya jalanan sangat padat dan susah untuk melajukan mobil yang ia naiki." Sahut Yoo joon. dan hal itupun membuat Saga dan tuan Darmawan mengernyit.


"kasihan menantu mami, pasti di lapar karena harus menunggu kemacetan di hari yang mulai larut."


"gua heran,kok lu tau ya keadaan mba Lesya! apa jangan-jangan mba Lesya yang udah lapor sama lu?situ polisi?! pakek lapor-lapor segala!"


Yoo joon pun menarik salah satu ujung bibirnya, ia berjalan didekat Saga untuk pergi ke kamarnya. "poin pentingnya sekarang bukan kenapa aku bisa tau, tapi dengan siapa dia saat ini. karena saat aku menelfonnya, terdengar suara pria!" lirih Yoo joon namun masih bisa terdengar oleh Saga.


'mba Lesya sama siapa sekarang? di tengah hujan, berduaan, dan petir?' saat itu entah apa yang ada dipikiran Saga, justru sekelebat bayangan Lesya yang berada dipelukan seseorang karena ketakutan akibat petir yang menggelegar, melintas begitu saja di benaknya.


namun saat itu Saga segera menggeleng-gelengkan kepalanya sekilas, ia bergidik karena pemikirannya sendiri tentang Lesya. 'apaan si ni kepala gua? kenapa gua malah mikirin mba Lesya! maupun dia mesra atau apapun sama cowok lain itu bukan urusan gua!' kini Saga pun berusaha menenangkan dirinya sendiri. tetapi bayangan tentang Lesya dengan pria lain yang ia tidak tau siapa identitasnya, kini kembali menguasai benak Saga.


"huh.." Saga menggeleng, ia kini menatap keluar jendela disebelah ibunya. "ni ujan lama banget si gak berhenti-berhenti?!"


entah mengapa Saga begitu ingin hujan segera reda, ia begitu penasaran dengan seseorang yang dikatakan oleh Yoo joon.


saat mendengar ucapan Saga dari dalam kamar, Yoo joon tersenyum memyeringai dengan entah apa yang ada dibenaknya saat ini.


.


.bersambung


.


.

__ADS_1


__ADS_2