It'S Perfect

It'S Perfect
Pikiran-Pikiran Negatif


__ADS_3

Seharian penuh Lesya hanya berbaring di kamar hotelnya. ia tidak punya niatan sedikitpun untuk keluar hotel. disana Saga masuk dengan membawa makanan yang sengaja ia carikan kesuatu tempat hanya untuk Lesya.


Saga menaruh Kantung makanan di atas meja. perlahan ia mendekat keranjang fan duduk ditepiannya. Saga mengusap lembut pundak Lesya yang saat itu memunggunginya.


"makanlah dulu Lesya!" tidak ada jawaban dari Lesya, melainkam hanya menggoyangkan pindaknya isyarat untuk Saga melepaskan tangannya dari pundak.


"ayolah Lesya dari kita sampai kamu belum makan, aku gak mau kalo kamu sakit"


Lesya lalu bangkit dan menatap Saga dengan penuh arti. 'aku sudah sakit Saga! kamu yang membuat semuanya semakin sakit!' itulah yang ingin Lesya ungkapkan, namun ia urungkan.


Saga lalu mengambil meakanan daei atas meja dan hendak menyuapkan untuk Lesya, namun Lesya sengaja menahan tangan Saga sehingga sendok makanan masih mengambang di udara.


"aku tidak lapar, sekarang aku akan bersiap untuk pulang. aku tidak bisa berlibur dengan seseorang yang akan menjadi calon ayah dari anak wanita lain"


memdengar ucapan Lesya, Saga yang awalnya berusaha untuk tenang, kini amarahnya sudah bisa ditahan. seketika Saga berdiri daemri duduknya dan meletakkan Sendok yang tadi ia gunakan untuk menyuapi Lesya, walaupun Lesya menolak suapan dari Saga.


"jangan kaya anak kecil Lesya! disini kamu yang sudah dewasa harusmya kamu bisa membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar!" ucap Saga dengan tatapannya yang tajam.


"jadi karna aku lebih dewasa, aku yang harus selalu ngertiin kamu Saga?" Lesya meninggikan suaranya.


" coba kamu ingat Lesya dengan dirimu sendiri. saat aku menuduhmu menjadi perempuan yang tidak benar perasaan kamu terlukan bukan? itulah yang aku rasakan saat ini!" inilah Saga, ia masih sulit menahan emosinya. wajar saja! karna dasarnya laki-laki semumurannya yang notabene nya anak SMA memang masih sedikit labil.


"itu berbeda Saga! saat itu kamu menuduhku sembarangan. sedangkan kamu? sudah ada bukti untuk semuanya!"


"terserah..terserah apa yang kamu pikirkan!" bentak Saga.


prank


Saga membanting piring nasi dan berlalu pergi meninggalka. Lesya sendiri di dalam kamar hotel.


sementara itu, Lesya tersentak mendapati sikap Saga yang kasar, perlahan Lesya mulai menitikkan airmatanya. seketika mencul pikiran-pikiran negatif dikepala Lesya.


"apa sikap baikmu belakangan ini karna meresa bersalah atas kehilangan bayi kita Saga? dan apa kamu sebenarnya memang masih mencintai Liyora?"


Ditempat lain Liyora yang tengah berjalan di sekitar hotel bertemu dengan Aaga yang tengah berjalan ke arah keluar dengan wajah kesal.

__ADS_1


"sayang..kamu mau kemana?" Liyora bergelayut di lengan Saga. Saga terdiam sejenak mentralisir kekesalannya. kemudian Saga berbalik menatap Liyora dengan senyum menyeringai.


Saga perlahan mendekatkan dirinya kepada Liyora yang berdiri dihadpannya. mendapati Saga yang terus mendekat, perlahan Liyora sedikit memundurkan posisinya.


"coba kamu lepas semua pakaianmu Liyora" sontak ucapan Saga membuat kedua mata Liyora membukat sempurna.


"apa maksudmu Saga, kamu gila?" Liyora memekik hingga telinga Saga tersa pengang.


"kamu bilang aku ayah dari bayimu bukan? jadi kamu tidak perlu malu, bukankah aku pernah menikmatinya?" Liyora terkesiap mendengar ucapan dari Saga. terlebih saat itu Saga mendekatkan bibirnya di dekat telinga Liyora "jadi lepaslah dihadapanku. bukannya hatusmya kamu tidak keberatan?" bisiknya dan membuat Liyora meradang.


"jangan keterlaluan Saga! lihat saja kamu akan tetap bertanggung jawab atas perbuatanmu terhadapku." Liyora seakan tau maksud Saga yang hanya meledeknya, dengan menggunakan apa yang sudah Liyora katakan.


"dan itu hanya mimpi buat kamu Liyora. aku sudah katakan hubungan kita berakhir, karna aku benar-benar akan menjadi suami terbaik untuk Lesya, camkan itu!" tegas Saga dan berlalu pergi.


Saga terduduk memikirkan tentang sikapnya terhadap Lesya seb---elum ia meninggalakan Lesya sendirian didalam kamar hotel. "harusnya aku gak ngomong kaya gitukan sama Lesya! Lesya pasti tambah marah karna sikapku tadi. isshh" Saga berdecak kesal merutuki dirinya sendiri.


Akhirnya Saga memeutuskan kembali ke kamar hotel. ia ingin menemui Lesya dan menghibur Lesya.


perlahan Saga membuka hotel dengan kartu aksesnya.


ceklek


lalu netra Saga tertuju dengan koper yang ada didekat sofa. "ini koper punyaku, lalu dimana koper Lesya?"


Saga melangkah keluar dan memutuskan untuk pergi kemeja reseptionis. ia seperti berbincang dengan petugas dan setelah beberapa saat, Saga mengacak rambutnya.


"benar dugaanku, Lesya benar-benar pulang".


💜💜


Lesya terisak didalam pelukan sang ibu. nyonya Guntara mengusap lembut punggung Lesya.


"sebenarnya apa yang membuat kamu seperti ini sayang?" raut kecemasan timbul dari wanita yang berumut namun masih terlihat cantik.


Lesya hanya menggeleng dengan tangisnya yang pecah. Lesya semakin erat memeluk sang ibu hingga cukup lama.

__ADS_1


setelah Tangis Lesya cukup redam, sang ibu mengantarkan Lesya untuk beristirahat didalam kamarnya.


"kamu istirahat sayang, mama akan tunggu sampai kamu mau menceritakannya dengan mama."


"ma, lesya mohon mama jangan mengatakan hal ini kepada papa peeihal kedatangan Lesya tanpa ditemabi Saga!" nyinya Guntara pun mengangguk dengan tatapan teduhnya, kemudian ia pergi dari kamar Lesya.


di kamar yang penerangannya hanya temeram, Lesya berbaring tanpa memejamkan matanya. ia masih ingat dengan apa yang ia saksikan dan ia d3ngan ketika masih di dalam hotel.


Flashback on_


sementara itu, Lesya tersentak mendapati sikap Saga yang kasar, perlahan Lesya mulai menitikkan airmatanya. seketika mencul pikiran-pikiran negatif dikepala Lesya.


"apa sikap baikmu belakangan ini karna meresa bersalah atas kehilangan bayi kita Saga? dan apa kamu sebenarnya memang masih mencintai Liyora?"


Lesya lalu mencari udara segar dengan berdiri di balkon samping kamarnya. bukannya mendapat ketenangan, justru Lesya melihat pemandangan yang tidak bagus yang ada di bawahnya.


Saga perlahan mendekatkan dirinya kepada Liyora yang berdiri dihadpannya. mendapati Saga yang terus mendekat, perlahan Liyora sedikit memundurkan posisinya.


"coba kamu lepas semua pakaianmu Liyora" sontak ucapan Saga membuat kedua mata Liyora membukat sempurna.


"apa maksudmu Saga, kamu gila?" Liyora memekik hingga telinga Saga tersa pengang.


"kamu bilang aku ayah dari bayimu bukan? jadi kamu tidak perlu malu, bukankah aku pernah menikmatinya?"


karena tidak tahan melihat dan sayup-sayup mendengar ucapan Saga, akhirnya Lesya memilih untuk kembali kedalam.


Flashback off_


"setelah apa yang kamu lakukan, kenapa aku masih berat menerima kenyataan ini Saga!" Lesya mengusap airmatanya "apa perhatianmu akhir-akhir ini hanyala kepura-puraan?"


Lesya membenamkan dirinya kedalam selimut tebalnya. ia menangis sejadi mungkin. untung saja malam itu ayahnya tidak ada di rumah, jika Guntara mengetahui kondisi putrinya, sudah dipastikan Saga akan kehilangan istrinya dan tidak diizinkan untuk menemuinya lagi.


.


.

__ADS_1


.bersambung


.


__ADS_2