
"gua harus bicara sama Friska dulu Al, lu disini!" ujar Dikta dan mengikuti Friska
Alden mengepalkan tangannya karena merasa kesal. karena kekesalannya itu, Alden kembali lebih dulu meninggalkan Dikta bersama dengan Friska.0
"Alden kenapa si Dikta? kenapa dia tadi kelihatannya gak seneng banget lihat gue?"
"gua gak tau. udah sekarang lo mau ngomong apa sama gua?"Dikta menatap Friska datar.
"gue heran sama lo Ta, kenapa lo akhir-akhir ini jauhin gue? padahal waktu itu lo yang selalu ada buat gue!"
"huh.." Dikta menarik sudut bibirnya tersenyum smirk. ia menatap tajam Friska dengan sebelah alis yang terangkat. "bukannya udah ada yang selalu ada buat lo ya Fris? jadi lo gak merluin gua lagi" sambung Dikta.
"apa si maksud lo Dikta? kak Dylan? gue tinggal sama kak Dylan itu karena kak Dylan yang bolong gue!"
"nolong? maksud lo?"
'mungkin ini saatnya gue jujur sama Dikta. gue gak mau kalo Dikta salah paham lagi sama gue!'
Friska membuang nafas kasar. ia menatap mata Dikta dalam-dalam. "sebenernya itu setelah lo nolongin gue, waktu itu nyokap gue ninggalin gue dengan segala utang yang dia milikin Dikta. dan saat itu rumah gue peninggalan sati-satunya bokap gue terancam disita sama rentenir, dan gue.." Friska sempat ragu untuk menceritakan pekerjaan apa yang ia pilih, namun ia memantapkan niatnya untuk menceretikannya.
"dan gue waktu itu butuh duit banyak bingung mau dapet duit dari mana dalam waktu satu minggu, akhirnya Liyora nyaranin gue buat kerja ditempat lokalisasi!" seketika Dikta yang mendengar itu, membulatkan kedua matanya.
"terus lo beneran kerja ditempat itu? dan semua itu karena Liyora!"Friska mengangguki ucapan Dikta.
"tapi wakty pertama gue kerja, disana kebetulan kak Dylan sedang diajak temen-temennya. dan temennya nyuruh gue nemenin kak Dylan" saat itu suara Friska semakin lirih dan sedikit bergetar.
"brengs*k tu orang, biar gua kasih pelajaran orang itu. berani-beraninya dia manfaatin lo Friska!"
"tunggu Dikta!"lalu Friska memegang kedua tangan Dikta dan kembali menatapnya lekat. "dan untung aja kak Dylan orang baik Dikta!" Dikta mengerutkan dahinya masih dengan rahang yang mengeras.
"waktu itu kak Dylan gak ngapa-ngapain gue Dikta. dia justru nyelametin gue dari tempat terkutuk itu. dia bayarin semua hutang gue, dan dia juga nawarin tempat tinggal buat gue. tapi gue bertekad, gue bakal ngembaliin semua uang yang udah kak Dylan keluarin buat gue, dan karena itu juga akhirnya kak Dylan kasih gue pekerjaan. tapi gue gak bakalan bisa fokus kerja kalo lo masih salah paham!" saat itu juga Friska menitikkan airmatanya.
__ADS_1
deg
serasa dihantam oleh batu beton, dada Dikta terasa sesak ketika ia tau kebenatan semua yang dialami oleh Friska.
'apa yang lo pikirin selama ini Dikta, lo berpikir macem-macem. harusnya lo yang lindungin Friska, justru lo malah curiga sama Friska dan sama Dylan. lo bodoh banget si Dikta' Dikta merutukki dirinya sendiri.
melihat keterdiaman Dikta, Friska tertunduk lesu. "mungkin apa yang lo pikirkan sama dengan yang lainnya Dikta. karena gue memang pernah hamil diluar nikah! gue emang cewek ren-"
belum selesai dengan ucapannya, Dikta sudah menarik Friska masuk kedalam pelukannya. "lo jangan ngomong apa-apa lagi. dan lo gak perlu ngerendahin diri lo sendiri Friska!" tegas Dikta. saat itu tangis Friska pecah, ia tidak menyangka bahwa Dikta akan bersikap seperti ini. ini benar-benar hal sangat ia harapkan selama ini.
Alden yang sudah bilang ingin kembali lebih dulu, ternyata ia hanya bersembunyi untuk mengetahui apa yang Dikta dan Friska bahas. saat itu ia semakin kesal ketika Dikta memeluk Friska dengan erat. akhirnya kali ini Alden benar-benar meninggalkan tempat itu dengan membawa nasi goreng untuk Saga.
ketika sampai di rumah Saga, Alden mencari keberadaan Saga. namun ia tidak menemukamnya sama sekali.
"weh tu anak, udah ditemenin malah ditinggal pergi!"racau Alden.
sementara itu ditempat lain Saga meradang ketika melihat istrinya yang tengah dipandangi oleh pria lain dengan kemeja Lesya yang sudah berantakan.
"Saga" ucap Lesya.
seketika pandangan Saga beralih kepada Lesya. saat itu ia berlari kearah Lesya. ia memeng kedua pundak Lesya, sorot matanya begitu terlihat mencemaskan istrinya.
"kamu gak pa-pa kan sayang?" Saga langsung menarik Lesya kedalam pelukannya. dan sesekali ia mencium puncuk kepala Lesya. setlah selesai memeluk Lesya, ia kemudia melepas jaket yang ia kenakan untuk menutupi tubuh istrinya.
"kamu di apain sama bos kamu sayang, kenapa baju kamu.."
"kamu jangan salah paham Saga. tadi waktu aku sama pak Arga meninjau tempat yang akan jadi projek kami, tiba-tiba kami diserang oleh serigala. dan karena banyak darah yang keluar dari kaki dan tangan pak Arga, akhirnya aku merobeknya kemejaku untuk membalut lukanya"
seketika Saga bernafas lega. ia lalu melihat Arga yang kini sudah kembali ketempatnya.
"ayo sekarang kita pulang Lesya, kamu pasti sangat letih capek jadi satukan? oh ya dirumah juga ada Alden sama Dikta yang udah nungguin kita!"
__ADS_1
"tapi aku masih nunggu infus pak Arga,Saga." Lesya melirik ke arah Saga.
"kalian bisa pulang sekarang, anak buahku sudah datang dan sebentar lagi aku akan kembali"
karena mendapat izin dari atasannya untuk pulang, Lesya dan Saga pergi dari tempat itu. ketika Saga dan Lesya sampai di area parkir, ia memakaikan helm untuk Lesya.
"tadi waktu aku denger kamu diserang serigala, rasanya jantung aku berhenti" ucap Saga sembari menatap Lesya yang sudah memakai helm.
"tapi aku gak apa-apa kan Saga, jadi jantung kamu harus tetap berdetak buat aku!"
Saga terkekwh mendengar Lesya pertama kali berkata seperti itu. ia lalu menaiki motornya, ia melingkarkan lengan Lesya diperutnya.
_
Saka terlihat gusar, saat itu Ella yang menyadarinya pun segera menanyakan hal itu kepada Saka.
"Saka, ada apa?" tanya Ella.
"huh, kamu gak usah sok perduli denganku. aku tau yang kamu oerdulikan hanya uang bukan aku!" sarkas Saka.
"ternyata kamu sangat mengenalku ya Saka.. ya sudah urus saja urusanmu, aku harus kembali kekamarku!"
Saka hanya memperhatikan kepergian Ella, ia terkekeh dan merutuki dirinya sendiri. "kenapa aku dulu memilih perempuan seperti itu? dan kenapa aku sampai jatuh cinta dengan perempuan matre yang hanya mementingkan uang.?"
"argghh tapi itu gak penting sekarang karna kami udah punya kesepakatan. yang aku khawatirkan, bagaimana keadaan Lesya yang sekarang hanya berdua dengan tuan Arga. jangan sampai aku mendapatkan saingan baru untuk mendapatkan Lesya!"
.
.
.bersambung
__ADS_1
.